Situasi Anak di Daerah Bencana

195

Bencana yang disertai dengan pengungsian sering menimbulkan masalah terhadap anak. Akibat bencana selalu terjadi kedaruratan di semua aspek kehidupan. Untuk mengurangi dampak bencana terhadap anak, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan pada saat pra-bencana, dan pasca-bencana.

Pada saat pra-bencana yang perlu mendapatkan perhatian dan kajian lebih lanjut adalah:

1.
1. Pemetaan lokasi rawan bencana.
2. Penentuan lokasi yang menjadi tempat pengungsian.
3. Penentuan rute ke lokasi pengungsian.
4. Pelatihan pengenalan tanda-tanda alam dan peringatan dini.
5. Pelatihan kesiap-siagaan di tingkat keluarga dan lingkungan.
6. Pelatiahan penangan terhadap anak oleh tenaga guru, kesehatan, pariwisata, dan petugas keamanan.
7. Pengembangan media informasi tentang bencana.
8. Simulasi peran pada saat terjadi bencana dan pasca bencana.
9. Penentuan peran terhadap orang yang mempunyai keahlian khusus seperti dokter, penjaga keamanan, dan perawat yang ada di komunitas.

Hal penting yang juga perlu diperkenalkan kepada setiap keluarga adalah konsep “Kotak Keselamatan.” Kotak keselamatan ini berisikan kebutuhan pokok keluarga selama tiga hari dan dokumen penting.

Pada saat terjadi dan pasca bencana yang perlu mendapatkan perhatian dan kajian lebih lanjut adalah :

1.
1. Perkiraan jumlah bayi, balita, dan ibu hamil yang menjadi korban bencana (meninggal, sakit, cacat) dan ciri–ciri demografinya.
2.Jumlah fasilitas kesehatan dan pendidikan yang berfungsi.
3. Ketersediaan fasilitas tempat bermain anak.
4. Ketersediaan pangan, sandang, dan papan.
5. Tenaga kesehatan dan pendidik yang masih melaksanakan tugas.
6. Kemampuan dan sumberdaya setempat.
7. Proses penyatuan dengan keluarga atau keluarga pengganti.
Akibat rusaknya fasilitas kesehatan, pendidikan, tempat bermain, dan rumah, serta tidak memadainya stok makanan anak, jumlah, jenis obat, alat kesehatan, dan terbatasnya tenaga kesehatan, pendidik, dan dana operasional pelayanan di lapangan, adalah timbulnya masalah yang dihadapi oleh anak yaitu :

1.

1. Masalah gizi.
2. Masalah kesehatan (penyakit menular).
3.Masalah pendidikan.
4. sanitasi lingkungan karena kurangnya persediaan air bersih, terbatasnya tempat penampungan pengungsi (papan) dan sandang, serta fasilitas bermain.
5. Terpisahnya anak dari orang tua, keluarga, dan komunitasnya.
6. Rentan terhadap tindak kekerasan, eksplotasi, dan perdagangan anak.