Kemen PPPA RI Seminar Online “Keluargaku Tanggung Jawabku”

52

Palangkaraya (kla.id) Anak adalah anugrah dari Tuhan Yang Maha Esa yang dalam dirinya melekat harkat dan martabat sebagai manusia seutuhnya. Anak merupakan potensi masa depan dan juga sebagai generasi penerus cita-cita dan perjuangan bangsa yang dimiliki peran strategis kelangsungan eksistensi bangsa. Namun seiring dinamika kemajuan teknologi dan gaya hidup/ perilaku orang-orang dewasa disekitarnya, terkadang menempatkan anak dalam situasi rentan perlakuan salah di antaranya mengabaikan hak-hak anak. Hasil Survey Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) pada tahun 2018 menunjukkan bahwa 2 dari 3 anak Indonesia berusia 13-17 tahun mengaku pernah mengalami kekerasan sepanjang hidupnya. Untuk itu perlu memahami tentang kehidupan dunia si anak, demi tumbuh kembang dan masa depannya yang lebih baik. Salah satu bentuk penganiayaan yang kompleks adalah orangtua mengabaikan pengasuhan terhadap anak yang dapat disertai dengan penyiksaan fisik ataupun seksual. Berdasarkan Survey Nasional Pengalaman Hidup Anak dan Remaja (SNPHAR) tahun 2018 menunjukkan bahwa keluarga merupakan pelaku terbanyak ke 2 setalah teman / sebaya yang melakukan kekerasan fisik, emosi dan seksual terhadap anak. Pelantaran anak menyebabkan efek yang merugikan, seperti masalah dengan perkembangan kognitif, sosial dan emosional, penggunaan narkoba, melukai diri sendiri, kemampuan hidup sosial yang lebih rendah, masalah kejiwaan dan neurologis, kesinambungan pengabaian terhadap anak-anak mereka sendiri. Untuk itu diperlukan suatu stategi untuk memastikan setiap anak mendapatkan pengasuhan yang tepat dan terpenuhi hak-hak dasarnya. Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) melalui salah satu programnya yaitu Dasawisma memiliki potensi dan peluang yang besar untuk turut serta meningkatkan pengetahuan, ketrampilan dan pemahaman masyarakat tentang perlindungan dan pengasuhan anak untuk mencegah kekerasan, eksploitasi, penelantaran dan perlakuan salah, melakukan upaya pencegahan dan penguatan peran pengasuhan keluarga.

Menteri PPPA RI sedang menyampai paparan dihadapan peserta seminar Online pada hari rabu 8 juli 2020 melalui zoom meeting

Dalam rangka memperingati Hari Anak Nasional (HAN) tahun 2020 dan memaksimalkan upaya perlindungan anak dan penghapusan kekerasan dan perlakuan salah satu terhadap anak, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) melalui Deputi Bidang Perlindungan Anak bekerja sama dengan Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Pusat melaksanakan Seminar Online “Keluargaku, Tanggung Jawabku”. Kegiatan Seminar Online “Keluargaku, Tanggung Jawabku” dilaksanakan pada hari Rabu, 8 Juli 2020 pukul 09.00 Wib melalui  aplikasi Zoom Meeting. Peserta Seminar Online “Keluargaku, Tanggung Jawabku” Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB Provinsi Kalimantan Tengah mengirim 6 wakil dari unsur Ketua dan Anggota Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) provinsi untuk jadi peserta webinar melalui kanal zoom meeting, dan peserta Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan KB kabupaten/ kota melalui kanal Youtube Kemen PPPA.

Tujuan dari Seminar Online “Keluargaku, Tanggung Jawabku” adalah untuk memberikan edukasi tentang pola pengasuhan yang baik sebagai upaya melindungi anak dari pengabaian pengasuhan. Seminar Online “Keluargaku, Tanggung Jawabku” menghadirkan narasumber Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI I Gusti Ayu Bintang Darmawati ”Kebijakan Pengasuhan dalam Pemenuhan Hak dan Perlindungan Anak”, Ketua Tim TP PKK Pusat “Peran Keluarga dalam Perlindungan Anak”, Pemerhati Anak Diena Haryana “Parenting di Masa Pandemi Covid-19”, Psikolog Anak Seto Mulyadi “Relasi Ibu dan Anak di Masa Pandemi Covid-19”, Public Figure Andini Aisyah Haryadi “Pengalaman Working Mom di Masa Pandemi Covid-19. Seminar Online “Keluargaku, Tanggung Jawabku” dilaksanakan dalam bentuk sosialisasi dan paparan narasumber tanya jawab di pandu moderator Shinta Priwit.

Spikolog Figure Seto Mulyadi menyampaikan paparan di Seminar Online “Keluargaku, Tanggungjawabku , pada hari rabu 8 juli 2020

Kegiatan Seminar Online “Keluargaku, Tanggung Jawabku” di bebankan dari Dipa Satker Deputi Bidang Perlindungan Anak Tahun 2020.