Bupati Barru, Komitmen Tahun Depan Mendapatkan Predikat KLA

26

Barru (kla.id) Pelaksanaan Surveilance Audit Ruang Bermain Ramah Anak di Kab.Barru yang merupakan salah satu dari 30 RBRA di Indonesia yang dilakukan surveillance audit, di akhiri dengan arahan Bupati Barru, tanggal 28 Nov 2019 di Ruang rapat kantor bupati. yang diikuti oleh pejabat eselon II dan III Kab.Barru.

Pada kesempatan tersebut Bupati Barru meminta kepada Tim Audit RBRA khususnya kepada Ibu sisten Deputy PHA atau Keluarga dan Lingkungan, Ibu Rohika yang mewakili KPPPA dalam pelaksaaan Audit , untuk memberikan masukan, apa yang harud dibenahi oleh KAb.Barru untuk mencapai KLA tahun 2020. Kami sipa untuk melakukan pembenahan dam menggerakkan gugus tugas KLA dalam pencapaian KLA tahun 2020 ujarnya.

Hal ini disambut baik Ibu Rohika, Asisten Deputi Pemenuhan Hak Anak atas Keluarga dan Lingkungan dengan memberikan arahan kepada Pemerintah Kab.Barru, bahwa salah satu indikator KLA adalah tersertifikasinya RBRA dan sulsel baru ada 2 kabupaten yaitu Jeneponto dan Kab.Barru, satunya lagi adalah RBRA Prov. Sulsel. Namun demikian lanjutnya itu satu dari indicator yang termuat dalam KLA, sehingga memang barru perlu melakukan persiapan untuk menghadapi evaluasi KLA tahun 2020. Kami melihat Barru belum mempunyai PErda KLA yang merupakan paying hukum agar semua anggota gugus tugas bergerak dalam pembangunan yang berorientasi pada pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. sehinggan melalui bapak bupati Perda ini bisa ada di Kab.Barru, tahun 2020, ujar bu ika.

Lebih lanjut Bu ika berharap dengan komitmen pemda yang begitu besar, diharpakan gugus tugas KLA Barru merespon ini sebagai langkah awal untuk berbuat, karena KLA merupakan system bukan milik Dinas PPPA tapi milik PEMDA, semua OPD bertanggung jawab untuk keberhasilan KLA di KAb.Barru yang tentunya di motori oleh BApeda sebagai ketua gugus tugas KLA.

dalam kesempatan tersebut Tim Ahli yang dipimpinan oleh DR.Hamil Patilima, juga memberikan arahan bahwa RBRA adalah cerminan situasi Anak di Rumah, apabila anak datang ke RBRA dengan berebutan artinya dirumah juga mereka seperti itu, sehingga RBRA ini memang perlu dibenahi sebaik-baiknya agar agar dapat bermain dan merasa nyaman di RBRA dan hal ini merupakan salah satu proses tumbuh kembang anak yang sangat bagus ujarnya.

Kami berharap dengan diberikannya Papan sertifikasi nasional oleh Asisten Deputy PHA atas Keluarga dan lingkungan kepada Bupati Barru, Barru dapat mempertahankan predikat ini dan bahkan bisa membuat RBRA di semua kecamatan agar anak-anak kita bisa menikmati ruang bermain yang merupakan salah satu hak anak. dan tahun depan Barru dapat menjadi kabupaten layak anak, kami dinas pppa provinsi siap untuk melakukan pendampingan khusnya kab/kota yang belum mencapai kla di Sulsel ujar Nur Anti, Kepala Bidang PHPA Dinas PPPA Sulsel. (AND)