Sinergitas Strategi Perlindungan Perempuan dan Anak melalui “GARDU TANGKAS PERAK”

51

Dompu~NTB Kla.id, GARDU TANGKAS PERAK (Gerakan Terpadu Tangani Kekerasan Perempuan dan Anak) merupakan sebuah gerakan dari jaringan atau Kelompok Warga yang berasal dari Unsur Masyarakat Tingkat Desa dan Kelurahan yang bekerja secara terkoordinasi dan didukung oleh Pemerintah dan Seluruh Lembaga Terkait Lain seperti, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPPA) Kabupaten Dompu sebagai leading sector, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Kantor Kemenag, dan lain~lain.
Gardu Tangkas Perak merupakan ujung tombak untuk melakukan upaya~upaya pencegahan dengan membangun kesadaran masyarakat agar terjadi perubahan pemahaman, sikap dan perilaku yang memberikan perlindungan terhadap perempuan dan anak. GARDU TANGKAS PERAK juga berperan dalam hal identifikasi dini dan pelayanan terhadap kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak.

Dari Hasil Analisis Kepala Dinas PPPA Kabupaten Dompu HJ. DARYANTI KUSTILAWATI, SE.M.Si menyemukakan “beberapa kondisi yang menyebabkan peningkatan Jumlah Kasus terhadap perempuan dan anak di Wilayah Kabupaten Dompu adalah sebagai berikut ;
1) Program/Kegiatan Pemerintah maupun Pihak Terkait lainnya dalam hal pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak belum menyentuh sampai lapisan masyarakat paling bawah.
2) Belum optimalnya fungsi Lembaga~Lembaga yang menangani Pencegahan maupun Pelayanan Korban Kekerasan terhadap perempuan dan anak
3) Kurangnya kesadaran dari para Korban dan/atau keluarganya untuk melaporkan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak

Dari kondisi tersebut, UMI YAT menyampaikan “harapan di masa yang akan datang terhadap kekerasan yang terjadi pada perempuan dan anak adalah sebagai berikut ;
1) Menurunnya Jumlah Kekerasan terhadap perempuan dan anak
2) Sinergi dari Pihak Pemerintah dan Pihak~Pihak Terkait Lain sehingga pencegahan maupun pelayanan terhadap kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak dapat berjalan optimal
3) Meningkatnya kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pencegahan dini dan pelayanan terhadap kekerasan pada perempuan dan anak”.

“Dari beberapa kondisi dan harapan tersebut diatas, maka diperlukan sebuah inovasi berupa strategi untuk melakukan pencegahan dan meningkatkan pelayanan terhadap korban kekerasan pada perempuan dan anak”. Lanjut UMI YAT
Oleh karena itu Inovasi kegiatan yang dapat dilakukan pada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Dompu adalah ”Strategi Perlindungan Perempuan dan Anak melalui GARDU TANGKAS PERAK (Gerakan Terpadu Tangani Kekerasan Perempuan dan Anak)”

Dalam membangun Sinergitas Strategis Perlindungan Perempuan dan Anak melalui GARDU TANGKAS PERAK di Kabupaten Dompu, melaksanakan Rapat Strategi Perlindungan Perempuan dan Anak (18/07~2019) dengan menghadirkan (1) Kepala Dinas PMPD Kab. Dompu; (2) Kepala Dinas Sosial Kab. Dompu; (3) Kepala Dinas PPKB Kab. Dompu; (4) Kepala Dinas Kesehatan Kab. Dompu; (5) Kepala Kantor Kementerian Agama Kab. Dompu; (6) Camat Woja; (7) UPPA Polres Dompu; (8) LPA Kab. Dompu; (9) NGO/YBC; dan (10) Pejabat Struktural beserta Staf Dinas PPPA Kab. Dompu

Sehubungan dengan point-point tersebut diatas, maka dapat disampaikan saran tindakan dalam rangka mengatasi persoalan kekerasan terhadap perempuan dan anak sebagai berikut;
1. Memfasilitasi dan memberikan dukungan kepada masyarakat untuk membentuk GARDU TANGKAS PERAK di Kelurahan Kandai Dua;
2. GARDU TANGKAS PERAK pada awal ini bukan sebuah Lembaga bentukan baru, namun merupakan pengembangan dari Lembaga yang telah ada di Tingkat Desa dan Kelurahan.
3. GARDU TANGKAS PERAK didukung Personil/Sumber Daya Manusia Profesional yang berasal dari Pemerintah dan Seluruh Lembaga Terkait lain seperti, Dinas PPPA sebagai leading sector, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Kantor Kemenag, dan lain~lain.
4. Adapun Tugas pokok GARDU TANGKAS PERAK ini ialah; (a) Mencegah Kekerasan terhadap perempuan dan anak melalui; Pemberian Informasi Sosialisasi dan Pendidikan tentang norma sosial; dan Praktik Budaya yang menerima, membenarkan atau mengabaikan kekerasan; Membangun sistem pada Tingkat Komunitas dan Keluarga yang mendukung relasi yang aman untuk mencegah kekerasan (peer to peer aproach); meningkatkan keterampilan hidup dan ketahanan diri perempuan dan anak dalam mencegah kekerasan (b) Menanggapi kekerasan => yang mengacu pada langkah~langkah yang dilakukan untuk mengidentifikasi, menolong, dan melindungi perempuan dan anak yang menjadi korban kekerasan termasuk akses terhadap keadilan bagi korban dan pelaku Anak.

Fakta~Fakta yang mempengaruhi Membangun Strategi Sinergitas Perlindungan Perempuan dan Anak melalui GARDU TANGKAS PERAK adalah sebagai berikut ‘
1. Angka kekerasan terhadap perempuan dan anak dalam kurun waktu 2 tahun terakhir mengalami peningkatan, sebagai berikut; Kekerasan terhadap Anak Tahun 2017 (88), Tahun 2018 (92), Tahun 2019 per Juni (86); sedangkan Kekerasan terhadap Perempuan Tahun 2017 (67), Tahun 2018 (147), Tahun 2019 per Juni (160)
2. Banyaknya Program/Kegiatan dalam hal pencegahan maupun penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak dilakukan secara sendiri~sendiri oleh masing~masing OPD terkait maupun pihak-pihak lainnya. Tidak adanya sebuah sistem yang dilakukan secara terintegrasi menyebabkan program/kegiatan tersebut tidak membawa dampak/pengaruh yang diharapkan.
3. Terbatasnya Sumber Daya Manusia Profesional yang memiliki kapasitas khusus untuk melakukan pencegahan dan menanggapi kekerasan terhadap perempuan dan anak.
4. Keluarga maupun masyarakat banyak yang belum mengetahui dan memahami sistem pengaduan dan penanganan serta rujukan pelayanan pada kasus kekerasan yang terjadi terhadap perempuan dan anak. [D’Ratul/DP3A Dpu]