Kementerian PPPA RI Melaksanakan Kegiatan BAKIAK II dengan Tema Cegah Anak dari Bujukan Rokok

56

Palangkaraya (Kla.id) Coronavirus adalah suatu kelompok virus yang dapat menyebabkan penyakit pada hewan atau manusia. Beberapa jenis Coronavirus diketahui menyebabkan infeksi saluran nafas pada manusia mulai dari batuk pilek hingga yang lebih serius seperti Middle East Respiratory Syndrome (MERS) dan Severe Acute Respiratory Syndrome (SARS). Coranavirus jenis baru yang ditemukan menyebabkan penyakit Covid-19 yang bisa menyarang siapa saja termasuk juga anak yang merupakan kelompok rentan dengan imunitas tubuh yang masih berkembang. Hingga saat ini belum ada vaksin dan obat melawan virus tertentu untuk mencegah atau mengobati Covid-19 sehingga upaya pencegahan menjadi yang utama yang harus dilakukan. Data sebaran Covid-19 ini terus menibgkat dan menyebar ke seluruh wilayah Indonesia. Barbagai upaya sudah dilakukan pemerintah, termasuk yang baru-baru ini dilakukan pemerintah adalah di berlakukannya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di beberapa wilayah. Selain itu pemerintah juga memberikan himbauan kepada masyarakat untuk melakukan physical distancing dan social distancing melalui kebijakan di rumah saja. Mulai dari kegiatan belajar mengajar dan semua aktivitas perkantoran mulai di batasi dan diberlakukan work from home dan school from home. Dalam proses tumbuh kembangnya anak harus di lindungi dari ancaman yang dapat merugikan dan membahaya kesehatannya seperti asap rokok. Asap rokok mengandung zat racun seperti tar, nikotin, karbon monoksida, arsenik, hidrogen sianida dan lain-lain. Anak termasuk kelompok vulnerable yang memiliki risiko lebih tinggi terhadap dampak buruk dari asap rokok karena mempunyai sistem imum dan alat pernapasan yang masih berkembang dan rentan terhadap penyakit. Menurut data Riskesdes 2018 yang disarikan dalam Atlas Tembakau Indonesia 2020 (TCSC IAKMI), konsumsi tembakau pada laki-laki menurun dari tahun 2013 ke tahun 2018 sebesar 3,1% sedangkan pada perempuan terjadi penurunan konsumsi sebesar 1,9%. Sehingga secara keseluruhan terjadi penurunan sebesar 2,5% dari tahun 2013 ke tahun 2018. Melalui Kegaiatan BAKIAK II (Bincang Ahli dan Kelas Inspirasi Anak) dengan Tema ”Cegah Anak dari Bujukan Rokok” Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak yang dilakukan untuk memperingati Hari Tanpa Tembakau Sedunia sekaligus Rangkaian Peringatan Hari Anak Nasional 2020, diharapkan anak dan remaja mendapatkan edukasi dan informasi-informasi penting yang dibutuhkan langsung dari narasumber profesional/ dokter tentang bagaimana seluk beluk bahaya rokok mulai dari barbagai kandungan yang terdapat dalam rokok serta risiko atau dampak yang dapat ditimbulkan jika seseorang menghirup asap rokok atau bahkan menghisap rokok.  Peserta kegiatan terdiri dari anggota Forum Anak (FA) berjumlah 7 orang beserta 1 orang pendamping dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak di seluruh Indonesia. Kegiatan ini dilaksanakan melalui pertemuan Online Aplikasi Zoom Meeting, pada hari Kamis tanggal 18 Juni 2020.

Paparan Narasumber Lenny N Rosalin, Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak kamis 18 juni 2020

Namun ironisnya justru saat ini anak Indonesia terus terancam oleh persoalan rokok. Data menunjukkkan 23,1% anak Indonesia mulai merokok sejak usia 10-14 tahun dan 52,1% mulai merokok pada usia 15-19 tahun. Artinya sejak usia SD dan SMP banyak anak yang sudah mulai merokok. Bahkan 2,5% anak Indonesia mulai merokok sejak usia 5-9 tahun (Atlas Tembakau Indonesia, 2020). Tingginya angka anak Indonesia yang telah menjadi perokok aktif ini mengancam masa depan Indonesia. Dampak negatif dari merokok akan di rasakan 10-15 tahun yang akan datang, sehingga dapat mengancam bonus demogarfi Indonesia di tahun 2045. Institute for Health Metrics Evaluation (2020) menyatakan bahwa terjadi pergeseran penyebab kematian di Indonesia. Pada tahun 1990 penyebab kematian tertinggi adalah penyakit menular, namun sejak tahun 2017 penyumbang kematian tertinggi adalah penyakit menular yang faktor risikonya adalah perilaku atau gaya hidup, salah satunya yaitu merokok. Angka Kematian nasional akibat rokok adalah 88 orang per 100.000 di mana sebanyak 10 provinsi berada di atas rata-rata angka kematian nasional.

Narasumber kegatan ini terdiri dari Deputi Menteri PPPA Bidang Tumbuh Kembang Anak, Keynote speech : Menjadi Pelopor dan Pelapor dalam Menagkal Bahaya Rokok ( Karena Asapmu, Aku Sakit); Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) “ Anak Sehat Tanpa Rokok “; Dinas Kesehatan Kab. Klungkung “ Best practice ‘Pelibatan Anak dan Remaja dalam Pencegahan Bahaya rokok’; Inspirator Muda Peduli Pengendalian Tembakau “ Apa yang Bisa Anak Lakukan Dalam Menangkal Bahaya Rokok dan Jurus Jitu Anak untuk #Tolak Bujukan Rokok#.

Narasumber Darmawan dari Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) kamis 18 juni 2020

Tujuan diselenggarakannya kegiatan ini adalah untuk :

  1. Meningkatkan pemahaman anak tentan bahaya rokok;
  2. Meningkatkan pemahaman anak tentang tantangan yang harus dihadapi di tengah perubahan dan ketidak pastian yang terjadi sebagai dampak dari adanya Covid-19;
  3. Menguatkan peran Forum Anak sebagai Pelopor dan Pelapor(2P) dalam menangkal bahaya rokok terutama selama pandemi Covid-19 maupun seterusnya dan berani untuk tolak bujukan rokok.
Narasumber Imam Zein dari Inspirator Muda Peduli Pengendalian Tembakau, kamis 18 juni 2020

Kegiatan BAKIAK II (Bincang Ahli dan Kelas Inspirasi Anak) dengan Tema ”Cegah Anak dari Bujukan Rokok” dibebankan pada DIPA Deputi Bidang Tumbuh Kembang Anak Tahun anggaran 2020 Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia.