Soal Kelistrikan, Gubernur Pastikan Intens Monitoring

10
Nunukan (kla.id) – Ketersediaan listrik yang memadai, merupakan kebutuhan dasar masyarakat saat ini. Untuk itu, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara) sangat intens memonitoring perkembangannya setiap saat. Demikian disampaikan Gubernur Kaltara Dr H Irianto Lambrie saat menghadiri silaturahmi dan peninjauan Penerangan Jalan Umum (PJU) Swadaya di Gang Lumba-Lumba Lorong IV Kelurahan Nunukan Timur, Kecamatan Nunukan, Kabupaten Nunukan, Rabu (26/12) malam.

Monitoring progres ketersediaan kelistrikan di Kaltara itu, dilakukan Gubernur dengan menerima informasi terkini secara online dari pihak Perusahaan Listrik Negara (PLN) wilayah Kalimantan. Informasi itu disampaikan PLN person to person kepada Gubernur, secara berkala. “Awalnya, soal kelistrikan di Kaltara ini banyak kelurahan. Dari itu, saya berinisiatif untuk berkoordinasi dan memberitahukan persoalan ini kepada kementerian terkait,” urai Gubernur.

Yang pertama ditemui Irianto, adalah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM). “Dari hasil pertemuan dengan kedua menteri tersebut, respons dan perkembangannya masih lamban. Lalu alhamdulillah, saya akhirnya dapat bertemu langsung dengan Presiden (Joko Widodo) pada sebuah acara yang dihadiri Presiden. Saat itu, Presiden langsung memerintahkan Menteri BUMN untuk mengatasi masalah biarpet di sejumlah daerah di Kaltara,” ungkap Irianto. Hasilnya, Menteri BUMN saat itu, Rini Soemarno berkunjung ke Kaltara. Dari kunjungan tersebut, sejumlah persoalan kelistrikan secara progresif diatasi. Tak itu saja, bahkan Menteri BUMN memerintahkan pihak PLN untuk menyediakan pembangkit listrik untuk wilayah Krayan, Kabupaten Nunukan. “Saya juga bertemu dengan Dirut PLN, melalui rekomendasi Menteri BUMN terkait persoalan listrik di Tarakan. Dan, hasilnya kini pengelolaan listrik di Tarakan diambil alih PLN. Untuk Nunukan, PLN juga melakukan penambahan pembangkit untuk mengatasi persoalan biarpet. Termasuk daerah lainnya,” beber Gubernur.

Kepedulian Irianto terhadap keandalan listrik di Kaltara, masih tetap sama hingga saat ini. “Monitoring kelistrikan di Kaltara, juga saya pantau melalui berita-berita di Medsos. Apabila ada masalah, saya akan langsung menghubungi pihak PLN Kalimantan. Bahkan, saya sempat menegur keras pihak PLN karena lambannya upaya pengentasan masalah kelistrikan di Kaltara,” ulas Irianto.

Demi kemandirian ketersediaan listrik di Kaltara, sejumlah upaya penyediaan pembangkit listrik pun dilakukan. Baik yang bersifat distrik maupun wilayah se-Kaltara. “Dalam jangka panjang, menengah dan pendek, penanganan listrik akan dilakukan dengan visi yang jelas. Untuk Nunukan misalnya, sudah dibahas di KSP (Kantor Staf Kepresidenan) dalam pertemuan Pertamina dengan PLN soal pemanfaatan gas Blok Seimenggaris untuk PLTG di mulut tambang yang akan dibangun PLN. Transmisinya, akan diselesaikan pada 2020. Jalurnya hingga ke Tarakan, lewat jaringan kabel bawah laut,” papar Gubernur.

Selain itu, di Kaltara juga akan dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Sungai Kayan. Dimana, untuk tahap I akan dibangun PLTA berkekuatan 900 Megawatt. “Insya Allah, Februari tahun depan sudah dimulai konstruksinya oleh PT KHE (Kayan Hydro Energi),” jelas Irianto. Ada 5 bendungan untuk PLTA yang akan dibangun PT KHE di Sungai Kayan. Total daya yang dihasilkan dari ke-5 bendungan itu, sekitar 9 ribu MW.

Sementara itu, terkait dengan penyediaan PJU swadaya di Gang Lumba-Lumba, Gubernur mengaku terharu dan mengapresiasi langkah yang diinisiasi warga juga sejumlah tokoh masyarakat di Nunukan tersebut. “Saya terharu dengan inovasi dan motivasi masyarakat disini. Tak semua masyarakat dapat melakukannya. Sekali lagi, saya sampaikan terima kasih dan apresiasi atas upaya ini,” tutup Gubernur.

(humas)