Eliminir Resiko Ibu dan Anak Meninggal, Puskesmas Sinoa Hadirkan SASKIA

290
Bendera dipasang dirumah warga Kecamatan Sinoa untuk memudahkan identifikasi.
Salah satu rumah warga di Sinoa dipasangi bendera warna merah muda (24/11/2018).

Bantaeng, Sabtu (24/11). Satu lagi inovasi dilahirkan Pemerintah Kabupaten Bantaeng melalui Puskesmas Sinoa sebagai upaya untuk menurunkan angka kematian ibu dan anak. Inovasi tersebut diberi nama SASKIA (Satu Bendera Satu Sasaran Ibu dan Anak).

Iwan Setiawan selaku Kepala Puskesmas Sinoa kepada AMBAE menjelaskan bahwa dalam implementasinya, pihaknya memasang bendera tertentu di rumah warga. Tujuannya untuk mengidentifikasi sasaran baik ibu maupun anak.

“Inovasi ini sepenuhnya lahir dari teman-teman di Puskesmas Sinoa yang kami yakini pertama di Bantaeng. Malah pertama di SulSel”, pungkasnya.

Bendera dipasang dengan pewarnaan berbeda. Warna hijau jika di rumah warga terdapat Ibu hamil pada Trimester I dengan usia kandungan 0-3 bulan. Sementara biru untuk Ibu hamil di Trimester II (4-6 bulan).

Berikutnya Ibu hamil di Trimester III (7-9 bulan) dipasangi rumahnya dengan bendera berwarna merah muda. Sedang warna merah untuk menandai Ibu hamil yang beresiko tinggi misalnya hamil dibawah umur atau Ibu hamil yang kurus dan rentan terhadap penyakit.

Puskesmas Sinoa juga menyiapkan bendera berwarna ungu, dipasang di rumah warga yang dihuni balita dengan kondisi gizi buruk. Terakhir warna kuning untuk bayi usia 0-12 bulan yang belum diimunisasi.

Dengan begitu kata Iwan, pihaknya dengan mudah mengidentifikasi sasaran Ibu hamil dan anak. Secara psikologis kata dia, memicu kepedulian warga untuk mengimunisasi anaknya karena malu dipasangi bendera kuning.

“Luar biasa dampaknya, tingkat kematian anak dan ibu jadi zero sejak ada SASKIA. Tidak ada lagi Ibu melahirkan di rumah”, tambahnya.

Lanjut dia, sebelum menerapkan SASKIA hingga tahun 2017 tingkat persalinan di puskesmas dan poskesdes paling tinggi 48%. Beda sekarang sudah mencapai 100%.

SASKIA yang efektif berjalan bulan Maret 2018 itu terintegrasi dengan inovasi sebelumnya sejak tahun 2017 yakni 1 Bidan 1 Dusun. Kedua inovasi secara masif dan perlahan diikuti puskesmas lainnya yang ada di Kabupaten Bantaeng.

Pihaknya menyerahkan tanggung jawab kepada Bidan Dusun untuk memfasilitasi inovasi SASKIA. Mulai pendataan, pemasangan bendera, identifikasi lanjutan sampai dengan tindak lanjut pelayanan kesehatan terhadap Ibu hamil dan anak.

Tak tanggung-tanggung, Iwan hadirkan inovasi berikutnya terkait pemenuhan gizi keluarga. Puskesmas Sinoa bekerja sama Dinas Pertanian dan Dinas Ketahanan Pangan membina kelompok masyarakat dalam hal penyediaan tanaman gizi keluarga. (AMBAE)