Perlu Upaya Serius untuk Akomodir Program Kegiatan untuk Pemenuhan Hak Anak di Bulukumba

217


Bulukumba, KLA.ID
Upaya nyata dan serius perlu dilakukan seluruh pihak utamanya dalam rangka mewujudkan program kegiatan yang berkesinambungan dalam pemenuhan indikator Kabupaten Layak Anak. Bahkan dalam merumuskan Pedoman Penyusunan APBD Desa perlu mengakomodir program kegiatan yang dapat memenuhi indikator Kabupaten Layak Anak.
Hal tersebut ditegaskan Muhammad Ali Saleng Plt. Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Bulukumba saat memaparkan Strategi Pengintegrasian Indikator Kabupaten Layak Anak dalam Perencanaan dan Penganggaran Desa/Kelurahan dalam kegiatan Bimtek Integrasi Indikator Kabupaten/Kota Layak Anak pada Desa/Kelurahan Percontohan yang diselenggarakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Selatan di Hotel Agri Bulukumba, Minggu 26 Agustus 2018.

Ali Saleng mengharapkan agar Desa Ramah Anak yang saat ini baru berupa percontohan di Desa Bialo Kecamatan Gantarang bisa terwujud di seluruh desa dan kelurahan yang ada di Kabupaten Bulukumba.
Plt. Kepala Bappeda yang juga Kepala Dinas Pariwisata Bulukumba itu mengatakan, Visi Misi Kabupaten Bulukumba pada dasarnya sudah bersinergi dengan pemenuhan indikator Kabupaten Layak Anak.
“Arah kebijakan pembangunan tahun 2016 hingga tahun 2021 sangat sinergis dengan upaya pemenuhan indikator Kabupaten Layak Anak. Arah kebijakan itu meliputi pemenuhan hak anak akan pendidikan, kesehatan, perlindungan anak dan sebagainya,” kata Ali Saleng.
Lebih lanjut Ali Saleng menguraikan, peluang pemenuhan indikator pemenuhan hak anak dalam rangka Kabupaten Layak Anak dipayungi oleh Undang-undang Nomor 6 Tahun 2014 tentang Desa.
Menurutnya, dalam salah satu pasal Undang-undang tentang Desa itu memberikan rujukan yang memungkinkan pemerintah desa untuk melaksanakan kegiatan yang terkait pemenuhan hak anak menuju Kabupaten Layak Anak. Dia mencontohkan, pemerintah desa dapat melaksanakan kegiatan seperti pengadaan Taman Desa, Rumah Baca atau Perpustakaan Desa, pelaksanaan Musrenbang Anak Desa dan sebagainya.


Kegiatan Bimbingan Teknis Integrasi Indikator Kabupaten/Kota Layak Anak Pada Desa/Kelurahan Percontohan tersebut menghadirkan pemateri utama Nur Anti dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Provinsi Sulawesi Selatan.
Nur Anti merupakan Fasilitator Nasional Sistem Perlindungan Anak yang tampil membawakan materi Petunjuk Teknis Kabupaten Layak Anak.


Kegiatan tersebut dihadiri peserta dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Bappeda, Dinas Sosial, Dinas Infokom, Dinas Perhubungan, Kementerian Agama, Kelurahan Kalumeme, Desa Bialo, Dinas PMD, Forum Anak Panrita Lopi danbeberapa Organisasi Perangkat Daerah yang bersentuhan langsung dengan program pemenuhan indikator Kabupaten Layak Anak.
Sementara itu Hj. Umrah Aswani Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bulukumba saat membuka kegiatan Bimtek tersebut menyatakan sangat berterima kasih.
Mantan Kabag Kesra Bulukumba itu berharap predikat Pratama Kabupaten Layak Anak yang disandang Bulukumba dapat meningkat pada tahun-tahun berikutnya setelah para perwakilan OPD yang hadir dalam kegiatan Bimtek tersebut menerima materi.
“Kita berharap seluruh fasilitas yang ada di Bulukumba bisa ramah anak. Apabila hal itu terpenuhi maka predikat Kabupaten Layak Anak Pratama yang diraih Bulukumba dapat meningkat ke tingkat yang lebih tinggi,” papar Umrah Aswani.(Muhajir Ganie).