Guru SD, PAUD dan TK Ikuti Sosialisasi Cegah Kekerasan Anak

605

Denpasar- Dalam upaya  mencegah kekerasan pada anak, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), melaksanakan kegiatan Sosialisasi Awereness (kesadaran) Aman terhadap Ancaman Kejahatan  dan Kekerasan pada Anak. Sosialisasi yang melibatkan guru-guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), guru Taman Kanak-kanak (TK) dan guru Sekolah Dasar (SD), dibuka oleh Kepala Bidang Perlindungan Hak Perempuan dan Perlindungan Khusus Anak (PHP & PPKA) Dinas P3AP2KB Kota Denpasar, I Made Atmajaya, senin (21/5),  mewakili Kepala Dinas P3AP2KB Kota Denpasar. Sosialisasi ini diikuti 120 guru PAUD, TK dan SD se- Kota Denpasar selama 2 hari.

Kegiatan sosialisasi bertempat di Gedung Santi Graha Denpasar , tujuan dari sosialisasi ini diharapkan dapat mencegah kekerasan pada anak-anak disekolah dan membangun kesadaran masyarakat agar terjadi perubahan sikap dan perilaku yang memberikan perlindungan anak sehingga kekerasan dapat dilakukan sedini mungkin. Para peserta sosialisasi diajari untuk mendeteksi dini dan mengenali ciri anak korban kekerasan serta bagaimana praktek/peragaan untuk mengamankan/membela diri dari pelaku kekerasan. Salah seorang peserta sosialisasi, Luh Sri Maratni, guru TK Taman Rama, mengakun sosialisasi ini sangat penting, sehingga bisa melakukan pencegahan dengan mengetahui ciri-ciri terhadap kekerasan pada anak. Selain itu, dirinya dapat mensosialisasikan pada orang tua, sehingga bisa mencegah kekerasan pada anak.

Narasumber pada kegiatan sosialisasi ini adalah Dra. Retno Indaryati, M.Kes, Psikolog yaitu Ketua Lembaga Konsultasi Pradnyagama, President Rotary Club of Bali Niti Mandala dan Ketua Harian P2TP2A Kota Denpasar, Luh Putu Anggreni, SH sebagai Fasilitator. Luh Putu Anggreni mengatakan,sosialisasi yang menyasar guru SD, PAUD dan TK, mengingat perannya sangat penting untuk melakukan pencegahan. “Keterlibatan guru-guru pada sosialisasin ini, saya yakin kekerasan utamanya di sekolah dapat dicegah”, ujarnya. (GM)