Permainan Ular Tangga menumbuhkan Rasa Percaya Diri Anak~Anak

34

Dompu~NTB Kla.id, Serangkaian dengan Acara HUT KNPI Ke~ 46 Tahun 2019 Tingkat Kabupaten Dompu diselenggarakan berbagai Kegiatan dengan menjunjung Tema “Tumbuh Dewasa dengan Loyalitas Bukan Wacana Basi”

Mengawali rangkaian kegiatan HUT KNPI Tingkat Kabupaten Dompu (21/06~2019) dilaksanakan berbagai Kegiatan sebagai berikut; (1) Perkusi; (2) Aerobik/Zumba; (3) Pameran Foto; (4) Lomba Finger Painting (Menggambar dengan Jari); (5) Lomba Mural (Grafity); (6) Kareku Kandei; (7) Bekam dan Pijat Gratis; (8) Kuliner dan Ngopi Gratis; (9) selfi Bersama Manusia Patung; (10) Sosialisasi Internet Sehat; dan (11) Malam Resepsi (Puncak Acara Ulang Tahun KNPI)

Keseruan HUT KNPI tersebut diisi dengan Kegiatan Permainan Game Ular Tangga dan Lomba Finger Painting (menggambar dengan jari) dan Selfi dengan Patung Manusia.
Permainan Game Ular Tangga diikuti oleh Siswa/Siswi dari berbagai SMP dan SMA di Wilayah Kabupaten Dompu dengan menampilkan kemampuan mereka dalam melakukan pelemparan dadu dan melangkah serta kepiwaian mereka mengasah otak menjawab berbagai pertanyaan yang muncul dari petak ular tangga.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu HJ. DARYATI KUSTILAWATI, SE.,M.Si saat meninjau kegiatan Permainan Ular Tangga menyatakan “Permainan dapat digunakan sebagai media untuk membantu siswa dalam belajar secara mandiri maupun kelompok dan menciptakan suasana rileks dan kreatif serta keakraban dalam interaksi satu sama lain, mengikuti aturan~aturan tertentu sehingga pembelajaran lebih menarik. Sebagai suatu aktifitas bermain dapat menigkatkan rasa percya diri. Permainan berfungsi memperkuat rasa percaya diri sekaligus mengasah kecerdasan. Selain itu permainan juga dapat merangsang kreativitas, unsur kreatifitas memberikan kesempatan untuk mengapresiasikan diri, mendorong pemikiran inovatif dan imajinatif”

“Salah satu jenis permainan yang dapat digunakan untuk kegiatan pembelajaran adalah permainan ular tangga. Penggunaan permainan ular tangga dalam pembelajaran mempunyai tujuan mengajak anak~anak untuk belajar dan bermain, memberi kesempatan pada anak untuk memanipulasi, mengulang~ulang, menemukan sendiri, bereksplorasi, mempraktekkan dan mendapatkan bermacam~macam konsep serta pengertian yang tidak terhitung jumlahnya” lanjut UMI YAT.

Dunia anak-anak adalah dunia bermain, melalui bermain atau permainan anak dapat mempelajari banyak hal dan mengenal dunia luar serta lingkungannya. Jika Si Anak selalu dilarang ketika ingin bermain, maka si anak akan merasa sedih, kurang sosialisasi dengan teman sebayanya dan tidak aktif sehingga dapat menghambat perkembangan kognitif, motorik dan sosial si anak. Permainan anak-anak sekarang banyak macamnya mulai dari yang permainan model klasik seperti pada jaman masih kecil kita dulu, hingga permainan yang model modern dengan media smartphone/gadget. Kita sebagai orangtua bahkan orang yang lebih dewasa membolehkan si anak mengenal permainan atau game~game di smartphone tetapi kita juga harus bisa memilih game edukasi seperti apa yang boleh dimainkan oleh si anak.

Sebelum lebih dalam membahas permainan ular tangga ini kita perlu membahas dampak positif dan teori melalui pendekatan, model dan teknik seperti apa untuk memainkan permainan ular tangga ini yang dapat diterapkan oleh PAUD atau TK diseluruh Indonesia.
Macam-macam Pendekatan Emosional Anak ;
~ Pendekatan High Scope ~ Pendekatan ini dikemukakan oleh David Weikard dan pendekatan ini digunakan pada Tahun 1962. Program ini anak lebih aktif serta memberi kesempatan pada si anak untuk memilih sendiri permainannya dan mencatat perkembangan apa saja yang diperoleh si anak (merencanakan, melakukan, mengulang).
~ Pendekatan Erikson (Teori Psikososial) ~ Pendekatan ini berfungsi untuk membangun konsep diri anak, memotivasi anak untuk bereksperimen dan berekplorasi.
~ Pendekatan Montessori ~ Pendekatan yang melalui perkembangan anak secara individual serta lebih menitikberatkan pada keterampilan intelektual seperti, konsentrasi, mengamati. Peran utama pendidik dalam model pendekatan montessori adalah untuk memperagakan bagaimana suatu alat yang digunakan dan bagaimana suatu permainan diselesaikan.
~ Pendekatan BCCT ~ Dalam bahasa Indonesia pendekatan ini disebut sebagai pendekatan sentra dan lingkungan (senling). Dalam pendekatan ini berfungsi untuk memotivasi anak sesuai dengan pijakan/perkembangan anak itu sendiri.
~ Pendekatan REA atau Reggio Emilia Aprroach ~ Pendekatan yang menciptakan kondisi pembelajaran yag mendorong dan memfasilitasi anak untuk membangun fikirannya, (Bahasa eskpresif, komunikatif, dan kognitif).

Langkah-langkah dan metode dalam permainan ular tangga ;
1. Guru mempersiapkan papan permainan ular tangga beserta dadunya.
2. Guru menempelkan kertas yang berisi pertanyaan pada setiap kotak papan permainan ular tangga.
3. Pertanyaan tersebut berupa materi yang sesuai dengan indikator pembelajaran atau RPH.
4. Guru membagi siswa untuk berpasangan menjadi kelompok, tiap kelompok ada 2 siswa.
5. Setelah terbentuk kelompok guru memberikan petunjuk kepada siswa tentang tata cara bermainnya.

Cara bermain ular tangga atau tekniknya ;
1. Tiap siswa bergantian melempar dadu, dadu yang mempunyai mata enam. (Pendekatan Montessori)
2. Jika dadu yang jatuh menunjukkan mata dadu 5, maka siswa harus berjalan 5 kotak pada papan permainan ular tangga tersebut. (Pendekatan Erikson)
3. Jika sudah dijalankan, kotak yang berisi pertanyaan dijawab oleh siswa, jika benar siswa tersebut mendapat poin/bintang. (Pendekatan REA)
4. Permainan berlanjut hingga ke kelompok~kelompok berikutnya
5. Selanjutnya guru memberikan evaluasi hasil metode dan teknik pembelajaran menggunakan permainan ular tangga. (Pendekatan High Scope)
6. Guru menentukan kesimpulan konsep pembelajaran. (Pendekatan Montessori)

Bermain ular tangga adalah permainan dari jaman klasik yang hingga sekarang masih diminati oleh anak~anak dan orang dewasa, karena dari permainan itu dapat merangsang kognitif. Permainan ular tangga ini juga membantu anak bersosialiasi dengan temannya sebab permainan ini dimainkan oleh dua anak atau lebih ~ berkelompok. Dari penjelasan pendekatan, metode, langkah-langkah dan teknik untuk bermain ular tangga memang dapat membentuk sosial~emosional pada anak~anak dan dalam pembelajaran atau permainan ternyata bisa melakukan banyak pendekatan. [I’Zainab/DP3A Dpu]