DP3A Maros Bersama PPA POLRES Sosialisasi SOP Layanan Aduan Kekerasan

599

Maros (kla.id)

Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Maros bersama Unit PPA Polres melaksanakan Sosialisasi SOP pelayanan pengaduan kekerasan terhadap perempuan dan anak di Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) dan PPA Polres yang dilaksanakan di Kecamatan Moncongloe (Rabu, 19/9/2018) dan Kecamatan Cenrana (Kamis, 20/9/2018).

Kegiatan ini dihadiri oleh 50 orang peserta di tiap kecamatan yang terdiri dari Para Kepala Desa/Lurah, Tim Penggerak PKK Kecamatan dan Desa/Kelurahan, Kepala Sekolah, Puskesmas, Polsek, KUA, Tokoh Agama, Tokoh Masyarakat dan Forum Anak Kecamatan.

Sosialisasi menghadirkan Narasumber Kanit PPA Polres Maros IPDA Wahyudin, SH dengan materi Mekanisme Penanganan Perkara Kekeradan Dalam Rumah Tangga dan Kadis Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Maros Idrus dengan materi : Kelembagaan dan Standar Operasional Prosedur (SOP) P2TP2A.

Kabid Perlimdungan Perempuan Sulastri menjelaskan bahwa tujuan pelaksanaan sosialisasi adalah untuk menambah wawasan dan menjadi panduan bagi masyarakat dalam pelaporan kekerasan terhadap perempuan dan anak serta menyamakan persepsi bagi pelaksana pelayanan dan jejaring P2TP2A dalam layanan penanganan korban kekerasan bagi perempuan dan anak.

“Standar Operasional Prosedur P2TP2A telah diatur dalam Peraturan Bupati Nomor 13 Tahun 2017 yang telah diubah dan disempurnakan dengan Peraturan Bupati Nomor 63 Tahun 2018 sebagai pedoman bagi P2TP2A bersama jejaring dalam pelayanan dan pendampingan korban kekerasan terhadap perempuan dan anak”, ujar Sulastri.

Sementara Kadis P3A Idrus berharap kepada seluruh peserta yang hadir untuk terlibat dalam upaya pencegahan dan penanganan kekerasan terhadap perempuan dan anak khususnya kepada Tim Penggerak PKK Desa/Kelurahan dan Kecamatan yang memiliki kader sampai RT/RW dan Dasa Wisma.

“PKK kami harapkan untuk berperan dalam pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak dengan memasukkan program dan kegiatan pencegahan kekerasan dalam rumah tangga sebagai salah satu prioritas serta membentuk kelompok pengaduan yang diharapkan menjadi mitra P2TP2A”, ujar Idrus.