Workshop Pembentukan Kelompok Remaja Untuk Pencegahan Kekersasan Terhadap Perempuan dan Anak serta Perkawinan Anak di Kabupaten Pangkep

405

Pangkep (kla.id)

Perempuan dan anak khususnya anak perempuan paling rentan mengalami kekerasan baik itu kekerasan fisik maupun Psikis. Kekerasan yang dialami oleh anak tidak hanya terjadi diluar rumah tetapi di dalam rumah pun anak sering mengalami kekerasan. Terkadang orang tua mengabaikan hak anak demi ego orang dewasa yang ingin memiliki sepenuhnya anak demi menjaga nama baik orang tua (keluarga). Namun terkadang orang tua mengabaikan kewajiban mereka terhadap anaknya terkhusus pada bidang pendidikan dan kesehatan.

Berdasarkan  fenomena tersebut, maka menjadi hal yang sangat penting untuk melibatkan anak remaja dalam menghentikan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Anak dan mencegah terjadinya Perkawinan Anak. LBH APIK Makassar melalui program Creating Speaces melaksanakan Workshop Pembentukan Kelompok remaja untuk Mencegah Terjadinya Perkawinan Anak di Café Logos jumat 5 Januari 2018.  Adapun Tujuan dilaksanakan workshop Pembentukan Kelompok Remaja adalah Anak Remaja Paham tentang haknya Sebagai anak, Terbentuknya Kelompok Remaja untuk Menghentikan Kekerasan Terhadap Perempuan dan Perkawinan anak dan Kelompok Remaja yang terbentuk dapat menyusun rencana strategi untuk mencegah terjadinya Perkawinan Anak.

Workshop Pembentukan Kelompok remaja untuk Mencegah Terjadinya Perkawinan Anak adalah wadah kegiatan program creating space  Bagi Remaja untuk memberikan informasi kepada teman sebaya  mengenai dampak yang ditimbulkan dari adanya pernikahan anak perempuan rentan terkena penyakit, Perempuan mengalami kekerasan, krisis ekonomi, ujar Nurhikmawati Alwi, salah satu peserta yang merupakan anggota Forum Anak Saudara Pangkep. Biasanya karena orangtua mengangap sudah umum di lingkungannya tempat tinggalnya . Dampaknya ialah perceraian, mudah bertengkar dan merepotkan orangtua,  tambah Nanda , peserta dari SMA 11 Pangkep.

LBH Apik Makassar membentuk Jaringan Kelompok Remaja karena Remaja itu adalah seseorang yang mempunyai kepedulian yang tinggi terhadap masalah-masalah remaja, baik di Lingkungan Sekolah, Masyarakat maupun lingkungan Keluarganya. Lebih lanjut, Direktur LBH Apik Makassar Rosmiati Sain  menjelaskan, pernikahan dini marak terjadi karena faktor  rendahnya tingkat pendidikan antar kedua pasangan, tuntutan ekonomi, sistem nilai budaya. Secara sosial, perkawinan anak juga berkontribusi pada pemiskinan perempuan terutama dilihat dari aspek sosial. Hal ini secara umum dapat dilihat pada fenomena yang terjadi kebanyakan, bahwa ketika anak perempuan terdesak untuk segera dinikahkan maka fokus perhatiannya seolah harus teralihkan pada urusan rumah tangga, melayani suami, dan mengurus anak,  padahal dimungkinkan pada beberapa kejadian anak perempuan tersebut masih memiliki cita-cita untuk bersekolah tinggi. Hal ini berarti orang tua dan masyarakat dengan sengaja memutus mata rantai kesempatan dan peluang bagi anak perempuan untuk akses pendidikan yang lebih tinggi.

Peran orang tua, kepedulian masyarakat dan anak khususnya remaja sangat penting,terutama dalam melakukan pencegahan terjadinya kekerasan pada anak. Selain itu, peran pemerintah dalam upaya mencegah terjadinya kekerasan pada anak dan perkawinan anak dalam melakukan strategi perlu menyiapkan ruang aktivitas, ruang kreasi yang memadai untuk penyaluran bakat dan energy positif bagi anak dan atau remaja.