Buka FAN ke-10, Gubernur Sulsel: 2023 Indonesia Dapat Bonus Demografi Usia Produktif

95

Makassar (kla.id)

anak dari 514 kabupaten dan kota se-Indonesia berkumpul di halaman rumah jabatan Gubernur Sulsel, Jl Sungai Tangka, Makassar, Jumat (19/7/2019) malam.

Kehadiran mereka dalam rangka peringatan Forum Anak Nasional (FAN) ke-10.

Peringatan FAN yang genap satu dekade itu bakal berlangsung selama tiga hari, mulai 20-22 Juli 2019.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, yang juga sebagai pembina Forum Anak Provinsi Sulsel membuka acara tahunan tersebut

Home » Makassar
Buka FAN ke-10, Gubernur Sulsel: 2023 Indonesia Dapat Bonus Demografi Usia Produktif
Sabtu, 20 Juli 2019 00:34

Buka FAN ke-10, Gubernur Sulsel: 2023 Indonesia Dapat Bonus Demografi Usia Produktif
muslimin emba/tribun-timur.com
Ratusan anak dari 514 kabupaten dan kota se-Indonesia berkumpul di halaman rumah jabatan Gubernur Sulsel, Jl Sungai Tangka, Makassar, Jumat (19/7/2019) malam

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Ratusan anak dari 514 kabupaten dan kota se-Indonesia berkumpul di halaman rumah jabatan Gubernur Sulsel, Jl Sungai Tangka, Makassar, Jumat (19/7/2019) malam.

Kehadiran mereka dalam rangka peringatan Forum Anak Nasional (FAN) ke-10.

Peringatan FAN yang genap satu dekade itu bakal berlangsung selama tiga hari, mulai 20-22 Juli 2019.

Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah, yang juga sebagai pembina Forum Anak Provinsi Sulsel membuka acara tahunan tersebut.

Pembukaan ditandai dengan tabuh gendang oleh Nurdin Abdullah bersama Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementrian PPPA Lenny N Rosalin, Pangdam XIV Hasanuddin Mayjen TNI Surawahadi dan Pj Walikota Makassar M Iqbal Suhaeb.

Dalam sambutannya, Nurdin Abdullah mengulas sejarah singkat terbentuknya FAN yang dicetuskan di Bantaeng saat ia masih menjabat bupati pada Tahun 2008 silam.

“Awal terbentuknya forum yaitu di Bantaeng pertama kali dicetuskan saat saya masih menjadi bupati pada waktu itu, Tahun 2008. Dan, 2009 Bantaeng juga kabupaten pertama yang mencetuskan musrembang anak,” kata Nurdin Abdullah mengawali sambutannya.

Menjadi tuan rumah dalam FAN ke datu dekade ini kata Nurdin Abdullah, merupakan kebanggan bagi masyarakat Sulawesi Selatan.

“Tentu pemerintah dan masyarakat Sulawesi Selatan bersyukur bahwa kita menjadi tuan rumah pada event forum anak nasional ini. Dan ada tiga, yang pertama adalah forum anak nasional, yang kedua puncak hari anak nasional dan yang ketiga adalah pemberian penghargaan kabupaten/kota layak anak ini semua dipusatkan di kota Makassar Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Dengan adanya hajatan tahunan khusus anak tersebut, kata Nurdin Abdullah, Indonesia akan mendapat bonus demografi berupa generasi umur produktif pada Tahun 2035.
Dan juga pada tahun 2045 tentu Indonesia akan masuk pada lima besar ekonomi terkuat dunia. Saya yakin dan percaya dengan hadirnya generasi produktif menjadi motor penggerak kedepan,” ujarnya.

Sementara, Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Kementrian PPPA Lenny N Rosalin berharap agar anak-anak saat ini tidaklagi dijadikan sebagai objek pembangunan. Melainkan, harus menjadi subjek, dalam artian para anak harus dilibatkan lansung.

Pelibatan anak sebagai subjek pembangunan kata Lenny N Rosalin, dengan menanamkan prinsip 2P pada anak. Yaitu sebagai Pelopor dan Pelapor.

“Sejak kita menempatkan partisipasi anak, maka sejak itu pulalah kita menempatkan anak-anak kita sebagai subjek pembangunan,” kata Lenny N Rosalin dalam sambutannya.
Ia pun berharap agar seluruh instansi terkait dapat terlibat lansung dalam program pembangunan anak.

“Kami juga mohon dukungan dari ibu-ibu dan bapak-bapak sekalian agar di dalam proses penyusunan program dan kegiatan, kita sudah harus memulai dengan mengintegrasikan anak-anak kita sebagai bagian dari kegiatan tersebut,” harap Lenny N Rosalin.

Sehingga, tambah Lenny, mereka betul-betul bisa menjadi subjek yang kita dengar aspirasinya, kita dengar pandangannya untuk kita integrasikan ke dalam kebijakan program.

Selama, di Makassar para peserta Forum Anak akan diberikan ilmu, mulai dari pengetahuan tentang lingkungan, sosial budaya, dan spritual keagamaan.