Bupati Resmikan RMU dan Panen Raya di Tanjung Palas Utara

75

TANJUNG SELOR (kla.id) – Bupati Bulungan H.Sudjati lakukan panen raya padi seksligus resmikan Rice Milling Unit (RMU) serta tandatangani perjanjian kerjasama tentang pengembangan Cluster Komoditas padi di Kecamatan Tanjung Palas Utara, Sabtu (29/6).

Bupati menyebutkan, untuk panen padi, ada sebanyak 70 hektare yang akan siap dipanen oleh petani tepatnya di Desa Panca Agung yang merupakan sisa dari ratusan hektare yang tersebar di beberapa lokasi di Tanjung Palas Utara. Adapun padi yang dipanen merupakan hasil penerapan IP 300 (3 kali tanam dalam setahun).

“Kami berterima kasih kepada penyelenggara yang telah mengadakan kegiatan ini,” ungkapnya saat memberikan sambutan.

Ia menyebutkan semoga apa yang telah ada dapat berguna bagi masyarakat dan bahkan dapat menunjang perekonomian masyarakat secara maksimal dengan upaya pemasaran beras-beras yang ada ke kabupaten/kota di Kaltara.

“Harus lebih baik lagi kedepan sebab sudah ditunjang dengan adanya pabrik beras atau model terpadu industri beras yang akan kita resmikan hari ini yang lokasinya di Sepatung, SP1,” sebutnya.

Ia menyebutkan, jika sebelumnya para petani masih kesulitan untuk permasalahan dari panen hingga pengemasan, dengan adanya pabrik beras tersebut akan menunjuang kegiatan para petani.

“Sebab mulai dari pengeringan hingga pengemasan ada di RMU ini, tinggal dipasarkan saja lagi,” ungkapnya.

“Sama seperti yang ada di Tanjung Palas Timur, yaitu di Sajau Hilir,” sambungnya sembari berharap dengan adanya pabrik-pabrik tersebut dapat menjadikan Poduksi beras di Bulungan semakin meningkat.

Untuk itu bupati menyebutkan, sekiranya hal ini dapat mendorong para petani khususnya gapoktan yang ada untuk terus berupaya meningkatkan produksi melalui tanam padi yang dapat dilakukan secara serentak dan hasilnya akan dapat dirasakan secara maksimal.

“Kami juga berharap dengan adanya pabrik padi ini, pasca panen itu dapat terus dilakukan, sebab ini juga tentunya menjadi peluang, sebab hasilnya (beras) akan mempunyai nilai yang lebih tinggi dari pada gabah,” sebutnya.

Kemudian kata dia, berkaitan dengan MoU tentang pengembangan cluster komoditas padi yaitu bersama Bank Indonesia (BI), Kodim 0903/TSR dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Kalimantan Timur yang diharapkan kedepan Dinas Pertanian, Dinas Ketahanan Pangan, Penyuluh Pertanian, Penyuluh Perternakan dapat ikut serta untuk membantu kegiatan-kegiatan para petani.

“Sehingga petani dapat melakukan kegiatan dengan baik. Sarana dan prasarana termasuk infrastrukturnya, para pihak tersebut lah yang akan berbuat terhadap gapoktan yang ada di Tanjung Palas Utara ini,” pungkasnya.

Sekadar Informasi, mesin pengering padi itu sendiri berkapasitas 5 hingga 6 ton per 6 jam, sementara mesin penggilingnya sendiri berkapasitas 1,5 ton hingga 2 ton per jam.

Untuk diketahui, kegiatan tersebut dihadiri pula oleh Kepala Kantor BI Kaltara Hendrik Sudaryanto, pihak BPTP Kaltim Margaretha, Dandim 0903/TSR Letkol Inf Sigit Hengki Purwanto, Ketua DPRD Bulungan Syarwani, serta Kepala OPD di Lingkungan Pemkab Bulungan seperti Dinkes, Dinas Pertanian, Dinkes, Disperindagkop dan UMKM serta Dinas Ketahanan Pangan hingga Ketua TP PKK Bulungan, Titien Iriyani Sudjati. (MC Bulungan/slu)