PERAN FORUM ANAK DOMPU SEBAGAI 2P

113

Dompu~NTB Kla.id, Anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (Delapan Belas) Tahun dan belum menikah, termasuk anak yang masih dalam kandungan. Anak merupakan Generasi Penerus yang potensial, sehingga harus dilindungi dan dipenuhi hak~haknya agar dapat hidup, tumbuh dan berkembang secara wajar sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaannya.
Hak Anak adalah bagian dari Hak Asasi Manusia yang wajib dijamin, dilindungi dan dipenuhi oleh orang tua, keluarga, masyarakat, pemerintah dan negara. Upaya menjamin perlindungan dan Pemenuhan Hak Anak perlu dilakukan secara struktural melalui pengaturan, perencanaan dan pelaksanaan pembangunan yang pada gilirannya menjadi nilai budaya masyarakat.

Pengembangan Kabupaten Layak Anak (KLA) di Kabupaten Dompu diperlukan sebagai upaya bersama antara Pemerintah Daerah, Orang Tua, Keluarga, Masyarakat dan Dunia Usaha untuk menjamin Pemenuhan Hak Anak.

 

 

 

Agar anak~anak memiliki pengetahuan dan pemahaman yang lebih mendalam sebagai Pelopor dan Pelapor serta Agen Perubahan dalam pembangunan, sehingga Forum Anak Dompu diharapkan dapat menjadi orang yang bertahan dalam segala situasi dan kondisi serta mempunyai kemampuan yang dapat membantu dan mengajak orang lain di sekitarnya agar dapat turut serta dalam proses perubahan.
Pelopor dan pelapor atau disebut 2P adalah sikap positif dan semangat yang harus dimiliki oleh Anak Indonesia khususnya Anak Dompu.

Pelopor berarti menjadi Agen Perubahan, terlihat aktif memanfaatkan waktu luang untuk kegiatan positif, bermanfaat dan bisa menginspirasi banyak orang sehingga banyak yang ikut terlibat melakukan perubahan yang lebih baik lagi.
Sedangkan Pelapor berarti terlibat aktif menyampaikan pendapat/pandangan ketika mengalami atau melihat serta merasakan tidak terpenuhinya hak perlindungan anak di sekitar. Dengan melaporkan kepada Badan yang menangani permasalahan perlindungan anak seperti P2TP2A, UPPA Polres dan sebagainya.

 

 

 

Upaya seperti ini harus dilakukan oleh semua pihak untuk mengintegrasikan program kegiatan yang responsive anak baik dalam pemenuhan hak anak dan perlindungan. Seiring dengan semakin berkembangnya Forum Anak di Daerah, sudah seharusnya peran Forum Anak sebagai Pelopor dan Pelapor (2P), menjadi agent of change dalam pembangunan.
Diharapkan dengan adanya Pelatihan Pelopor dan Pelapor (2P), agar menjadi wadah/tempat untuk mengatasi masalah atau meminimalisir permasalahan yang terjadi di lingkungan anak~anak dan remaja.

Maksud dan tujuan dari dilaksanakannya Pelatihan Pelopor dan Pelapor (2P) ini adalah untuk meningkatkan Pengetahuan dan Pemahaman yang lebih mendalam sebagai Pelopor dan Pelapor serta Agen Perubahan dalam Pembangunan Daerah Dompu.

Peserta Kegiatan ini adalah Anggota Forum Anak Dompu dan Pengurus OSIS SMP/SMA sebanyak 100 Orang Anak.
Pelaksanaan Pelatihan 2P merupakan Kemitraan antara Forum Anak Dompu dengan PT. Bank Rakyat Indonesia. Tbk Cabang Dompu serta Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu akan dilaksanakan pada 20 Agustus 2019 bertempat di Gedung PKK Kabupaten Dompu.

Menurut Bupati Dompu, melalui Forum Anak yang tediri dari Perwakilan Kelompok Anak se-Kabupaten Dompu ini dapat menampung aspirasi, suara dan keinginan anak, sehingga mampu mengembangkan bakatnya dalam mendukung poses Pembangunan di Dompu.

“Pemkab Dompu melakukan kebijakan di Bidang Partisipasi Anak melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu telah membentuk Forum Anak di 36 Desa/Kelurahan sebagai Wadah Partisipasi Anak dan media untuk mendengar serta menyuarakan aspirasi, pendapat juga harapan anak dalam proses pembangunan di Kabupaten Dompu”.

Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan & Pemenuhan Hak Anak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu HJ. KALSOM, S.Sos, berharap Desa/Kelurahan yang memiliki Forum Anak bisa dimaksimalkan perannya sehingga dapat berfungsi sebagai Pelopor dan Pelapor.
“Forum Anak sebagai Pelopor dalam artian sebagai sumber informasi  menyangkut kepentingan anak; dan sebagai Pelapor dalam artian memberikan informasi kepada Pemerintah menyangkut kebutuhan anak,” katanya.

Pelaku kejahatan atau kekerasan terhadap perempuan dan anak malah lebih banyak adalah orang terdekat korban. Bisa Suami/Ayah, Kakak, Paman bahkan teman dekat sekalipun. Maka anak harus diajarkan bagaimana cara melindungi diri.

Kenapa anak harus jadi Pelapor dan Pelopor ?

Harus berani menjadi Pelapor.
Anak harus diajarkan untuk aktif dalam segala hal, tidak terkecuali dalam hal menyikapi suatu permasalahan atau kasus tertentu. Bila si anak menyaksikan adanya tindak kekerasan apalagi kejahatan. Terutama bila korbannya adalah perempuan dan anak. Maka si anak harus berani melaporkan kepada pihak yang berwajib.
Dalam hal ini yang dimaksud pihak berwajib adalah bisa Pemerintah Desa/Kelurahan, Kecamatan maupun Kabupaten, Polisi dalam hal ini Unit PPA yang ada di Polres, TNI, LPA (Lembaga di Kabupaten Dompu yang menangani kekerasan terhadap perempuan dan anak),Ppusat Pembelajaran Keluarga.

Biasanya anak cenderung diam kalau melihat kejadian kekerasan atau bahkan dirinya yang mengalami kekerasan itu sendiri. Anak takut untuk melaporkan karena kebanyakan pelaku adalah orang terdekat korban.
Maka di Forum Anak diajarkan agar anak berani menyuarakan dalam hal ini berani melaporkan sesuatu yang dianggap sebuah kejahatan atau kekerasan. Disana diajarkan gimana caranya melapor, kemana harus melapor, mekanisme pelaporan dan banyak lagi lainnya. Maka diharapkan anak bisa melapor kejadian yang disaksikannya dan dialaminya.

Harus berani menjadi Pelopor
Pelopor atau orang yang mengawali atau memberikan contoh. Anak~anak yang masuk dalam Forum Anak diajarkan untuk menjadi seorang Pelopor bagi teman~teman. Dalam hal ini menjadi Pelopor yang baik. Setelah diajarkan banyak hal di Forum Anak, harapannya adalah anak bisa menjadi pelopor kebaikan dan mesin perubahan.

Advokasi ke Pemerintah baik Tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi dan Pusat. Bahwa anak punya hak untuk dilindungi secara hukum dan Undang~Undang. Agar harapan kita dimasa mendatang terciptanya generasi penerus yang siap sebagai Pelapor dan Pelopor di lingkungannya.

Kesimpulannya setelah anak bisa menjadi Pelapor dan Pelopor di lingkungan dia tinggal. Akan banyak orang yang mengerti tentang hak anak dan perlindungan terhadap anak. Serta orang~orang yang ingin berbuat jahat jadi berpikir dua sampai lima kali untuk melakukannya.

Mari ciptakan generasi muda yang siap sebagai Pelapor dan Pelopor.    [Yd/DP3A Dpu]