UNNES Gandeng PT Charoen Pokphand Atasi Permasalahan Pendidikan

223

Brebes (www.kla.or.id) Masih adanya anak yang tidak sekolah dalam usia sekolah, lulusan dari SD dan SMP yang tidak melanjutkan, serta masih ada warga yang tidak bisa membaca, di Desa Parereja Kecamatan Banjarharjo Kabupaten Brebes menjadi sebuah persoalan kompleks. Demikian disampaikan oleh Wakim Selaku Kepala Desa Parereja di hadapan Tim Lembaga Penelitian Dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Universitas Negeri Semarang (Unnes) dan Manager Manager PT. Charoen Pokphand Jaya Farm dalam Focus Group Discussion (FGD), Kemarin

Persoalan pendidikan ini berdasarkan data dari hasil pendataan Sistem Informasi Pembangunan Berbasis Masyarakat (SIPBM). Hal ini pun menjadikan Kepala Desa Parereja meminta perhatian pihak Perguruan Tinggi Negeri di Jawa Tengah ini untuk fokus mengangkat masalah tersebut di desanya.
Wakim menjelaskan, perlu ada upaya yang harus dilakukan setelah menemukan data by name by addres dari sumber SIPBM tersebut. Data yang sudah terlihat, jika kemudian tidak dicarikan solusinya, akan sia-sia.
“Minimal ada kegiatan pembelajaran seperti adanya kelembagaan Pusat Kegiatan Belajar Mengajar (PKBM), Balai Latihan Kerja (BLK) dan juga adanya kegiatan yang mendukung upaya tuntas wajar pendidikan dasar di Desa Parereja ini,” jelasnya
Tim LP2M Unnes yang diwakili oleh DR.Isti Hidayah, M.Pd mengatakan, pihaknya akan berupaya memecahkan secara estafet, karena semua butuh proses yang harus diikuti.
“Mudah-mudahan bisa berhasil terutama untuk usulan intervensi Unnes dengan melibatkan Perguruan Tinggi di Brebes dan pihak CSR PT. Charoen Pokphand Jaya Farm ini,”
Kegiatan awal, lanjut Isti, ialah melakukan FGD terlebih dahulu, yakni proses pengumpulan informasi suatu masalah tertentu yang secara spesifik melalui diskusi kelompok. Posisi LP2M Unnes akan memanfaatkan skim program pengabdian kepada masyarakat kompetitif yang sesuai dari sumber Dirjenristekdikti dalam bentuk hibah pengabdian masyarakat dan pihak CSR nantinya mendukung di unsur yang lainnya, dan perguruan tinggi di wilayah Brebes untuk mendukung juga pada aspek penguat.
Bantuan kepada masyarakat bukan sekedar “given” tetapi dengan pemberdayaan masyarakat, partisipasi masyarakat, pembelajaran masyarakat, menuju kemandirian masyarakat.
“Dengan implementasi SIPBM di mana data bersumber dari, untuk dan nantinya warga yang aktif untuk bersama-sama mewujudkan kemandirian desanya, sekaligus untuk akselerasi IPM di desanya menjadi lebih kooperatif dan berkesinambungan,” paparnya.
Selanjutnya pihak Manager di PT. Charoen Pokphand, Endang Fuad mengatakan, pada prinsipnya pihaknya tidak menolak, dengan catatan pihak Unnes membuatkan proposal terlebih dahulu.
“Kami siap mengirimkan usulan ide yang terbaik dari pihak Unnes ini untuk nantinya berguna bagi kemajuan desa. Desa ini adalah wewenang CSR kami, sehingga jika ada usulan yang terbaik dan untuk kemajuan masyarkat desa, tim kami siap tindaklanjuti,” pungkasnya. (her1303)