DP3A Makassar Sempurnakan Implementasi Kota Layak Anak

197

Makassar (kla.id)

Pemerintah Kota Makassar terus berbenah untuk mewujudkan Makassar menjadi kota yang aman dan nyaman untuk semua, termasuk bagi anak-anak.

Kota Makassar telah meraih predikat Kota Layak Anak tingkat Madya dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI.

Olehnya itu, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kota Makassar menggelar Sosialisasi Kota Layak Anak yang diselenggarakan di Hotel Singgasana, Jalan Kajaolalido, Makassar, Rabu (10/4/2019).

Kepala DP3A Kota Makassar, Tenri A. Palallo menjelaskan sosialisasi ini merupakan rangkaian untuk menyempurnakan implementasi mewujudkan ruang layak bagi anak.

“Kita terus berbenah dan menyempurnakan Makassar sebagai kota layak anak, dengan memenuhi seluruh indikatornya,” ungkap Tenri.

Dia menyebut, 389 indikator yang terdiri dari enam klaster Kota Layak Anak harus dipenuhi. Dan hal tersebut bukan hanya tugas DP3A Makassar saja.

“Ini adalah kerja tim dari Pemerintah Kota Makassar bersama masyarakat hingga ke tingkat kelurahan, RT dan RW. Begitu juga dengan para pelaku usaha, media juga,” ujarnya.

Lebih lanjut, Tenri menjelaskan bahwa masyarakat perlu tahu dan paham mengenai bentuk-bentuk kekerasan yang kerap terjadi di sekitar lingkungannya serta langkah yang harus diambil ketika ditemukan.

“Predikat ini insya Allah berbanding lurus dengan penanganannya, yang sekarang mengalami kemajuan. Sekarang kalau ada anak-anak mengalami tindak kekerasan langsung mencuat dan ditangani segera,” pungkasnya.

Sementara itu, Bunda Kota Layak Anak Makassar, Indira Jusuf Ismail mengajak masyarakat untuk konsisten menciptakan ruang yang layak dan ramah bagi anak.

Indira menilai, menciptakan ruang yang ramah bagi anak dapat dilakukan dengan hal-hal sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

“Menjadi Kota Layak Anak yang penting itu itu bagaimana implementasinya di lapangan. Hal ini bisa kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari kita, bagaimana menciptakan ruang layak anak di keluarga dan rumah kita,” ungkap Indira Jusuf Ismail.

Indira Jusuf Ismail menjelaskan jika masyarakat menciptakan ruang yang layak anak bagi di lingkungan keluarga dan rumah maka otomatis penerapan Kota Layak Anak bisa betul-betul terlaksana dan berdampak langsung.

“Ini tantangan bagi kita, utamanya orang tua, kita sudah kampanyekan Jagai Anakta’. Tinggal bagaimana ini betul-betul dilaksanakan di tataran bawah,” ucapnya.

Dia menyebut, Pemkot Makassar telah melakukan pembenahan di lorong-lorong, lebih tertata dan lebih bersih. Dia menyebut, hal ini salah satu bentuk perhatian bagi anak.

“Kalau lingkungan rumahta bersih, dan nyaman, anak-anak tidak main jauh-jauh dan luput dari pengawasan kita. Karena mainnya dekat rumah,” tutup Indira.