Pendidikan Anak di LPKA Kelas I Tangerang menjadi Rujukan Pengembangan Pendidikan Anak di LPA Kelas II Maros

328

Tangerang (kla.id)

Salah satu yang dibutuhkan anak yang berhadapan dengan hukum yang berada di LPKA mauoun di LPA adalah tetap memperoleh pendidikan selayaknya anak-anak seusianya.  Untuk itu salah satu langkah yang di ambil oleh Dinas PPPA Prov. Sulsel bersama dengan Dinas PPPA Maros dan OPD terkait serta Lembaga Non Pemerintah adalah bagaimana memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak di LPA Maros,  dengan melakukan Kunjungan Kerja ke LPKA Kelas I Tangerang dengan tujuan untuk melihat sejauhmana LPKA Kelas I Tangerang memberikan Pendidikan selayaknya anak anak pada umumnya meskipun mereka dalam masa pembinaan di LPKA.

Kunjungan kerja dilakukan pada hari senin,  tanggal 7 mei 2018 , dimana Tim Prov. Sulsel yang antara lain : Dinas PPPA Prov., dimana yang ikut adalah A. Nurseha, SKM, M. Kes (Kepala seksi Perlindungan Khusus Anak), Suryanarni,  SKM, M. Kes (Ka. Seksi Peran Serta Masy.  Dalam PHA), Patriani Harun, SH (Ka.Seksi Pemenuhan Hak Anak) dan Andi Erlina Aras (staf bidAng PHPA),  turut bersama tim,  Kepala Dinas PPPA Kab. Maros dan Sekertaris Kemenag Kab. Maris. Yang diterima oleh Ka. Subag Umum LPKA Tangerang,  Drs. Hamzah, Laptur,  MH dan Ka. Seksi Pembinaan , Ibu Herti Hartati,  Amd. IP, SH, M.Si di ruang Ka. Subag Umum Kelas I Tangerang.

Salah satu yang menjadi perbicangan adalah terkait pendidikan anak di LPKA,  dimana dari 123 ABH di LPKA termasuk anak tahanan ada kurang lebih 12 anak,  bersekolah  SD dan selebihnya SMP dan SMK, di LPKA juga tersedia ruang komputer yang digunakan oleh anak anak untuk belajar komputer,  ada juga ruang khusus untuk mengasah keterampilan anak dan anak anak juga mempunya pelajaran Ektra Kurikuler tergantung minat mereka apakah olah raga,  seni dan sebagainya. Disamping itu untuk meningkatkan ketaqwaan dan endalami ilmu agama LPKA juga mempunyai Pesantren , didalam LPKA juga tersedia Mesjid dan Gereja. Sehingga meskipun dalam LPKA mereka tetap hidup selayknya anak anak normal lainnya.

Hal ini yang sangat perlu mendapatkan perhatian oleh Pemda Sulsel,  untuk menjadi masulan yang sangat berharga sebagai salah satu program yang akan dilakukan dalam mengembangkan layanan perlindungan khusus anak.

Kami sempat berbincang-bincang dengan salah satu petugas di LPKA yang merangkap sebagai Kepala Sekolah, menjelaskan kalau untuk kelengkapan anak anak bersekolah mereka sangat terbantu oleh dana BOSS dan LPKA sudah bekerjasama dengan Dinas Pendidikan untuk memberikan pendidikan kepada anak anak di LPKA sama dengan pendidikan anak-anak normal lainnya.  Untuk tenaga pengajar Selain dari LPKA sendiri mereka memanfaatkan mahasiswa untuk membantu melakulan proses belajar mengajar,  juga beberapa guru yang menjadi rujukan .

Dalam Pengelolaan pendidikan bagi anak, LPKA bekerjasama dengan Yayasan Istimewa  yang merupakan yayasan yang bergerak dal bidang pendidikan formal,  meskipun demikian mayoritas tenaga pengajar nya dari LPKA.  Hal ini patut di contoh karena dengan keberadaan  lembaga masyarakat , mereka mampu membekali anak anak menjadi anak anak yang setelah keluar tetap nersekolah dan mempumyai keterampilan yang mungkin tidak di punyai anak pada umumnya.

Kami berharap LPA Maros juga bisa seperti itu kedepan,  menjadikan anak-anak di LPA mendapatkan haknya untuk bersekolah  dan menjadi anak yang cerdas dan berakhlak baik bagi masa depan bangsa ini ujar sekertaris kemenag Kab. Maros yang sangat antusias melihat proses belajar mengajar yang memang tengah berjalan pada saat kunjunhan kerja dan LPA Maros dapat berupa menjadi LPKA kedepan.   (AND)