Satu lagi Project FABT, MACAN Untuk Anak Bantaeng

292
Anak-anak di Kecamatan Pa'jukukang tingkatkan rasa percaya diri dengan belajar berbicara di depan umum.
Anggota FABT (jilbab merah) bimbing salah seorang anak di Kecamatan Pa’jukukang berbicara di depan umum (21/03/18).

Bantaeng, Kamis (22/03/18). Tak henti-hentinya anak Bantaeng telorkan sejumlah inovasi. Bentuk kreatifitas anak melalui penerapan program-program inovatif yang digagas Forum Anak Butta Toa (FABT). Menjadi media bagi anak daerah ini, tak hanya berkumpul namun lebih jauh diarahkan dapat mempersembahkan karya guna mengajak dan membimbing anak lainnya menyikapi perkembangan ke arah lebih berkemajuan.

Program yang ditawarkan diberi nama MACAN atau “Membagi Ilmu Cinta Anak Bangsa”. Merupakan project Duta Anak Kabupaten Bantaeng. Duta Anak ini tergabung dalam FABT yang disiapkan dapat mewakili Bantaeng ke jenjang lebih tinggi baik provinsi maupun nasional. Termasuk ajang Festival Forum Anak Sulawesi Selatan (FASS) yang bakal digelar akhir Maret 2018 di Kabupaten Luwu Utara, Provinsi Sulawesi Selatan.

Rabu kemarin (21/03), kembali dilaksanakan project MACAN. Program ini rutin tiap dua minggu sekali. Kecamatan Pa’jukukang di sisi Timur daerah berjuluk Butta Toa (Tanah Tua) dipilih pada gelaran kali ketiga ini. “Semoga program MACAN bisa berdampak sangat baik untuk anak-anak. Tidak hanya di Kecamatan Pa’jukukang, tapi juga di kecamatan lainnya.” harap Ketua FABT, Muhammad Fadli Tamsir.

Sesi kali ini dalam rangka meningkatkan kemampuan anak berbicara di depan umum (Public Speaking). Anak-anak yang hadir antusias mengikuti hingga akhir sesi. Menampilkan kemampuannya mendongeng, ceramah serta menceritakan pengalamannya masing-masing.

Awalnya anak-anak terlihat kurang percaya diri, disinilah peran aktif FABT memberikan masukan dan mencontohkan agar anak lebih bersemangat. Rasa percaya diri pada anak perlahan muncul dan pada akhirnya dapat berbicara layaknya anggota FABT itu sendiri.

Satu contoh, Andi Ima yang masih berusia 5 tahun. Dibanding anak lainnya, punya rasa percaya diri luar biasa dan mampu berbicara di depan umum. Dirinya bercerita sebuah dongeng yang pernah diceritakan kepadanya. “Dongeng yang saya ceritakan tadi kakak adalah dongeng yang selalu diceritakan oleh Ibu saya sebelum saya tidur.” tuturnya.

Anggota FABT lainnya beranggapan bahwa anak-anak di Kecamatan Pa’jukukang memiliki kemampuan luar biasa yang patut diasah dan terus dikembangkan. “Jika dilihat dari keberadaan kita yang sudah 3 kali pertemuan di Kecamatan Pa’jukukang, anak-anak disini punya bakat luar biasa serta memiliki kepercayaan diri. Hanya saja tidak terbiasa untuk mengeksplore apa yang dimiliki.” ungkap Shelby. (AMBAE)