Turnamen Sepak Bola Mini Jadi Ajang Kampanye Stop Perkawinan Anak

191

Bulukumba, KLA.ID

Dalam rangka menjalin keakraban diantara anak-anak dan remaja di dua Kelurahan, sejumlah anak-anak Kelurahan Jalanjang dan Kelurahan Matekko Kecamatan Gantarang menggagas Turnamen Sepak Bola Mini yang di laksanakan di Lapangan Sepak Bola Mini Lingkungan Sapiri, Kelurahan Jalanjang, Kecamatan Gantarang, Kabupaten Bulukumba. Turnamen itu juga sebagai sarana mengkampanyekan Program Stop Perkawinan Anak di Kelurahan Jalanjang dan Kelurahan Matekko.

Turnamen Sepak Bola Mini yang diikuti oleh empat puluh tim dari berbagai tim dalam wilayah Kabupaten Bulukumba, Bantaeng dan Sinjai itu dibuka oleh Andi Hamzah Pangki Ketua DPRD Bulukumba, Minggu 18 November 2018.

Sebelum membuka laga tersebut, Ketua DPRD Bulukumba itu menyatakan apresiasinya terhadap upaya yang dilakukan oleh anak-anak Jalanjang dan Matekko. Dia menilai, upaya untuk menghindarkan anak-anak dan remaja dari pergaulan negatif harus diapresiasi.

“Upaya semacam ini adalah langkah awal mengarahkan anak-anak kita untuk berprestasi,” kata Andi Hamzah Pangki yang juga Ketua LPMK Jalanjang itu.

Sementara itu, Hj. Umrah Aswani Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bulukumba menilai Turnamen Sepak Bola Mini yang digagas anak-anak Jalanjang dan Matekko itu sangat membantu Pemerintah Kabupaten Bulukumba untuk memenuhi indikator Kabupaten Layak Anak. “Anak-anak kita harus meraih prestasi dan jangan dulu berpikir untuk menikah di usia yang masih belia,” ujar Hj. Umrah Aswani.

Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Bulukumba itu sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan oleh Pemerintah Kelurahan Jalanjang yang telah memberi ruang kepada anak-anak di Kelurahan itu maupun wilayah kelurahan tetangganya. Apalagi, Kelurahan Jalanjang belum lama ini telah mencanangkan Kampanye Stop Perkawinan Anak.

Sementara itu Ahmad Yusri, Lurah Jalanjang menyampaikan, bahwa Turnamen Sepak Bola Mini yang diikuti oleh puluhan tim itu merupakan tindak lanjut pelaksanaan Kampanye Stop Perkawinan Anak yang telah dicanangkan pihaknya beberapa waktu lalu. Dia berharap agar Turnamen ini bisa menjadi ajang untuk memberikan pemahaman kepada Masyarakat dan anak-anak pada khususnya untuk tidak lagi melakukan perkawinan dini dan memilih untuk berprestasi.

“Jika ingin menikah, menikahlah saat usia sudah matang,” katanya.(Muhajir Ganie)