Forum Anak Maros Tudang Sipulung dengan Ketua DPRD dan Ketua APDESI di Kongres Anak

146
Forum Anak bersama Ketua DPRD dan Ketua APDESI

Maros (kla.id)

Forum Anak Buttasalewangang Kabupaten Maros melaksanakan Festival dan Kongres Anak Tahun 2019 yang dilaksanakan di Gedung Serbaguna Kabupaten Maros, Jumat-Sabtu (3-4/5/2019).

Kegiatan yang dibuka oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Maros, Idrus dan pada malam harinya diisi dengan kegiatan “Tudang Sipulung” yang menghadirkan Ketua DPRD Maros Chaidir Syam dan Ketua Asosiasi Pemerintah Desa (APDESI) Kabupaten Maros Abdul Azis bersama beberapa pimpinan organisasi yang dipandu oleh pendamping Forum Anak Nurfadillah Yani, Jumat (3/5/2019).

Ketua DPRD memaparkan dukungan DPRD Kabupaten Maros untuk kebijakan dan penganggaran yang berpihak kepada pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak. ”Beberapa kebijakan telah di setujui oleh DPRD diantaranya Perda KIBBLA, Perda PAUD, Perda Kabupaten Layak Anak yang merupakan inisiatif DPRD dan saat ini sementara dibahas Rancangan Perda Sistem Perlindungan Anak yang merupakan Perda Inisiatif DPRD bersama Rancangan Perda Literasi yang juga merupakan Perda Inisiatif DPRD, serta persetujuan atas Perda Nomor 6 Tahun 2018 tentang Penghormatan, Perlindungan Dan Pemenuhan Hak Bagi Penyandang Disabilitas yang didalamnya juga mengatur tentang perlindungan dan pemenuhan hak anak disabilitas”, ungkap Chaidir.

Tudang Sipulung Bersama Forum Anak

Chaidir juga menyampaikan bagaimana mekanisme partisipasi anak dalam pembangunan, termasuk keterlibatan anak dalam reses yang dilaksanakan oleh anggota DPRD. “ Dalam reses yang saya laksanakan sudah melibatkan anak, dan ternyata suara anak lebih kritis dan merupakan suara murni untuk kepentingan anak. Saya juga akan mendorong keterlibatan anak di Musyawarah Perencanaan Pembangunan Desa, supaya kebutuhan anak bisa masuk dalam perencanaan mulai dari tingkat desa”, lanjut Chaidir.

Chaidir memberikan semangat kepada peserta kongres anak untuk aktif berorganisasi. “Saya bisa meraih posisi seperti saat ini karena mulai dari sekolah sudah aktif berorganisasi, manfaatkan waktu sebaik mungkin untuk hal-hal positif utamanya di era industri 4.0 dengan kemajuan tekhnologi begitu cepat, tutup Chaidir.

Sementara Ketua APDESI Maros dalam pemaparannya menyampaikan bahwa saat ini beberapa program prioritas pembangunan desa sudah berpihak kepada pemenuhan hak anak. Disamping untuk mendukung pengembangan bakat olahraga yang ada di desa, saat ini juga didorong gerakan literasi desa dengan menyiapkan perpustakaan desa serta ruang untuk aktivitas anak di desa.

Dalam diskusi beberapa peserta kongres anak mengajukan pertanyaan kepada Ketua APDESI, diantaranya terkait dengan upaya pemerintah desa untuk pencegahan pernikahan usia anak. “ Saat ini pemerintah desa tidak akan memberikan rekomendasi untuk izin pernikahan jika masih berusia anak, hanya saja kendala di masyarakat proses penerimaan lamaran tidak melibatkan pemerintah desa, setelah proses lamaran selesai dan diterima baru mengajukan permintaan izin sehingga menjadi polemik bagi pemerintah desa”, ujar Abdul Azis.

Kegiatan Tudang Sipulung dihadiri juga oleh beberapa pimpinan organisasi, diantaranya Ketua HPPMI Maros Arialdi Kamal, Ketua MPC Pemuda Pancasila Maros Alridho Ramadhan, Forum Komunikasi Dara Daeng dan Ketua Forum Pemuda Bhineka Tunggal Ika (FPBTI) Amul Hikmah, yang menyampaikan program dan kegiatan masing-masing yang bisa disenergikan dengan Forum Anak.