Dinas PPPA Sulsel, Melaksanakan Worshop Pengembangan Layanan bagi Anak yang Berkebutuhan Khusus

542

Makassar (kla.id)

Undang-undang nomor 35 tahin 2014, tentang perlindungan anak, dimana salah satu pasalnya adalah ada 15 kategori anak yang membutuhkan perlidungan khusus dimana salah satu diantaranya adalah anak yang berkebutuhan khusus.
Program perlindungan khusus anak merupakan salah satu program yang menjadi prioritas di bidang perlindungan anak.
Setelah melakukan kerjasama untuk pengembangan layanan pelrindungan khusus anak di Lapas Kelas IIA Maros bagi anak yang berhadapan dengan hukum. Dinas PPPA Prov. Sulsel melaksanakan wprkshop pengebangan layanan PKA bagi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK). Yang bertujuan agar kedepan , Lembaga Pemerintah dan Non Pemerintah terkait dapat mengembangkan layanan bagi anak yang berkebutuhan khusus khusunya di SLB dan Sekolah Inklusi.

Workshop dilaksanakan di hotel kenari, dari tanggal 5-7 september 2018 yang diikuti oleh lembaga peerintah terkait, SLB , Lembaga non pemerintah pemerhati anak dengan jumlah peserta kurang lebih 30 orang. Acara dibuka oleh plt. Kepala dinas PPPA Prov. Sulsel, Drs. Askari, MSi yang didampingi oleh Kepala Seksi Perlindungan Khusus Anak, A. Nurseha, SKM, M.Kes., dalam sambutannya Drs. Askari berharap agar kedepan ada pengembangan layanam perlindungan khusus bagi ABK di Prov. Sulsel yang dilaksanakn oleh semua pihak.
Nara sumber pada pertemuan tersebut adalah Pimpinan Taman Pelatihan Harapan, Ibu Syamsuniar, Kepala Bidang PHPA Dinas PPPA Prov. Sulsel, Nur Anti, SE, MT dan Pengawas SLB Prov. Sulsel, DR. Lis
Peserta sangat antusias mengikuti jalannya workshop, demikian halnya ketika diskusi kelompok dimana mencari solusi pemecahan masalah yang dihadapi saat ini.
Hasil workshop ini nantinya akan menjadi rekomendasi untuk menunjuk 1 SLB dan 1 Sekolah Inklusi untuk dijadikan model pengembangan layanan perlindungan khusis anak di Prov. Sulsel, semoga hal ini bisa terwujud, mengingat sulsel merupakan salah satu penyumbang terbesar anak yang berkebutuhan khusus.