Satu-satunya Provinsi di Luar Jawa, Sulsel Raih Penghargaan APE Kategori Mentor

34

Jakarta (kla.id)
Provinsi Sulawesi Selatan menerima penghargaan Anugerah Parahita Ekapraya (APE) tahun 2018. Ini merupakan bentuk apresiasi Presiden RI bagi kementrian/lembaga dan provinsi maupun kabupaten/kota yang memiliki komitmen tinggi terhadap pembangunan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak yang dievaluasi setiap dua tahun.

APE kategori mentor ini diserahkan langsung Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla di istana wakil presiden, Jakarta, Rabu (19/12/2018).
Anugerah Parahita Ekapraya tahun 2018 menjadi kado akhir tahun yang cukup membanggakan bagi Gubernur Sulawesi Selatan Prof Dr HM Nurdin Abdullah, M.Agr yang hadir dan menerima langsung penghargaan tersebut.
Setelah tiga kali berturut-turut meraih kategori utama, akhirnya tahun ini Sulawesi Selatan menjadi satu-satunya provinsi di luar Jawa yang berhasil mendapatkan APE dengan kategori mentor. Ini adalah kategori tertinggi setelah pratama dan madya. Provinsi yang juga meraih kategori mentor adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.
Anugerah Parahita Ekapraya tahun 2018 menjadi kado akhir tahun yang cukup membanggakan bagi Gubernur Sulawesi Selatan Prof Dr HM Nurdin Abdullah, M.Agr yang hadir dan menerima langsung penghargaan tersebut.
Setelah tiga kali berturut-turut meraih kategori utama, akhirnya tahun ini Sulawesi Selatan menjadi satu-satunya provinsi di luar Jawa yang berhasil mendapatkan APE dengan kategori mentor. Ini adalah kategori tertinggi setelah Utama . Provinsi yang juga meraih kategori mentor adalah Jawa Timur, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta.
Gubernur Sulawesi Selatan, HM Nurdin Abdullah menyampaikan terima kasih atas kerja keras dan dukungan seluruh OPD dan stakeholders terkait yang telah banyak memberikan sumbangsih atas pencapaian ini.
Ia juga mengingatkan untuk senantiasa tidak berpuas diri dengan tetap memberikan seluruh potensi daerah bagi kesejahteraan masyarakat Sulawesi Selatan, baik laki-laki, perempuan, lansia, disabilitas, maupun kelompok rentan lainnya.
“Kita ingin memastikan seluruh proses dan hasil pembangunan senantiasa bermanfaat bagi seluruh masyarakat dengan mengedepankan prinsip ‘No one left behind’ tidak ada satu orang pun yang tertinggal,” ungkapnya.
Kabid Data dan Informasi Gender dan Anak DPPPA Sulsel, Suciati Sapta Margani menjelaskan, penghargaan ini menjadi sebuah karunia sekaligus ujian dan tantangan. Ujian dan tantangannya adalah apakah Provinsi Sulsel dapat mempertahankan capaian pembangunan yang lebih responsif gender ke depan.
“Hal ini menuntut komitmen, sinergi, dan kolaborasi yang lebih tinggi dari seluruh pihak di berbagai sektor pembangunan,” tuturnya Rabu ,(19/12/2018).
Menurutnya, yang sangat membanggakan adalah 15 kabupaten/kota di Sulsel juga berhasil memperoleh penghargaan APE.
“Untuk kategori utama diraih oleh Luwu Timur, Sinjai, Sidrap. Untuk kategori madya diraih oleh Makassar, Maros, Soppeng, Wajo, Bone, Luwu, Bantaeng, Bulukumba dan Parepare. Sementara kategori pratama diraih Pangkep, Selayar, Luwu Utara,”