Kemendes PDTT Akan Beri Bantuan Desa yang Bentuk BUMDes

25
Gambar mungkin berisi: 15 orang, orang tersenyum, orang berdiri dan dalam ruangan

Tanjung Selor (kla.id) – Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) akan memberikan bantuan untuk penyertaan modal bagi desa yang akan membentuk Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa) pada tahun 2020 dengan syarat seluruh administrasi pembentukan dilengkapi mengikuti Perbup Petunjuk Teknis Pendirian, Pengurusan dan Pengelolaan dan Pembubaran BUM Desa serta Perbup Penyertaan Modal BUM Desa.

Bupati Bulungan, H Sudjati, SH menjelaskan, salah satu program prioritas dari Kemendes PDTT adalah terbentuknya satu BUM Desa di setiap desa yang ada di Indonesia. Melalui program BUMDes, diharapkan dapat memanfaatkan potensi sumber daya alam desa termasuk kearifan lokalnya, dapat membuka lapangan pekerjaan baru, meningkatkan taraf hidup masyarakat, sebagai sarana promosi dan pemasaran produk-produk lokal baik produk bidang pertanian maupun non pertanian yang banyak terdapat di wilayah Kabupaten Bulungan.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang tersenyum, orang berdiri dan dalam ruangan


“Selain itu diberikan juga bantuan berupa sosialisasi bagi desa-desa yang belum membentuk BUM Desa, yang saat ini dilaksanakan,” terangnya dalam kegiatan Sosialisasi Pembentukan dan Pelembagaan BUM Desa yang berlangsung di Hotel Anugrah, Jl Sabanar Baru, Tanjung Selor pada Senin (04/11). Dijelaskan, keberadaan BUM Desa sejalan dengan Misi Kabupaten Bulungan 2015-2020 yaitu: “ Pemantapan Kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) melalui Pembangunan di Bidang Pendidikan, Kesehatan, dan Perluasan Lapangan Pekerjaan serta Penerapan Teknologi Maju Berbasis Agribisnis” dan “Mewujudkan Kualitas Hidup Masyarakat yang Tinggi, Maju dan Sejahtera” serta merupakan salah satu dari empat agenda pembangunan di Kabupaten Bulungan yaitu “Peningkatan Kegiatan Ekonomi Kerakyatan yang Berbasis Agribisnis dan Agroindustri, serta Berwawasan Lingkungan”.

Dilanjutkan, salah satu faktor pendukung dibentuknya BUM Desa di Kabupaten Bulungan adalah Pengembangan Food Estate Delta Kayan yang merupakan Program Prioritas Nasional sebagaimana yang tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2014 – 2019. Program tersebut perlu didukung pemerintah daerah dan masyarakat lokal agar produk-produk pertanian yang dihasilkan di Food Estate Delta Kayan tersebut, dapat dipromosikan dan dipasarkan secara baik dan merata.

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang berdiri


“Di sinilah peran BUM Desa diharapkan sebagai sarana pengelolaan, pendistribusian, promosi dan pemasaran produk pertanian yang dihasilkan di food estate tersebut,” sebutnya.

Dilanjutkan, peran BUM Desa tidak hanya terbatas pada produk-produk pertanian. sebagai badan usaha, tapi diharapkan puladapat selalu mengembangkan unit-unit usaha di dalamnya sehingga dapat menyentuh setiap peluang usaha yang menjadi potensi di desanya masing-masing.

“Semoga melalui sosialisasi ini, badan-badan usaha milik desa yang ada dapat memajukan desa serta Kabupaten Bulungan. dan bagi desa yang belum memiliki BUM Desa kiranya juga dapat terpacu dan bersemangat untuk membentuk serta menghidupan BUM Desa,” pesannya.

Gambar mungkin berisi: 15 orang, orang duduk, tabel dan dalam ruangan


Kasubdit Fasilitasi Kelembagaan BUMDES, Direktorat Pengembangan Usaha Ekonomi Desa, Dirjen PPMD Kementerian Desa PDTT, Arta Uli Ari Tonang mengatakan, Dana Desa dapat diarahkan untuk membentuk BUM Desa untuk pemberdayaan perekonomian di desa.

“Saat ini sudah terbentuk 45.870 BUM Desa di mana 30 persennya sudah berhasil mendapat omzet di atas Rp1 miliar,” ungkapnya. Dijelaskan, BUM Desa merupakan salah satu solusi menuju kemandirian desa karena merupakan lembaga ekonomi yang benar-benar terfasilitasi dan dilindungi UU. Tinggal dibutuhkan komitmen yang tinggi untuk memberdayakan masyarakat desa agar lebih mandiri melalui BUM Desa.