Tahun Ketiga Gelaran Assare Dihadiri Puluhan FAD se-SulSel

205
Assare 3.0 merupakan kegiatan ketiga kalinya dilaksanakan FABT tiap bulan suci Ramadhan.
Penyerahan hadiah bagi peserta terbaik Assare 3.0 (05/06/18).

Bantaeng(kla.id)

Jum’at (07/06/2018). Forum anak Butta Toa (FABT) Kabupaten Bantaeng kembali gelar Assare (Ajang Silaturahmi dan Share Rezeki) bertajuk Assare 3.0. Sama halnya tahun 2017 dipusatkan di Balai Kartini Bantaeng, Selasa (05/06/2018). Namun tahun ini jauh berbeda, dimana dihadiri puluhan tamu kehormatan yang tergabung dalam Forum Anak Daerah yang tersebar di 23 Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan.

Sementara pesertanya dari kalangan pelajar tingkat SMP dan SMA serta Anggota Forum Anak Kecamatan se-Kabupaten Bantaeng. Selain itu juga dihadiri aparat Pemerintahan daerah ini diantaranya Kepala Bagian Pemerintahan Sekretariat Daerah Kabupaten Bantaeng, Joni Tambing sekaligus membuka secara resmi yang ditandai pemukulan bedug sebanyak tiga kali.

Joni tambing mengapresiasi kegiatan yang seluruhnya diprakarsai dan dikelola FABT. Bahkan patut diacungi jempol katanya, karena berhasil menjalin kerja sama apik bersama Dinas PMD, PP dan PA Kabupaten Bantaeng, Tim Penggerak PKK Kabupaten Bantaeng, Puspaga Butta Toa Kabupaten Bantaeng dan PATBM Kabupaten Bantaeng.

Rangkaian kegiatan berupa Pesantren Kilat, Pengajian, Pentas Seni Islami, Fun Game dan Nonton Bareng. Kegiatan berlangsung hingga jelang saat Berbuka Puasa Bersama. Tentu saja FABT manfaatkan kesempatan ini untuk berbagai takjil di sepanjang jalan-jalan protokol Kabupaten Bantaeng. Takjil dibagikan kepada tukang becak dan sejumlah warga yang melintas ataupun ditemui di sepanjang titik yang mereka datangi.

Berlanjut Ceramah Islamiah, Do’a Bersama, Buka Puasa Bersama dan Shalat Berjama’ah. Khusus rangkaian ini, FABT hadirkan Muballigh kondang KH Arifuddin Lc yang juga adalah Kepala KUA Kecamatan Pa’jukukang.

Ketua FABT, Muhammad Fadhli Tamsir berharap kegiatan ini bisa berkesan baik bagi anak-anak. Menurutnya kegiatan yang dilaksanakan sehari ini dapat tersimpan dalam hati untuk selamanya. “Kita tidak perlu yang megah-megah untuk membangun keakraban dan mendapatkan kesan yang baik. Cukup degan hal sederhana saja tetapi dengan niat dan usaha yang baik, kegiatan akan berhasil baik pula.” tuturnya.

Pada kesempatan sama, Chandra sebagai peserta terbaik Assare 3.0 mengungkapkan, “Alhamdulillah kegiatannya sangat seru dan tidak membosankan. Saya pikir pesantren kilat itu seperti pesantren kilat biasanya, ternyata diluar ekspektasi saya.”

Panitia mengemas kegiatan ini mampu menyatukan perbedaan dan juga mampu membuat peserta, tamu FAD dan panitia berbaru satu sama lain. Hal ini dirasa sesuai dengan tema “Tebar Kepedulian Ciptakan Kebersamaan”. tutup Chandra. (AMBAE)