YUSUF WIJAYA “POLA ASUH TENTUKAN KARAKTER & PRESTASI ANAK”

37

Dompu~NTB Kla.id, Keberhasilan Pembangunan sangat ditentukan oleh Sumber Daya Manusia (SDM). Untuk itu, pembentukan karakter dalam pembangunan kualitas SDM mesti jadi prioritas dan pendidikan keluarga sangat penting dalam menumbuhkan karakter dan budaya prestasi anak.

Demikian disampaikan Kepala Bidang PAUD dan DIKMAS Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, I Made Suprapta (M. Yusuf Wijaya) pada saat melakukan Kunjungan ke Lembaga PAUD Kasih Ibu~Dompu dalam rangka Pembinaan Karakter Pendidik dan Anak Didik di Lembaga PAUD yang berlokasi di Jalan Lintas La~Key 25 Parapimpi Rabalaju Kelurahan Potu Dompu tersebut.
Dalam penjelasannya, Yusuf Wijaya yang didampingi oleh Ketua Pengelola PAUD Kasih Ibu, Haerunnisyah, S.Pd itu mengatakan, keluarga sangat berperan dalam menumbuhkan karakter dan budaya prestasi pada anak. “Anak harus dibentengi dari pengaruh negatif pergaulan globalisasi, terutama perkembangan IT yang sangat pesat dan tidak bisa dibendung,” katanya.

Yusuf Wijaya menjelaskan, sistem pendidikan di Indonesia masih perlu disempurnakan. “Lebih setengah anak SD hilang di Tingkat SMA karena drop out dan tidak melanjutkan sekolah karena terkendala biaya dan minat yang rendah,” ujarnya.
“Untuk itu, keluarga dan masyarakat harus dilibatkan sebagai mesin penggerak pendidikan anak,” tegasnya.

“Tujuan pelibatan keluarga adalah, untuk mewujudkan kerja sama dan keselarasan Program Pendidikan di sekolah, keluarga dan mayarakat sebagai Tri Sentra Pendidikan dalam membangun ekosistim pendidikan yang menumbuhkan karakter dan budaya prestasi anak,” sebut Yusuf Wijaya.
Pentingnya pelibatan keluarga dalam pendidikan adalah, lanjut Yusuf Wijaya, karena keluarga merupakan pendidik yang pertama dan utama yang paling berpengaruh terhadap kehidupan anak. “Pelibatan keluarga dalam pendidikan dapat mengingkatkan perilaku positif, prestasi belajar, minat untuk melanjutkan pendidikan, mencegah dari tindak kekerasan dan pengaruh negatif lainya,” jelasnya.

Ditambahkan Yusuf Wijaya, ada tiga peran keluarga dalam pendidikan anak. Yaitu Asah, melakukan rangsangan dini pada semua aspek perkembangan. Asih, menciptakan rasa aman, nyaman dan perlindungan dari tindak kekerasan dan pengaruh negatif, dan Asuh, memenuhi kebutuhan nutrisi dan gizi, imunisasi, kebersihan diri dan lingkungan, pengobatan dan bermain.
“Fenomena sekarang adalah, anak~anak dari keluarga kaya cenderung hanya diasuh oleh Pembantu dan Sopir~Sopirnya, sedangkan keluarga sederhana masih diasuh langsung oleh orang tuanya,” sebut Yusuf Wijaya.
“Karena itu, Kemdikbud melalui Dinas Dikpora Kabupaten Dompu terus mengumpulkan pola~pola pengasuhan yang hidup di banyak Suku di Indonesia, untuk kembali dibudayakan dalam pengasuhan anak,” tegasnya.
“Karena, pendidikan keluarga sangat menentukan dalam pembentukan karakter dan budaya prestasi anak,” pungkasnya.

Di saat kunjungan tersebut yang dihadiri Pendidik dan Tenaga Pendidik maupun Orang Tua/Wali Peserta Didik itu, Ketua Pengelola PAUD Kasih Ibu, Haerunnisyah, S.Pd, juga menekankan akan pentingnya pendidikan keluarga dalam pembentukan karakter dan budaya prestasi anak.
“Karena, banyak tayangan media berdampak negatif pada perkembangan anak,” ujarnya. “Contohnya, tayangan kekerasan berdampak meningkatkannya perikalu kekerasan pada anak,” tambahnya.

Dikatakan Haerunnisyah, banyak pelanggaran dalam penggunaan Media Sosial yang bisa merusak mental anak dan remaja. “Bentuk pelanggarannya adalah, tidak adanya klasifikasi acara, menampilkan kekerasan, SARA, melecehkan Kaum Minoritas, menampilkan adegan berbahaya dan lain sebagainya,” sebut Haerunnisyah.

Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian PAUD & Dikmas Dinas Dikpora Kabupaten Dompu, Muh. Ikhsan menegaskan, parenting atau pengasuhan adalah kewajiban syar’i bagi umat Islam. “Al~quran menegaskan akan kewajiban kita menjaga diri dan keluarga,” ujarnya.
“Ajaran Islam, pendidikan dimulai dengan kasih sayang dan kasih sayang mulai didapat dalam pengasuhan,” tambahnya.

Kepala Seksi Kelembagaan dan Sarana Prasarana PAUD dan Dikmas Dinas Dikpora Kabupaten Domppu, Hairuniisyah, S.Kom menekankan pentingnya pengasuhan sejak kehamilan. “Perlu diperhatikan gizi si Ibu untuk pembentukan sel otak bayi,” sebutnya.
“Kemudian, dilanjutkan dengan “Menjujai” ketika bayi sudah lahir,” tambahnya. “Menjujai adalah pola asuh sebagai media interaksi orang tua dengan anak, yaitu berupa stimulasi psiko~sosial,” jelasnya.
“Anak diajak berkomunikasi dan didendangkan sebelum tidur,” jelasnya lagi.

Terakhir, Basuki Rochmat selaku Kepala Seksi Peserta Didik dan Pembangunan Karakter PAUD dan Dikmas Dinas Dikpora Kabupaten Dompu memaparkan ancaman penyalahgunaan narkoba bagi anak dan remaja. “Kita harus membangun komunikasi yang baik dengan anak,” ujarnya.
“Karena, anak SD saja sekarang sudah banyak yang jadi korban penyalahgunaan narkoba,” tambahnya. “Jangan sampai pula anak curhat dengan orang lain, karena itu awal terjebaknya anak dalam peyalahgunaan narkona,” tegasnya.   [Yd/DP3A Dpu]