Bulungan Siap Jadi Penyangga Pangan IKN Baru

113

Tanjung Selor (kla.id) – Belum lama ini Kalimantan Timur (Kaltim) diumumkan oleh Presiden RI Joko Widodo sebagai Ibu Kota Negara (IKN) yang baru pengganti Jakarta, hal tersebut tentu memiliki pengaruh yang besar terhadap beberapa wilayah di Kalimantan, seperti halnya Kalimantan Utara (Kaltara) yang dalam hal ini memiliki pengaruh terhadap masalah pangan.

Belum lama ini Kementerian Pertanian (Kementan) telah memetakan 12 kabupaten di Kalimantan yang memiliki potensi menjadi penyangga pangan IKN yang baru, dimana Bulungan salah satu di dalamnya bersama dengan Nunukan dan Malinau untuk di Kaltara.

Bupati Bulungan H.Sudjati, SH menyebutkan seiring penetapan wilayah Kaltim sebagai IKN yang baru, wilayah Kalimantan termasuk di dalamnya Kabupaten Bulungan perlu mengembangkan strategi pengembangan kawasan penyangga pangan.

“Itu arahan Menteri Pertanian RI, bapak Andi Amran saat kegiatan Focus Group Discussion (FGD) Strategi Pengembangan Kawasan Penyangga Pangan Ibukota Negara di Kalimantan Timur, belum lama ini,” ungkapnya Senin, (2/9).

Disebutkannya pada kegitan tersebut Mentan menyampaikan agar wilayah di Kalimantan dapat memenuhi kebutuhan pangan sendiri tanpa adanya impor.

“Pemetaan tersebut dimaksudkan untuk mewujudkan mimpi Kementan, yakni, IKN baru tanpa impor dan mandiri pangan,” ucapnya.

Dijelaskan, Mentan serius menyiapkan penyangga pangan di IKN yang baru melalui sistem kluster tanaman pangan, hortikultura, peternakan dan perkebunan menggunakan teknologi pertanian modern sehingga semua kebutuhan pangan dipenuhi sendiri tanpa adanya impor.

“Wilayah Kalimantan bahkan diproyeksikan menjadi pendukung ekspor dan lumbung pangan dunia,” sebutnya

Ia melanjutkan potensi lahan khususnya di Kalimantan masih cukup luas dan jika turut dikelola generasi milenial maka pertanian Indonesia akan semakin kuat untuk mencukupi kebutuhan sendiri dan ke depan juga dapat memenuhi kebutuhan pangan dunia.

“Mentan mengungkapkan, kebutuhan beras negara tetangga seperti Malaysia  sebanyak 1,5 ton dapat dipenuhi dari Indonesia dan ini bisa disuplai dari produksi di Kalimantan,” ujarnya.

Ditegaskan, Kabupaten Bulungan juga serius mengembangkan pertanian sesuai visi daerah Mewujudkan Kabupaten Bulungan sebagai Pusat Pangan Berbasis Industri, yaitu dengan cara membuka kawasan pertanian, meningkatkan produksi pertanian serta kerjasama antar daerah dalam program transmigrasi. “Kami dari Pemkab Bulungan sangat mendukung positif strategi Mentan tersebut, apalagi dalam mendukung penyangga pangan di IKN yang baru yang merupakan tetangga dan induk pemekaran Provinsi Kalimantan Utara,” pungkasnya.(MC Bulungan/sny)