Susun Rencana Pembangunan 2018, Sintang Gelar Musrenbang

400

Sintang, (kla.or.id) – Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) adalah uang dimana persoalan dan isu pembangunan daerah dibahas dan disepakati secara bersama baik antara Pemerintah, Dunia Usaha dan Civil Society. Output dari forum ini adalah RKPD sebagai terjemahan tahunan dari RPJMD. RKPD tahun 2018 adalah RKPD tahun ke 3 RPJMD Kabupaten Sintang periode 2016-2021. Demikian disampaikan Bupati Sintang H. Jarot Winarno saat membuka Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Tingkat Kabupaten Sintang di Gedung Pancasila pada Rabu, 15 Maret 2017. (15/03)

“Tahun ke-3 RPJMD kita sebut sebagai tahap percepatan artinya melakukan optimalisasi terhadap seluruh program dan kegiatan yang menjadi fokus pembangunan daerah. Adapun fokus pebangunan daerah kita yang saya sebut sebagai Prime Mover Pembangunan ada 7 yaitu Membangun Kabupaten Sintang Dari Pinggiran, Penataan dan Pemekaran Wilayah, Melakukan Hilirisasi Produk, Meningkatkan Aksesibilitas Terhadap Sumber Daya Listrik, Menangani Kegawatdaruratan Infrastruktur Serta Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan Yang Baik dan Bersih. Semestinya substansi RKPD tahun 2018 memuat berbagai kebijakan dan strategi untuk mempercepat pelaksanaan Prime Mover Pembangunan Daerah kita” terang H. Jarot Winarno.

Bupati Sintang menambahkan jika kita konsisten dengan filosofi otonomi daerah yaitu bringing the state closer to the people atau mendekatan pemerintahan kepada masyarakat, maka dalam menyusun RKPD tahun 2018, ada empat aspek yang harus kita pastikan untuk dilakukan, Pertama; apa yang akan kita kerjakan harus benar-benar konsisten dengan kebutuhan masyarakat artinya 7 Prime Mover Pembangunan menuntut konsistensi kita selaku pelaksana pembangunan daerah agar tercipta kesejahteraan dan daya saing daerah. Kedua; apa yang akan kita lakukan merupakan kelanjutan dari yang sudah kita kerjakan sebelumnya. Kita harus memastikan ada konstinyuitas antara apa yang sudah dan yang akan dilakukan ke depan, sehingga capaian program di dapat dengan optimal. Sangat keliru dan rugi besar kalau kita bekerja setengah-setengah atau tidak tuntas terhadap program-program pembangunan daerah. Ketiga; apa yang hendak kita kerjakan agar dipastikan adanya sumber pembiayaan untuk mewujudkannya. Tidak ada artinnya daftar prioritas program dan kegiatan, tetapi tidak mendapat alokasi anggaran sehingga menjadi tidak di implementasikan. Mimpi pembangunan yang baik adalah dapat diwujudkan menjadi kenyataan sehingga membawa dampak positif untuk masyarakat. Keempat; apa yang kita kerjakan harus dijiwai sinergisitas, baik antar jenjang pemerintahan di Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Desa, maupun antara Pemerintah dengan Komponen Civil Society. dengan demikian seluruh energi pembangunan dapat dihimpun dan di dayagunakan untuk menyelesaikan berbagai masalah pembangunan yang kita hadapi.

Saya mengajak kita semua menyatukan persepsi tentang berbagai masalah pembangunan Kabupaten Sintang untuk kemudian menjadi agenda pokok dibahas dalam Forum Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) pada hari ini. Angka kemiskinan Kabupaten Sintang masih sektar 36 ribu jiwa  penduduk. Ketahanan pangan kita rendah, karena produktivitas padi hanya mencapai 2,67 ton per hektar. Rata-rata lama sekolah penduduk kita baru 6,7 tahun atau setara dengan kelas 1 SMP. Kekurangan dan penyebaran guru masih sangat timpang. Masyarakat cukup rentan terhadap berbagai penyakit dan angka kematian bayi tergolong tinggi, yakni 30 per 1000 kelahiran hidup. persentase rumah tangga pengguna air bersih baru 5,24% sedangkan listrik hanya 58,20%. sampai saat ini, masalah paling serius terlihat di bidang infrastrukur jalan dan jembatan. sekitar 60% jalan kondisinya rusak, 74% permukaan jalan adalah tanah dan 50% jembatan tidak fungsional, sehingga sangat menggangu mobilitas orang dan barang. menghadapi semua masalah tersebut adalah stop comlaining but go solve problem. Kita harus mampu melihat celah yang mungkin kita tempuh untuk melakukan sesuatu sehingga dapat menyelesaikan masalah tersebut. Kerja keras yang tiada henti serta pengorbanan yang tulus harus kita wujudkan. Kita harus yakin dengan terus bekerja dan memupuk kebersamaan, pastilah dapat mencapai masyarakat Kabupaten Sintang yang cerdas, sehat, maju, religius dan sejahtera. Kepada Bapak Gubernur Kalimantan Barat, saya sangat berharap agar program singkronisasi guna memperkuat konektivitas wilayah antara Pemerintah Provinsi dengan Pemerintah Kabupaten Sintang terus dilanjutkan dan diperluas sehingga kita dapat mendorong kemajuan daerah menjadi semakin berdaya saing dan keeejahteraan berkualitas.

Asisten Administrasi Perekonomian dan Pembangunan Robertus Isdius mewakili Gubernur Kalbar mengharapkan agar Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Sintang bisa merancang rencana pembangunan sesuai prioritas yang ingin dicapai pada Tahun 2018. “Mari kita menjadi Aparatur Sipil Negara inovatif dan kreatif supaya tugas dan pekerjaan menjadi efektif. Laksanakan pekerjaan sesuai aturan supaya terhindar dari kesalahan yang terjadi. Segera di koordinasikan dan di integrasikan kegiatan pembangunan yang bisa dibiayai oleh Pemerintah Provinsi  Kalimantan Barat dan Pemerintah Pusat. Kepada semua pihak, berikan saran dan masukan terhadap rencana pembangunan yang akan disusun nanti. Susun perencanaan dari bawah ke atas, jangan dari atas ke bawah” pinta Robertus Isdius. (SS-MR)