Seminar Naskah Akademis Dan Raperda Kabupaten Layak Anak Kabupaten Sekadau

62

 

Foto Dalam Kegiatan Seminar Kabupaten Layak Anak Di Kantor Bupati   Sekadau, Jalan Merdeka Timur KM. 9.

Sekadau (kla.id) – Seminar  Akhir Pekerjaan Kajian Naskah Akademis Tentang Kabupaten Layak Anak, yang merupakan Penyusunan Peraturan daerah Kabupaten Layak Anak adalah Komitmen Pemerintah Daerah dalam mewujudkan Kabupaten Sekadau menjadi layak anak, dimana Payung hukum ini harus dibuat untuk menjadi acuan dalam pelaksanaan pemenuhan hak dan perlindungan anak di Kabupaten Sekadau baik Lembaga Pemerintah maupun Non Pemerintah. Kegiatan ini di hadiri 45 peserta undangan dari organisasi perangkat daerah terkait.

Kepala Dinas Sosial, Pemberdayaan Perempuan  dan Perlindungan Anak Kabupaten Sekadau H. SUHARDI, S.Sos.,MM berharap dengan adanya Perda Kabupaten Layak Anak dan dengan dukungan penuh dari Pemerintah Daerah serta seluruh masyarakat Sekadau, kami optimis Kabupaten Sekadau bisa menjadi Kabupaten Layak Anak ujarnya di Ruang Rapat Bupati, jalan Merdeka Timur Km. 9, (27/6).

Wakil Bupati Sekadau “ALOYSIUS, S.H., M.Si” menyampaikan kepada para tamu undangan yang hadir, Sebagai acuan atau referensi bersama Pemerintah Kabupaten Sekadau dan DPRD Kabupaten Sekadau dalam penyusunan dan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang Kabupaten Layak Anak, “Kegiatan Naskah akademik tujuannya tentu agar tercipta komitmen bersama antara Pemerintah, Keluarga Masyarakat dan Dunia Usaha dalam mewujudkan pembangunan yang peduli terhadap hak, kebutuhan, dan kepentingan terbaik untuk anak. Kegiatan ini juga bertujuan untuk  mengkaji dan meneliti secara akademik pokok – pokok materi yang harus ada dalam rancangan Peraturan Daerah sebagai pedoman perumusan pokok pikiran, alur sistimatik, Konsep – konsep, Asas – asas, dan Norma – norma hukum dalam memformulasi Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Sekadau tentang Kabupaten Layak Anak, yang meliputi :

  1. Merumuskan permasalahan yang dihadapi dalam upaya untuk meningkatkan kesejahteraan bagi anak di Kabupaten Sekadau serta cara-cara mengatasi permasalahan tersebut;
  2. Merumuskan permasalahan hukum yang dihadapi sebagai alasan penetapan Rancangan Peraturan Daerah Kabupaten Layak Anak sebagai dasar hukum penyelesaian atau solusi permasalahan dalam urusan mewujudkan kesejahteraan dan menjamin hak maupun tumbuh kembang anak secara optimal di Kabupaten Sekadau;
  3. Merumuskan pertimbangan atau landasan filosofis, sosiologis, yuridis bagi Peraturan Daerah Kabupaten Layak Anak; dan
  4. Merumuskan sasaran yang akan diwujudkan, ruang lingkup pengaturan, jangkauan, dan arah pengaturan dalam Peraturan Daerah Kabupaten Layak Anak”.

Pembicara pada Seminar Akhir Pekerjaan Kajian Naskah Akademis Tentang Kabupaten Layak Anak Diantaranya menurut “Turiman , S.H, M.HUM” mengatakan dalam penyusunan Naskah Akademis ini dilakukan dengan beberapa pendekatan pokok syarat utama untuk menjadi sebuah Kabupaten/ Kota Layak Anak (KLA) pertama, harus memenuhi 24 indikator yang dikeluarkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Kedua, agar program tersebut terintegrasi, harus diikat dengan sebuah rencana aksi daerah Kabupaten Layak Anak (KLA) dan agar program ini terus berkelanjutan maka harus diikat melalui Peraturan Daerah (Perda).

“Untuk mewujudkan itu, kuncinya ada di koordinasi antara Asda Pembangunan, Disdukcapil, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, dan P2TP2A (yang menangani kekerasan) dengan melibatkan unsur masyarakat, dunia Usaha, media dan forum anak,” kata bagian dari tim LPPM Untan Pontianak ini.

Kunci dari sebuah kabupaten layak anak diwujudkan adanya Sekolah Ramah Anak, Puskesmas Ramah Anak, Rute Aman Selamat ke Sekolah dan semua anak di Sekadau harus memiliki Akta Kelahiran, dan yang terpenting mereka dengan mudah mengakses informasi layak anak ungkapnya.

Dalam sebuah daerah dikatakan sebagai Kabupaten Layak Anak (KLA) ada lima diantaranya yaitu, Pratama, Madya, Nindia, Utama dan level terakhir yakni KLA itu sendiri. Sementara Kabupaten Sekadau baru menuju dan membutuhkan proses yang sangat panjang untuk melakukan berbagai persiapan meraih penghargaan kategori Pratama.

Namun yang sangat membanggakan bagi Sekadau karena Presiden Forum Anak Kalimantan Barat “MARKUS PERI ANGGARA” Periode Tahun 2016  itu berasal dari Kabupaten Sekadau. Potensi – potensi untuk ke arah (KLA) sebenarnya sudah ada, tinggal bagaimana mengemasnya, “Harapannya, Sekadau terwujudnya Perda Kabupaten Layak Anak ini menjadi inisiatif mereka,” tutup (I’mam).