FORUM ANAK DOMPU DALAM PENANAMAN MANGROVE & KELOR DI KILO – DOMPU

11

Dompu~NTB kla.id, Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah, menghadiri Launching Gerakan NTB Hijau dengan penanaman mangrove dan kelor di Desa Malaju, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu, Sabtu (11/1~2020).

Bang Zul sapaan akrabnya mengungkapkan, bahwa dengan menanam pohon berarti menanam harapan. “Karena saya yakin jika adik-adik ini menanam mangrove di pantai yang indah ini, satu minggu, dua minggu, tiga minggu dan bulan berganti bulan, magrove ini akan tumbuh menjadi tanaman yang utuh dan kokoh,” ungkapnya.
Kemudian nanti, katanya, dirinya berjanji pada suatu saat akan datang kembali melihat pertumbuhan dan perubahan yang ada di sekitar pohon ini.
“Kalau mangrove ini sudah tumbuh kokoh dan berubah saat kita tanam. Apa yang sudah berubah dan tumbuh di sekitar Desa ini, Kecamatan Kilo, Kabupaten Dompu dan NTB pada umumnya,” tegasnya dengan nada lantang yang disambut teriakan meriah dan tepuk tangan masyarakat.

Lebih lanjut Gubernur menuturkan, menanam tanaman merupakan refleksi dari menanam harapan untuk masa depan daerah ini dan generasi ke depan.
“Saya yakin kalau semuanya rajin menanam, masyarakat Kilo dan Dompu umumnya akan punya uang. Kemudian mencicipi hasilnya dalam waktu tidak terlalu lama dan bisa menabung untuk memenuhi panggilan Allah SWT ke Baitullah,” harapnya.

Dalam setiap pertemuan, dirinya dengan Bupati Dompu, Bambang M Yasin (HBY), selalu saja menyampaikan harapan untuk masa depan.
“Dan hari ini kembali Bupati menanamkan harapan dengan menamam mangrove dan kelor untuk wisata bahari dan wisata kelor,” tandasnya.

Pada kesempatan itu, HBY sebagai orang nomor satu di Dompu mengajak warga masyarakat Kilo untuk tetap semangat mendukung dan mendorong program penanaman mangrove yang diprakarsai anak-anak muda seperti IKAPMI Dompu ini.
“Apalagi saat ini pihak provinsi bersama Pemerintah Daerah sudah berkomitmen untuk menghijauhkan wilayah NTB,” cetusnya.

Sementara itu, Ketua IKAPMI Dompu, Arif Rahman megungkapkan, bahwa menghijaukan hutan mangrove memiliki fungsi untuk mengendapkan lumpur di akar-akar bakau sehingga dapat mencegah terjadinya abrasi air laut ke daratan.

Selain itu, kata dia, mangrove juga akan menjadi tempat berkembangnya berbagai biota laut dan ekosistem laut. Juga berfungsi sebagai langkah awal dalam mencegah bencana di wilayah pesisir.
“Kegiatan ini juga bagian dari salah satu upaya mitigasi bencana. Untuk itu mari kita mengkampanyekan gerakan penanaman mangrove dengan penuh semangat dalam diri kita tanpa harus menunggu uluran tangan dari pemerintah,” pungkasnya.

Menurut Adam Nurardiansyah yang mewakili Ketua Forum Anak Dompu sa’at ditemui media ini, di lokasi penanaman mengungkapkan, kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan yang cukup besar, apalagi misinya Gubernur NTB Gemilang dan NTB Hijau.
“Kegiatan ini sangat membutuhkan dukungan dan partisipasi dari berbagai kalangan yang ada lebih khususnya Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten,”katanya.

Lebih lanjutnya, “Forum Anak hadir sebagai Organisasi Anak di Dompu yang memberikan bantuan dan dukungan untuk masyarakat umumnya lebih khususnya masyarakat yang ada di Kecamatan Kilo, kegiatan tersebut bukan hanya kita fokuskan pada Bidang Penanaman dan Penghijauan saja akan tetapi masih banyak lagi kegiatan~kegiatan yang akan diselenggarakan demi kemajuan Kilo maupun Dompu kedepannya”.

“Kedepannya semoga apa yang telah kami upayakan demi membangun Kilo maupun Dompu yang hijau dan lebih maju lagi khususnya di Bidang Pembangunan dan Pemberdayaan,” harap Adam.

[Vira/FA Dpu]