FORUM ANAK DESA RANGGO~PAJO DOMPU DENGAN ZERO WASTE

82

Dompu~NTB kla.id, Anak~anak yang tergabung dalam Forum Anak Desa Ranggo~Pajo Senin (27/01-2020) Sore melaksanakan Kegiatan Bersih~Bersih Dusun, kegiatan ini Forum Anak Desa Ranggo berintegrasi dengan Perpustakaan Desa Ranggo yang didukung oleh Pemerintah Desa Ranggo.

Dalam kegiatan tersebut Kepala Desa Ranggo SITI SUMARNI, menyampaikan amanat dihadapan Warga Masyarakat Desa Ranggo beserta seluruh Unsur Pemerintahan Desa yang menegskan, betapa pentingnya menjaa kebersihan dan lingkungan dan memilah sampah yang diolah agar terbebas dari bencana atau penyakit.

Penyebab Stunting dan berbagai penyakit yang banyak dialami masyarakat, menurut Kades bukan aja diakibatkan oleh kekurangan gizi, namun 70% diakibatkan oleh persoalan lingkungan.
“Maka dari itulah kebersihan sudah menjadi kebutuhan kita, bahkan kewajiban yang harus kita wujudkan di Ranggo khususnya dan di Dompu umumnya”, jelas Kades.

Menurutnya mewujudkan dan menjaga lingkungan ini, bukan saja pekerjaan Pemerintah, Sektor Swasta dan Masyarakat.
“Semua pihak harus sungguh~sungguh bergerak, sesuai dengan lingkungannya, komunitasnya dan tanggungjawabnya, di mana dia harus bergerak” tegas Sumarni.

Ia juga mengajak masyarakat menjaga lingkungan. Salah satu cara yang sederhana dan mudah dilakukan dengan cara memilah dan mengelola sampah.
“Jangan disatukan sampah Non Organik seperti plastik, beling dan lainnya. Begitupun sampah Organik seperti sisa makanan, limbah dapur dan dedaunan untuk dipisahkan,” terang Sumarni.

Kemudian lanjutnya, setelah sampah dipisah, Bank Sampah yang akan bergerak. Ini merupakan bentuk Fasilitasi Pemerintah sehingga sampah dapat dikelola sebagai sumber daya.
“Sampah ini kalau kita pandai memperlakukannya dengan cara mengelolah dan memilahnya akan menjadi sumber daya. Sampah ini tidak menjadi jijik dan dapat meminimalisir bencana dengan nilai ekonomi yang dapat menghasilkan uang,” ajak perempuan yang menjadi Kades tangguh di Ranggo ini.

Inilah yang sedang Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam mempejuangkan demi mewujudkan Nusa Tenggara Barat Bebas Sampah (Zero Waste) dibawah kepemimpinan Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah dan Wagub Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, dengan misi NTB Gemilang.

Sumarni juga menjelaskan, mulai Tahun 2020 Pemerintah Desa Ranggo berupaya mewujudkan Pilot Project tentang Kebersihan Lingkungan, maka harus terus mengkampanyekan agar warganya memilih dan memilah sampah untuk dibawa ke Bank Sampah atau tempat pengolahan sampah.
“Kalau dibawa tanpa dipilah maka TPA akan menolak sampah tersebut, ini sudah menjadi komitmen bersama”, tegasnya Kades juga mengingatkan masih tersisa waktu 3 bulan agar masyarakat mulai membiasakan diri memilah sampah. “Harus mulai dari diri, keluarga dan rumah tangga kita semua,” ajak Sumarni di dampingi Elemen Pemerintah Desa Ranggo.

Sementara itu, Ketua Forum Anak Desa Ranggo NURKAMALIATUN mengatakan mendukung penuh Program Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat dalam rangka kebersihan lingkungan yaitu terus berkomitmen mengkampanyekan bebas sampah (Zero Waste).

Kondisi iklim global, penipisan ozon, efek polusi zat~zat toksik terhadap ekosistem global, mengakibatkan limbah semakin banyak. Hal ini merupakan akibat dari perubahan iklim termasuk degradasi lingkungan perairan dan laut serta peningkatan populasi manusia. Perubahan iklim merupakan fenomena yang mulai dirasakan oleh masyarakat global, termasuk Indonesia.
“Kami meminta Kades, untuk menjadi Pioner Pertama untuk memotivasi kami menjadi Pioner Zero Waste, mulai diri sendiri, keluarga dan lingkungan kita,” harap Nurkamaliatun.

Bebas Sampah/Zero Waste adalah filsafat yang mendorong perancangan ulang daur sumber daya, dari Sistem Linier menuju Siklus Tertutup, sehingga semua produk digunakan kembali. Tidak ada sampah yang dikirim ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) dan Insinerator atau Teknologi Termal lainnya (gasifikasi, pirolisis).
Proses yang terbaik adalah meniru bagaimana sumber daya di daur ulang secara alami. Definisi Bebas Sampah yang diakui secara Internasional, yang digunakan oleh (ZWIA) adalah: “Bebas Sampah adalah tujuan etis, ekonomis, efisien dan visioner, untuk memandu masyarakat dalam mengubah gaya hidup dan praktik~praktik mereka dalam meniru siklus alami yang berkelanjutan, dimana semua material yang tidak terpakai lagi dirancang untuk menjadi sumber daya bagi pihak lain untuk menggunakannya.

Bebas Sampah berarti merancang dan mengelola produk dan proses untuk secara sistematis menghindari dan menghilangkan jumlah dan daya racun limbah maupun material, melestarikan serta memulihkan semua sumber daya dan tidak membakar atau menguburnya.

Bebas Sampah mengacu pada pengelolaan sampah dan pendekatan perencanaan yang menekankan pencegahan sampah sebagai lawan dari pendekatan pengelolaan end of pipe. Ini adalah pendekatan sistem yang menyeluruh yang menyasar perubahan besar~besaran pada bagaimana material mengalir melalui masyarakat, sehingga tidak ada yang sia~sia.
Bebas Sampah mencakup lebih dari menghilangkan sampah melalui daur ulang dan penggunaan kembali, berfokus pada merancang ulang sistem produksi dan distribusi untuk mengurangi limbah. Bebas Sampah lebih merupakan tujuan atau cita~cita daripada target yang sulit dicapai. Bebas Sampah menyediakan prinsip~prinsip pemandu untuk upaya penghilangan sampah secara terus menerus. Pengembang untuk menciptakan alternatif baru yang semula adalah bahan atau barang sekali pakai menjadi barang yang bisa digunakan berulang~ulang.

Menghilangkan sampah dari awal memerlukan keterlibatan yang intensif terutama dari Industri dan Pemerintah, karena mereka mermiliki posisi yang lebih kuat daripada individu. Bebas Sampah tidak akan mungkin terwujud tanpa upaya dan tindakan signifikan dari Industri dan Pemerintah. Industri memiliki kontrol atas desain produk dan kemasan, manufaktur proses dan penentuan bahan yang digunakan. Pemerintah memiliki kemampuan untuk membuat kebijakan dan memberikan subsidi untuk desain proses produksi yang lebih baik dan kemampuan untuk mengembangkan dan menerapkan strategi pengelolaan sampah yang komprehensif yang dapat menghilangkan sampah daripada sekadar mengelolanya.

[Yd/DP3A]