SAMBUTAN MENEG PP & PA

341

MENTERI NEGARA PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA

JIn. Medan Merdeka Barat No. 15 Telp. (021) 380 5563 – 384 2638 Fax. (021) 381 0052
JIn. Abdul Muis No. 7 Telp./Fax. (021) 352 3264
Jakarta 10110

 SAMBUTAN MENTERI NEGARA
PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK
REPUBLIK INDONESIA
PADA UPACARA PERINGATAN HARI IBU KE-82 TAHUN 2010
DI SELURUH INDONESIA DAN LUAR NEGERI
22 DESEMBER 2010

Bismillahirrahmannirrahim,

Assalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua.

Pertama-tama marilah kita panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT karena atas ijin-Nya kita semua dapat hadir dalam kesempatan yang bersejarah dan Insya Allah penuh berkah pada Upacara Peringatan Hari Ibu ke-82 Tahun 2010 ini.

Peringatan Hari Ibu yang setiap tahun selalu kita peringati bersama pada tanggal 22 Desember, berupaya untuk terus mengingatkan kepada kita semua akan perjuangan kaum perempuan bersama-sama dengan kaum laki-laki dalam merebut kemerdekaan bangsa. Ikrar para pejuang pada Kongres Perempuan Indonesia pertama tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta merupakan tonggak sejarah puncak perjuangan kaum perempuan, dan pada Kongres Perempuan yang ketiga tahun 1938 sejak saat itu ditetapkan sebagai Hari Ibu. Kemudian oleh pemerintah Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 316 Tahun 1959 tentang hari-hari nasional yang bukan hari libur, Hari Ibu tanggal 22 Desember dijadikan hari nasional yang diperingati setiap tahun oleh segenap bangsa Indonesia.

Peringatan Hari Ibu setiap tahunnya dimaksudkan agar seluruh Warga Negara Indonesia, laki-laki dan perempuan terutama generasi muda, baik yang berada di wilayah Indonesia maupun di luar negeri senantiasa mengenang dan menyegarkan kembali ingatannya akan pentingnya pemahaman dan penghayatan serta arti perjuangan dan kebangkitan kaum perempuan sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari kebangkitan bangsa Indonesia dalam memperjuangkan dan mengisi kemerdekaan. Selain itu, PHI selalu diperingati setiap tahun dimaksudkan untuk mewariskan nilai-nilai luhur dan semangat perjuangan yang terkandung dalam sejarah perjuangan kaum perempuan tersebut di atas kepada seluruh masyarakat Indonesia, terutama generasi muda, guna makin mempertebal tekad dan keyakinan dalam melanjutkan perjuangan mengisi kemerdekaan dan pembangunan serta tekad untuk mewujudkan perdamaian yang dilandasi semangat pesatuan dan kesatuan bangsa sebagai pengamalan Pancasila

Hadirin sekalian yang berbahagia,

Pada tahun 2010 ini, kita sudah memperingati Hari Ibu selama 82 tahun. Selama kurun waktu ini kita sudah melihat berbagai kemajuan yang dialami oleh perempuan Indonesia. Mereka telah berperan secara aktif, balk sebagai subyek maupun obyek pembangunan, berkiprah di berbagai bidang pembangunan sebagai agen perubahan dan duduk di dalam jabatan-jabatan strategis, dan dapat menikmati hasil pembangunan bersama-sama dengan kaum laki-laki di seluruh wilayah Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa semangat perjuangan yang telah dirintis sejak tahun 1928 yang lalu tetap dipelihara dan bahkan ditingkatkan hingga saat ini. Dengan kata lain, perjuangan kaum perempuan yang telah dirintis selama 82 tahun tersebut telah menjadikan kita semakin kokoh dalam mengisi dan melanjutkan cita-cita bangsa.

Namun demikian tidak dapat dipungkiri masih banyak tantangan yang kita hadapi di dalam memberdayakan kaum perempuan dan upaya mewujudkan kesetaraan anatara perempuan dan laki-laki, mengingat masih kentalnya budaya patriarki di sebagian wilayah Indonesia, dan masih adanya diskriminasi gender dan tindak kekerasan terhadap perempuan yang memperlambat terwujudnya kesetaraan antara perempuan dan laki-laki.

Untuk itu tema yang diangkat guna memperingati Hari Ibu ke-82 Tahun 2010 ini adalah “Kesetaraan Perempuan dan Laki-laki untuk Membangun Karakter Bangsa dalam Mewujudkan Masyarakat yang Sehat dan Bermartabar. Makna dari tema ini antara lain adalah nilai-nilai kesetaraan antara perempuan dan laki-laki merupakan landasan bagi pembentukan karakter dan budi pekerti untuk mencintai tanah air dan bangsa, dan memegang teguh rasa nasionalisme, serta wawasan kebangsaan yang hakiki. Sejalan dengan itu, maka upaya pembentukan karakter bangsa melalui pendidikan perlu dimulai sejak dini dari dalam keluarga, diteruskan ke sekolah dan lingkungan masyarakat.

Penghargaan dan toleransi terhadap kemajemukan suku, umat beragama, ras dan antar golongan, sebagai bagian dari pembangunan karakter bangsa, juga perlu dikedepankan dan terus diperkuat. Kata “sehat” dimasukkan ke dalam tema kali ini menunjukkan bahwa tanpa adanya kesehatan maka tidak mungkin bangsa kita dapat melaksanakan pembangunan. Selain itu bermakna bahwa fokus PHI tahun 2010 ini antara lain adalah untuk mendukung terwujudnya salah satu Tujuan Pembangunan Millenium bidang kesehatan pada tahun 2015. Upaya-upaya penghapusan kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan sebagai bagian dari upaya mewujudkan peradaban bangsa juga harus menjadi agenda utama penegakan hak azasi perempuan.

Hadirin sekalian yang saya hormati

Pembangunan pemberdayaan perempuan agar dapat setara dengan laki-laki memerlukan peningkatan koordinasi, sinergisitas dan keterpaduan antara kementrian dan lembaga dan antar kementrian dan lembaga dengan pemerintah daerah serta seluruh pemangku kepentingan yang terkait dan dunia swasta dengan tetap berpegang teguh pada 4 pilar dasar kehidupan bernegara, yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika, agar perjuangan kita tidak akan sia-sia, tetapi justru semakin kokoh di masa mendatang. Demikian beberapa hal yang dapat kami sampaikan. Selamat merayakan Hari Ibu ke-82 di tahun 2010. Mudah-mudahan Tuhan Yang Maha Esa selalu meridhoi upaya yang kita lakukan untuk semakin meningkatkan kualitas SDM Indonesia, agar menjadi bangsa yang tangguh dan slap berkompetisi dengan negara-negara lain.

 Terima kasih,

Wabillahi taufik wal hidayah,

Wassalamu’alaikum Warrahmatullahi Wabarakatuh.