DP3A Dalduk KB, PKK dan Dekranasda SulSel Bantu Perempuan dan Anak di Lapas

103


Maros (kla.id) Di tengah pandemi COVID-19, Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3A Dalduk dan KB) Provinsi Sulawesi Selatan (SulSel) turun ke beberapa titik menyambangi anak dan perempuan yang terdampak dengan wabah Covid 19, Rabu (15/04/20).

Kunjungan Pertama dengan mendatangi LPKA (Lembaga Pembinaan Khusus Anak) Kelas IIA Maros, dimana Rombongan yang dikomandoi langsung oleh plt.Kadis DP3A Dalduk KB, Hj Sarlin Nur serta didampingi Kabid PPA dan Kasi PKA menyerahkan bantuan.

Bantuan yang serahkan Berupa masker mencapai ratusan lembar, terbuat dari kain yang mana merupakan bantuan dari Dekranasda dan TP PKK Provinsi SulSel. Ditambah disinfektan (hand sanitizer) dan biskuit.

“Bantuan yang kita berikan dari Dekranasda dan juga PKK Provinsi Sulawesi Selatan. Jadi ada masker yang bisa dipakai warga binaan disini khususnya anak dan perempuan”, ungkap Sarlin.

Bantuan juga datang dari instansi yang dipimpinnya yakni susu, biskuit dan hand soap (sabun cuci tangan). Sarlin yang juga Pengurus PKK SulSel berharap COVID-19 di wilayah LPKA Maros dapat dicegah dengan senantiasa memakai masker.

“Jangan lupa cuci tangan dengan sabun ataupun hand sanitizer. Kita berharap virus corona ini cepat berhenti dan kita kembali dengan kehidupan normal di masyarakat nantinya”, harap dia.

Seluruh bantuan diterima oleh Jayadi kusumah selaku Kepala LPKA Klas IIA Maros.

Dari LPKA Maros, rombongan bergerak menuju lapas lainnya, diantaranya Lapas Kelas IIA Sungguminasa, di Jalan Lembaga Bollangi, Desa Timbusseng, Kecamatan Pattalassang, Kabupaten Gowa.

Dikatakan Jayadi bahwa hingga saat ini tidak ada WBP (Warga Binaan Pemasyarakatan) yang menunjukkan gejala mengarah ke COVID-19. Meski begitu, pihaknya tetap memberlakukan prosedur standar seperti cuci tangan baik kepada WBP maupun petugas dan tamu serta pembesuk.

Alhamdulillah selama ini tidak ada yang memperlihatkan gejala seperti itu. Kalau dites belum pernah, namun dalam 2 minggu sebelumnya bagi mereka yang ada gejala dilakukan isolasi mandiri dan hasilnya bagus sampai melewati 14 hari.

“Terima kasih kepada Ibu Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulawesi Selatan dengan segala bantuannya. Begitu juga Ibu Kadis dan jajarannya”, tutup Jayadi.

Menjelang bulan suci Ramadhan, dirinya berharap virus corona segera diangkat Allah Swt. Dan seluruhnya dijauhkan dari penularan yang begitu masif. (AMBAE)