Kerlip Maros menggelar “Sekolah Anak Dusun”

399
Talk Show Sekolah Anak Dusun

Maros (kla.id)

Dalam upaya mendorong pemerataan pendidikan hingga pelosok pedesaan di Sulawesi Selatan, Keluarga Peduli Pendidikan (Kerlip) Maros yang dipimpin oleh Bagus Dibyo menggelar diskusi bertema ‘Sekolah Anak Dusun’, Kamis (15/2/2018) di Cafe D’Clove Maros.

Diskusi tersebut digelar secara khusus membahas sekolah pelosok pedesaan di Kabupaten Maros utamanya sekolah dibawah Kolong Rumah Warga, di Dusun Barayya, Desa Bontomanurung Kecamatan Tompobulu, yang akhir-akhir ini menjadi trending topic.

Salah satu Narasumber, Anggota DPRD Sulsel Komisi E, Irfan AB menilai alokasi APBD Sulsel untuk mendanai pendidikan masih minim, dan hanya cukup untuk melakukan pembayaran gaji guru honorer. Sehingga untuk membenahi sarana pendidikan yang merata tidak mencukupi.

Ia mencontohkan, untuk tahun 2018 ini, alokasi dana untuk pendidikan hanya Rp 37 miliar, disebabkan alokasi APBD Sulsel lebih banyak untuk membiayai Pilkada yang mencapai Rp. 600 miliar.

Sementara itu, menanggapi belum meratanya pendidikan di Kabupaten Maros, Ketua DPRD Maros Chaidir Syam menjelaskan pihaknya terus berupaya mencari solusi terbaik, agar anak-anak di pelosok pedesaan bisa menikmati pendidikan yang layak.

Ia menjelaskan, hak anak untuk mendapatkan pendidikan itu wajib, sehingga diupayakan mencari solusi terbaik agar anak di pelosok mendapatkan haknya memperoleh pendidikan yang layak.

Terkait pelaksanaan diskusi, Ketua Kerlip Maros, Bagus Dibyo Sumantri menilai kondisi pendidikan yang tidak merata hingga daerah pelosok, bukan hanya di Maros, melainkan juga terjadi di Kabupaten Kota lainnya di Sulsel.

Dirinyapun berharap, dengan diskusi tersebut, pemerintah melakukan  pemerataan pendidikan hingga pelosok pedesaan, yang saat ini masih memperihatinkan, dan jauh dari kata layak.

Diskusi yang digelar kerjasama BPJS Ketenagakerjaan, Indonesian Women For IT Awareness (IWITA) dan Maros Journalist Solidarity (Majourity) ini selain menghadirkan narasumber dari pihak legislatif, juga dari Universitas Muslim Maros (UMMA), KPH Bulusaraung Dinas Kehutanan Sulsel, dan Dinas Pendidikan Sulsel. (Ady maros fm)