DP3A Bulukumba Laksanakan Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja

477

Bulukumba, KLA


Sebagai rangkaian program kegiatan Gerakan Sayang Ibu (GSI), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Bulukumba melaksanakan Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja di Ruang Pola Kantor Bupati Bulukumba, Rabu 20/12/2017.
Saat membuka kegiatan Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja, Hj. Darmawati Plt. Kepala DP3A Bulukumba menyampaikan bahwa sosialisasi tersebut sebagai salah satu upaya memberi pemahaman kepada remaja akan arti penting pengetahuan kesehatan reproduksi.
Pada kesempatan itu pula, Hj. Darmawati kembali menegaskan arti penting perlindungan anak sebagai bagian dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Namun demikian kata Hj. Darmawati, keberadaan Undang-Undang Perlindungan Anak tidak membuat anak-anak dan remaja kebablasan dan tidak lagi menghormati dan menghargai guru sebagai tenaga pendidik.
“Undang-Undang Perlindungan Anak tersebut merupakan payung hukum bagi pemenuhan hak-hak anak. Tetapi, aturan tersebut jangan sampai membuat anak-anak kita tidak menghormati guru dan orang tua,” kata Hj. Darmawati di depan Ratusan Pelajar SMA se-Kabupaten Bulukumba yang hadir sebagai peserta Sosialisasi Kesehatan Reproduksi Remaja.

Sementara itu, Dr. Rizal Ridwan Daffi, S. Pog yang membawa materi kesehatan reproduksi bagi remaja memaparkan pentingnya pendidikan dan pemahaman masalah seksual bagi remaja.


Dr. Rizal menuturkan, ketidakpahaman remaja kita utamanya resiko berhubungan seksual di usia yang masih belia akan berdampak buruk bagi kesehatan reproduksi. Bahkan prilaku seks yang tidak sehat bisa memicu berbagai penyakit menular seksual.
Pemilik Rumah Sakit Bersalin Daffiku itu membeberkan beberapa hal yang bersentuhan langsung dengan kesehatan reproduksi remaja.
“Penggunaan celana dalam yang sesuai dengan prinsif kesehatan reproduksi juga merupakan hal penting yang harus diketahui oleh remaja kita. Apalagi, dengan jadwal belajar remaja kita di sekolah dewasa ini yang relatif lebih lama. Hal tersebut tentu harus dicermati dengan menyiapkan celana dalam tambahan agar bisa diganti pada waktu tertentu setiap hari di sekolah. Memakai pakaian dalam yang tidak sehat dapat mengundang pertumbuhan jamur di organ reproduksi, dan hal itu berbahaya,” kata Dr. Rizal.

Selain memaparkan dampak buruk prilaku seksual, Dr. Rizal juga menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan siklus reproduksi seperti menstruasi, penyakit menular seksual, dan HIV/Aids.