Penyandang Disabilitas Angkat Bicara dalam Musrenbang Anak

36


Bulukumba, (kla.id)

Pemenuhan hak-hak anak, utamanya yang berkaitan dengan perannya untuk berpartisipasi dalam pembangunan tidak boleh bersifat deskriminasi atau membeda-bedakan. Anak-anak penyandang Disabilitas yang memiliki keterbatasan atau berkebutuhan khusus tidak boleh dipandang sebelah mata. Hak-hak mereka tetap harus diperhatikan, karena mereka adalah bagian dari masa depan bangsa yang tentunya harus berkeadilan untuk semua. Hal itu pula yang terlihat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Anak Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan, Jum’at 25 Januari 2019 yang berlangsung di Warkop Akang Bilangan Pasar Tua Bulukumba.

Adalah Herbiansa, sosok penyandang tuna rungu yang turut ambil bagian menyuarakan hak-haknya pada Musrenbang Anak Kecamatan Ujung Bulu tersebut.

Dia mengungkapkan keresahannya terhadap penyegelan fasilitas Gedung Sekolah Luar Biasa (SLB) tempatnya menuntut ilmu. Sebagian gedung sekolah tersebut disegel oleh oknum tertentu. Akibatnya, proses belajar di SLB tempat Herbiansa belajar mengalami gangguan. Ruangan perpustakaan hingga hari ini masih tersegel dan tidak bisa dipergunakan.

Bibi, demikian Herbiansa disapa, mengungkapkan keinginannya lewat secarik kertas agar segel SLB Bukukumba segera dibuka. Melalui gerakan-gerakan tangan sebagai isyarat, Bibi mengatakan kekecewaannya terhadap kondisi yang merundung sekolahnya.

Keinginan Herbiansa itu kini menjadi salah satu impian dan harapan bersama harapan anak-anak Kecamatan Ujung Bulu yang lain. Harapan dan impian tersebut tertuang dalam bentuk usulan hasil Musrenbang Anak dari Kecamatan Ujung Bulu, Kabupaten Bulukumba. Beberapa perwakilan anak yang hadir dalam Musrenbang Anak itu menyuarakan harapan agar pemerintah memberikan perhatian kepada para penyandang disabilitas. “Mereka juga manusia seperti kita-kita yang normal ini,” katanya.

Kegiatan Musrenbang Kecamatan Ujung Bulu itu menjadi lebih semarak, karena didampingi oleh beberapa pengurus Forum Anak Bulukumba yang tergabung dalam Forum Anak Panrita Lopi. Bahkan dalam Musrenbang kali ini, hadir Hilda Amanda Sapir Duta Anak Indonesia 2018 asal Bulukumba dan Arham Nur Duta Anak Indonesia 2017 yang juga berasal dari Kabupaten Bulukumba.

Kegiatan Musrenbang Anak Kecamatan Ujung Bulu tersebut juga dirangkaikan dengan pengukuhan Pengurus Forum Anak Kecamatan Ujung Bulu oleh Camat Ujung Bulu. Aprisal, Camat Ujung Bulu menyatakan sangat mengapresiasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh anak-anak di wilayah yang dipimpinnya. Untuk itu, dia berharap agar anak-anak yang tergabung dalam Forum Anak Kecamatan Ujung Bulu untuk datang ke Kantor Camat Ujung Bulu.

“Kami sudah menyiapkan sarana ruangan untuk anak-anak kita,” kata Aprizal usai mengukuhkan Pengurus Forum Anak Kecamatan Ujung Bulu.(Naskah berita & foto- Muhajir)