Permainan Tradisional Mendidik Karakter Anak

913

(Metro, 7/9) Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI, melalui kampanye Belajar di Luar Kelas (Outdoor Classroom Day) yang digelar pada 7 September 2017 mengangkat 4 tema penting, antara lain perubahan iklim, sarapan sehat, cinta lingkungan, dan pelestarian permainan tradisional. Pada kampanye OCD yang digelar di SD Muhammadiyah 2 Metro, Lampung, anak diajak untuk memainkan beberapa permainan seperti egrang, batok, dan ular tangga.

Pelestarian permainan tradisional diperlukan mengingat di era globalisasi, kecanggihan teknologi mulai menggusur keberadaan permainan tradisional. Kecenderungan anak bermain gadget dibanding bermain di luar dikhawatirkan dapat berakibat buruk pada kesehatan dan perkembangan anak.

Selain mengajak anak untuk aktif, permainan tradisional juga dapat mengajarkan pendidikan karakter pada anak-anak. Dr Sowiyah, Dosen UNILA sekaligus Fasilitator Sekolah Ramah Anak di Provinsi Lampung mengungkapkan bahwa “Melalui permainan tradisional anak bisa belajar banyak, misalnya saling berbagi dengan temannya, belajar sabar karena harus mengantre giliran bermain, gotong royong, serta melatih tanggung jawab anak, selesai bermain dirapikan kembali bersama dengan teman-temannya. Hal-hal itu yang tidak dapat didapat ketika anak bermain gadget”.

Akan tetapi dalam bermain tentunya harus mengingat aspek kemanan, seperti yang ditambahkan oleh Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementerian PPPA, Lenny N Rosalin “Semua permainan boleh saja dimainkan, asal harus disesuaikan dengan anak. Bermain juga harus di tempat yang aman, misal di lapangan, jangan di jalanan karena bahayalalu lalang kendaraan. Anak yang bermain di luar akan punya fisik yang sehat, kalau sudah sehat, belajar juga pasti jadi semangat.” (Diah Rukmi Ambarwati)