Festival Saprahan Tingkat Pelajar SMP/SMA

467
Festival Saprahan Tingkat Pelajar Se Kota Pontianak Tahun 2018

Kota Pontianak (kla.id) – 30 peserta Festival Saprahan tingkat pelajar SMP dan SMA turut memeriahkan lomba yang digelar Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak dalam rangka menyambut Hari Jadi Kota Pontianak ke-247. Peserta yang terdiri dari 22 SMP dan 8 SMA ini masing-masing menyajikan hidangan saprahan di Aula Sekolah Terpadu, Rabu (3/10).

Pelaksana tugas (Plt) Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono berharap digelarnya festival saprahan ini para generasi muda memperoleh pengetahuan dan pemahaman terhadap budaya saprahan yang benar sehingga dapat diterapkan oleh mereka sebagai budaya khas lokal. “Harapan kita melalui festival ini peserta dapat menggali, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai kekayaan budaya pada generasi selanjutnya,” ujarnya.

Pelajar sedang menghidangkan makanan pada lomba festival Saprahan tingkat Kota Pontianak

Budaya saprahan melayu Pontianak,  berbeda dengan budaya saprahan pada rumpun melayu lainnya yang ada di Kalimantan Barat. Untuk itu, digelarnya festival ini juga untuk memberikan pemahaman tentang budaya saprahan Kota Pontianak secara jelas dan benar. “Sehingga tidak terjadi kekeliruan pemahaman dan peserta festival dapat membedakan budaya saprahan Pontianak dengan rumpun melayu lainnya di Kalimantan Barat,” ungkapnya.

Dijelaskan Edi, Budaya Saprahan Melayu Pontianak telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda pada tanggal 23 Agustus 2017 oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI. “Ini adalah rangkaian dari langkah-langkah kita dalam upaya menggali, melestarikan dan mengembangkan kekayaan budaya kita, baik di tingkat daerah maupun tingkat nasional,” imbuhnya.

Plt. Walikota Pontianak berbincang dengan salah satu Juri

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Pontianak, Rendrayani menuturkan, festival saprahan digelar dalam rangka menggalang generasi muda untuk bersama-sama menggali, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai kearifan budaya lokal. “Agar dapat lebih dikenal, dicintai dan menanamkan rasa bangga terhadap kekayaan budaya yang tumbuh dan berkembang di masyarakat,” katanya.

Adapun maksud dan tujuan festival saprahan ini, lanjut Rendrayani, adalah sebagai wadah dalam upaya menggali, melestarikan dan mengembangkan nilai-nilai budaya terhadap generasi muda. “Supaya budaya saprahan dapat tumbuh dan berkembang di masyarakat,” pungkasnya.( Maulana)