Satu lagi Kegiatan yang Dilaksanakan oleh KPPPA bekerjasama dgn Dinas PPPA Kota Makassar, Uji Coba Panduan Pencegahan dan Penanganan Anak Berperilaku Menyimpang

14

Makassar (kla. id)

Satu lagi Kegiatan yang dilaksanakan KPPPA RI bekerjasama dengan Dinas PPPA Kota Makassar yaitu Uji Coba Panduan Pencegahan dan penanganan Anak berperilaku menyimpang, yang dihadiri oleh kurang lebih 60 peserta dari beberapa sekolah dan OPD terkair,dilaksanakan di Hotel Santika Makassar, jumat, tanggal 12 April 2019.
Acara ini diawali dengan laporan ketua panitia, Nanang A. Rahman yang dalam laporannya mengatakan, kegiatan ini dilakukan mengingat banyaknya masalah-masalah anak yang berperilaku menyimpang khususnya anak sekolah, untuk itu kami melalui Dinas PPPA Kota Makassar mengundang guru dari beberapa sekolah, murid sekolah dan OPD terkait yang diharapkan dapat mewakili murid, guru dan OPD terkait untuk bisa bersama-sama memberikan masukan dalam buku panduan ini untuk penanganan dan pencegahan anak yang berperilaku menyimpang ujar Kepala Bidang Kelompok Minoritas dan terisolasi KPPPA RI, Nanang A. Rahman. Selanjutnya acara dibuka oleh Kepala Dinas PPPA Kota Makassar, Tenri A.Palallo, yang sebelumnya memberikan sambutan, dimana beliau sangat berterima kasih kepada KPPPA RI melaksanakan kegiatan di Makassar.

Kegiatan uji coba panduan terkait anak yang berperilaku menyimpang ini adalah kegiatan yang baru dan kami sangat bersyukur dengan adanya buku panduan ini nantinya akan dapat membantu kami dalam melaksanakan program pencegahan dan penanganan anak berperilaku menyimpang.
Hadir sebagai narasumber pada pertemuan ini adalah Bapak Hadi Utomo , dimana beliau adalah salah satu penyusun buku panduan ini. Dalam pemaparannya beliau menekankan pentingnya memahami konvensi hak anak sebagai dasar dalam pelaksanaaan pencegahan dan penanganan anak dengan perilaku menyimpang.
Kami berharap dengan adanya kegiatan ini dapat menjadi awal dalam melakukan intervensi pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak sesuai dengan undang-undang perlindungan anak,khususnya anak dengan perilaku menyimpang di sulawesi selatan ujar salah satu panitia.(AND)