Suyatno Tantang Kwarcab Bantaeng Adakan Perkemahan Gelap

155
Orientasi MABI dan ANDALAN Pramuka Kwarcab Bantaeng hadirkan Kapusdiklatnas Gepra.
Suyatno sampaikan materi di hadapan MABI dan ANDALAN Kwarcab Bantaeng (10/11/2018).

Bantaeng (kla.id)
Minggu (11/11). Gerakan Pramuka Kwartir Cabang (Gepra Kwarcab) Bantaeng menggelar Orientasi MABI dan ANDALAN Bantaeng di Tribun Pantai Seruni Bantaeng, Sabtu, 10 November 2018. Kegiatan ini diikuti ratusan peserta mulai dari Kwarcab hingga Kwarran (Kwartir Ranting) di tingkat kecamatan.

Sementara pembicara utama, Kwarcab Bantaeng menghadirkan Prof Suyatno sebagai Kepala Pusat Pendidikan dan Latihan Nasional (Kapusdiklatnas) Gepra. Dirinya memaparkan banyak hal bagaimana seorang pembina pramuka memajukan kepramukaan di era kekinian.

“Beranikah Bantaeng melaksanakan perkemahan yang gelap-gelap? Jangan cuma yang bersinar saja terus dibina”, tegasnya.

Terang atau bersinar diasumsikan pelajar yang memiliki perestasi. Selama ini perkemahan pramuka pada umumnya hanya mengikut sertakan itu-itu saja, kata dia. Sementara yang gelap (pelajar yang dianggap nakal ataupun tidak berprestasi) tidak pernah dilibatkan.

Padahal lanjut Suyatno, sering dikatakan “didiklah dari yang gelap jadi temarang”. Pendidikan di Indonesia sampai saat ini masih beraifat segitiga. Untuk itu dia menantang Kwarcab Bantaeng mulai berinovasi, misalnya 50:50 peserta perkemahan dari yang gelap dan terang.

“Tapi jangan memberi nama yang tidak bagus seperti Perkemahan Gelap. Beri nama misalnya Perkemahan Perwira, Perkemahan Utama atau nama lain”, ujarnya disambut tepuk pramuka.

Melalui kegiatan ini diharapkan akan muncul inovasi baru pada Gerakan Pramuka di Bantaeng. Sebelumnya Wakil Bupati Bantaeng, H Sahabuddin saat pembukaan mengatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Bantaeng merespon sepenuhnya program dan kegiatan pramuka di Bantaeng selama masa kepemimpinannya 5 tahun mendatang.

Hal senada juga disampaikan Bupati Bantaeng, H Ilham Azikin beberapa waktu lalu. Harapan terbesarnya, pramuka dapat menjalin sinergitas lebih baik dengan Pemerintah khususnya OPD dalam mensinkronkan program kedua pihak. (AMBAE)