Ada 30 Tumpeng, Persembahan Tari dan Marching Band Siswa SMP

32

Tanjung Selor (kla.id) – Apel syukuran HUT Kota Tanjung Selor ke 229 dan Kabupaten Bulungan ke 59 Tahun 2019 di halaman Kantor Bupati Bulungan, Jl Jelarai Raya, Tanjung Selor pada Selasa pagi (15/10) berlangsung sederhana namun tetap semarak. Ada 30 nasi tumpeng disajikan bagi peserta apel serta diisi pula persembahan tari tradisional dari pelajar SMPN 7 serta marching band dari DB Bahana Musica Spanda SMPN 2 Tanjung Selor.

Nasi tumpeng disajikan masing-masing Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bulungan dalam apel yang turut dihadiri pimpinan dan anggota DPRD Bulungan serta Forkopimda Bulungan. Ada pula pengumuman serta pemberian hadiah bagi peserta Pawai Budaya yang berlangsung Sabtu pagi (12/10) di Kecamatan Tanjung Palas.
Bupati Bulungan, H Sudjati, SH mengungkapkan, selama beberapa waktu terakhir Kabupaten Bulungan dapat menunjukkan beberapa prestasi. antara lain selama 2 tahun berturut pada 2017 dan 2018, mendapatkan penghargaan Kabupaten Peduli Hak Asasi Manusia dari Kementerian Hukum dan HAM Republik Indonesia.

Ada pula penghargaan dari BPJS Kesehatan, atas komitmen Kabupaten Bulungan mendukung tercapainya Universal Health Coverage Program JKN – KIS lebih awal di tahun 2018. Kemudian penghargaan Predikat Kepatuhan Tinggi tahun 2018 dari Ombudsman RI terhadap Standar Pelayanan Publik di Kabupaten Bulungan.
Ada pula Harmony Award tahun 2019 dari Kementerian Agama RI dalam kategori Kehidupan Keagamaan Paling Rukun, serta Penghargaan Kabupaten Layak Anak Tahun 2019 predikat Pratama dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.

“Berbagai penghargaan ini menunjukkan, di tengah terbatasnya kondisi keuangan APBD Kabupaten Bulungan dalam beberapa tahun terakhir, kita masih tetap mampu menunjukkan kinerja serta prestasi yang sangat baik secara nasional dan tidak kalah dengan kabupaten kota lainnya di Indonesia,” terang Bupati. Diharapkan, berbagai prestasi yang telah diraih Kabupaten Bulungan dapat dipertahankan dan ditingkatkan, kemudian pada sektor-sektor pembangunan lainnya, juga dapat semakin termotivasi dalam meningkatkan kinerja membangun serta melayani masyarakat.

“Kepada segenap Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kabupaten Bulungan, mari kita jadikan peringatan Hari Jadi Kota Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan ini, sebagai momen untuk meningkatkan komitmen kita, sesuai dengan motto Merudung Pebatun de Benuanta, mari kita bersama-sama membangun daerah Kabupaten Bulungan yang kita cintai ini,” ajaknya. Sementara, Wakil Ketua DPRD Bulungan, H Hamka yang membacakan sejarah singkat Kota Tanjung Selor dan Kabupaten Bulungan memaparkan, Tanjung Selor dahulu merupakan sebuah perkampungan yang terletak di seberang Tanjung Palas, yang merupakan pusat pemerintahan Kesultanan Bulungan. Pada saat itu, Tanjung Selor menjadi pusat bandar dagang dan dihuni oleh berbagai macam suku bangsa, seperti Tidung, Bugis, Jawa, Melayu Sumatera, Banjar, Timur, Arab dan Tionghoa.

Dijelaskan, asal mula nama Tanjung Selor menurut sejarah antara lain berasal dari nama pohon Kelor yang berubah menjadi Tanjung Selor. Lalu dari profesi seorang pelaut berkebangsaan Inggris yang oleh masyarakat dipanggil dengan tuan Sailor sehingga kemudian diambil menjadi nama Tanjung Selor. Kemudian suatu Tanjung yang letaknya di tengah-tengah antara dua Ilur yang dalam bahasa Bulungan berarti sungai, yaitu Tanjung yang diapit dan berada di tengah-tengah Ilur, yang kemudian sebutannya berubah menjadi Tanjung Selor.

Diterangkan pula, penetapan hari jadi kota Tanjung Selor dan hari jadi Kabupaten Bulungan bermula dari seminar yang dilaksanakan Pemerintah Kabupaten Bulungan pada tanggal 7 dan 8 Mei 1991. Dari hasil seminar ditetapkan hari jadi kota Tanjung Selor pada tanggal 12 Oktober 1790 dan hari jadi Kabupaten Bulungan pada 12 Oktober 1960.