Anak Down Syndrom dan Autis Dapat Angin Segar Dari Listiaty F Nurdin Untuk Dipenuhi Kebutuhannya

111

Makassar. Tiga Organisasi yang mewadahi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) temui Hj Liestiaty F Nurdin selaku Bunda PAUD SulSel pada Rabu (12/02/20) di Rujab Gubernur SulSel.

Ketiganya adalah FORKASI (Forum Komunikasi Orangtua Anak Spesial Indonesia) Chapter Makassar, KOADS (Komunitas Orangtua Anak Down Syndrom) dan POOAM (Persatuan Orangtua Anak Austistik Makassar).

Audience saat itu membahas rencana kegiatan di Phinisi Point Mall Makassar pada tanggal 21 Maret 2020. Kegiatan itu untuk memperingati Hari Peduli Autisme Sedunia, Peringtan Hari Down Syndrome International dan Launching KOADS.

Selain itu, juga akan digelar Light up Blue di Monumen Mandala Makassar. Sedianya tanggal 2 April 2020 sebagai bentuk kepedulian kepada ABK.

Liestiaty dalam penerimaannya menyampaikan sangat peduli dengan ABK. Mereka butuh perhatian dengan kasih sayang yang harusnya sama diberikan kepada anak pada umumnya.

“Kita akan fasilitasi kebutuhan anak-anak kita yang berkebutuhan khusus, Inshaa Allah. Terutama bagaimana memberikan pendidikan yang sama dengan anak yang normal”, tuturnya.

Beragam kebutuhan seyogyanya dirasakan ABK. Begitu pun sekolah bagi ABK kata Lies, jangan hanya diperuntukkan bagi kalangan menengah ke atas.

“Banyak dari anak-anak kita yang seharusnya dilatih seperti anak yang normal justru masuk SLB. Berbagai alasan penolakan di sekolah umum, seperti tidak adanya guru yang terbiasa mengajar Anak Berkebutuhan Khusus”, ungkapnya.

Karenanya Pemerintah harus memberi perhatian khusus pula terhadap permasalahan yang dihadapi ABK, terlebih bagi masyarakat kalangan menengah ke bawah.

Upaya lainnya akan ditempuh Lies untuk menyikapi hal itu. Ditegaskan bahwa dirinya akan membawa isu dimaksud pada pertemuan bersama salah satu organisasi PBB.

“Bersama UNICEF, Saya akan bahas masalah yang dialami Anak Berkebutuhan Khusus di SulSel pada khususnya. Organisasi PBB ini memang mengurusi perkembangan anak dan juga Ibunya yang ada di negara-negara berkembang”, ungkapnya. (AMBAE)