Thorig Husler Target Wujudkan Luwu Timur Jadi Kabupaten Layak Anak

36

Malili (kla.id)

Bupati Luwu Timur, Thorig Husler berkomitmen mewujudkan Kabupaten Layak Anak (KLA) di Luwu Timur, Sulawesi Selatan (Sulsel).

Itu disampaikan Husler kepada tim verifikasi dan evaluasi Kabupaten Layak Anak saat kunjungan lapangan di Kabupaten Luwu Timur, Jumat (21/6/2019).
Komitmen itu dituangkan dalam peraturan daerah nomor 3 tahun 2014 tentang sistem perlindungan anak. Kemudian peraturan bupati nomor 57 tahun 2017 tentang kebijakan kabupaten layak anak.

Selain itu, keputusan bupati nomor 92/II/tahun 2017 tentang pembentukan gugus tugas kabupaten layak anak serta beberapa kebijakan lainnya.

Itu disampaikan Husler kepada tim verifikasi dan evaluasi Kabupaten Layak Anak saat kunjungan lapangan di Kabupaten Luwu Timur, Jumat (21/6/2019).

Komitmen itu dituangkan dalam peraturan daerah nomor 3 tahun 2014 tentang sistem perlindungan anak. Kemudian peraturan bupati nomor 57 tahun 2017 tentang kebijakan kabupaten layak anak.

Selain itu, keputusan bupati nomor 92/II/tahun 2017 tentang pembentukan gugus tugas kabupaten layak anak serta beberapa kebijakan lainnya.

“Kebijakan dan regulasi kami hasilkan memang ditujukan untuk mendukung daerah ini sebagai kabupaten layak anak,” kepada TribunLutim.com, Sabtu (22/6/2019).

“Kami sangat berharap masukan dan saran dari tim evaluasi dan verifikasi,” imbuhnya.

Menurut Husler, keberhasilan kabupaten layak anak apabila ada sinergitas semua pihak, baik sektor pemerintah maupun swasta.

Asosiasi Perusahaan Sahabat Anak Indonesia (APSAI) Kabupaten Luwu Timur sudah terbentuk sebagai mitra strategis dapat membantu pemerintah dalam mendukung terjaminnya pemenuhan hak-hak anak.

Ketua tim verifikasi dan evaluasi kabupaten layak anak, Nanang A Chanan mengatakan kegiatan untuk mengetahui sejauh mana intervensi pemerintah daerah, unsur terkait mendukung terwujudnya kabupaten layak anak.

“Evaluasi ini bukan kontes, evaluasi ini bukan penilaian, tapi kami harapkan ada inovasi dari rencana aksi untuk mewujudkan kabupaten layak anak,”