LILA MASRISA : TIPS AGAR ANAK SELALU CERIA & TIDAK MUDAH “STRESS”

27

Dompu~NTB kla.id, Anak~anak dapat pula mengalami stres dan bila tidak dapat diatasi dengan baik dapat menyebabkan penyakit secara fisik, emosi maupun mental. Maka, bagaimana Anda sebagai orang tua dapat mengetahui gejala stres pada anak? Apa penyebabnya? Apa yang dapat dilakukan untuk membantu anak keluar dari stres anak?

Penyebab Stres pada Anak
Beberapa penyebab stres pada anak, meliputi:

(1) Aktivitas yang terlalu padat.
Terkadang, kita sebagai orang tua tidak menyadari bahwa aktivitas anak di sekolah telah menyedot sebagian besar tenaganya. Niat kita yang ingin memberinya Pengetahuan Tambahan setelah Jam Sekolah, misalnya les atau kursus, justru berisiko membuatnya kelelahan. Kesibukan setelah jam sekolah menjadikan mereka tidak memiliki waktu untuk bersantai atau bermain. Hal ini berisiko membuat anak menjadi stres. Berikanlah anak kesempatan untuk bersantai. Bahkan mungkin beberapa jadwal kegiatannya usai sekolah bisa dikurangi. Namun, bila aktivitas tersebut tidak dapat dihentikan atau dikurangi, tanyakan bagaimana perasaannya tentang aktivitasnya. Sesi curhat mungkin bisa meringankan stres anak.
(2) Paparan konten dewasa.
Seiring kemajuan teknologi, berbagai informasi bisa didapat dengan mudah. Anak bisa saja terpapar konten atau informasi untuk orang dewasa, seperti berita yang menyeramkan, video kekerasan atau pornografi. Hal ini berisiko membuat anak merasa tertekan. Orang tua dianjurkan untuk memilah konten yang sesuai bagi anak. Tak hanya itu, para orang tua juga harus mendampingi dan memberikan pemahaman kepadanya.
(3) Kurang tidur.
Anak memerlukan istirahat yang cukup, terutama setelah seharian beraktivitas di sekolah. Pastikan anak mendapatkan cukup waktu istirahat dan jangan sampai mereka mengalami kurang tidur. Kurang tidur bisa berdampak kepada mood, perubahan perilaku, kemampuan menilai serta daya ingatnya. Saat tiba waktu istirahat, jauhkan anak dari gadget atau televisi.
(4) Intimidasi.
Intimidasi atau bullying yang menimpa anak, baik verbal maupun nonverbal, juga berisiko membuatnya merasa tertekan. Berikan dukungan pada anak agar dia bisa lebih percaya diri dalam menjalani hari~harinya di sekolah atau lingkungannya. Jangan lupa untuk berkomunikasi dengan guru guna memantau kondisi yang dialami anak.
(5) Penyakit kronis.
Anak bisa merasa stres jika mengalami hal berat, seperti ketika orang tuanya menderita penyakit serius atau anak sendiri yang mengalaminya. Kondisi serius pada anak yang bisa membuatnya stres antara lain bila ia menderita Human Immunodeficiency Virus/HIV, Down syndrome, obesitas, asma serta Attention Deficit Hyperactivity Disorder/ADHD. Bila mengalami penyakit kronis, anak bisa terasing dari pergaulannya atau kegiatan sekolahnya karena harus menjalani pengobatan. Bicaralah dari hati ke hati dengan anak dan berikan dukungan mental padanya dalam melewati masa~masa yang sulit.
(6) Perceraian orang tua.
Sistem keamanan yang mendasar bagi anak adalah keluarga. Ketika orang tua bercerai, anak menghadapi perubahan besar dalam hidupnya. Jelaskanlah secara baik dan mudah dipahami oleh anak mengenai alasan Anda bercerai. Jelaskan pula kepadanya bahwa bercerai bukan berarti berpisah sama sekali. Selain itu, Anda dianjurkan untuk tidak menempatkan anak pada posisi di mana ia harus memilih salah satu orang tuanya, karena pilihan tersebut berpotensi membuat anak bingung dan tertekan.

Cara Mencegah Stres pada Anak
Sebelum anak mengalami stres, ada beberapa langkah yang bisa dilakukan orang tua untuk mencegahnya, antara lain:

1) Luangkan waktu bersama buah hati.
Tanyakan mengenai aktivitasnya sehari~hari dan bagaimana perasaannya. Hal ini bisa membantu kedua pihak untuk saling memahami dan mendukung.
2) Kurangi aktivitas anak.
Terutama apabila aktivitas itu membuatnya merasa stres. Diskusikan juga dengan anak untuk menentukan aktivitas apa yang perlu dikurangi.
3) Ciptakan suasana rumah yang nyaman.
Bebaskan anak untuk melakukan hal~hal kesukaannya. Misalnya beristirahat, bermain, atau membaca.
4) Mendengarkan cerita anak.
Dengarkan setiap kali anak ingin menceritakan sesuatu. Dengan cara ini, Anda bisa membantu meringankan beban stres yang sedang dihadapi oleh anak.
5) Selalu berada di dekat anak.
Mendampingi dan berada di dekat anak saat ia dalam keadaan stres maupun sedih, dapat membuatnya merasa lebih tenang dan mampu menghadapi masalahnya dengan lebih baik.

Dengan menjadi pendengar yang baik, orang tua bisa memahami apa yang dialami dan dirasakan oleh anak, sehingga bisa memberikan jalan keluar dari tekanan dan stres yang sedang dihadapinya. Anak pun bisa tumbuh dengan lebih sehat dan bahagia. Jika hal yang membuat anak stres masih sulit teratasi, Anda dapat mengajaknya berkonsultasi dengan psikolog untuk mendapatkan konseling dan penanganan lebih lanjut.

Gejala stres.
Seorang anak yang stres dapat diidentifikasi dengan memperhatikan tingkah lakunya. Reaksi~reaksi psikosomatik, termasuk problem pencernaan, sakit kepala, kelelahan, gangguan tidur dan masalah sewaktu buang air, mungkin merupakan tanda~tanda bahwa ada sesuatu yang tidak beres.
Tanda lainnya seperti sering menangis, senang menyendiri, rewel, tidak mau berangkat ke sekolah atau suatu tempat, membuat kenakalan di sekolah atau di lingkungan tempat bermainnya, penurunan nilai sekolah. Bahkan stres juga dapat menyebabkan penyakit fisik pada anak, misalnya merasa pusing, mual, diare, kelumpuhan akibat depresi, atau penyakit lainnya.
Apabila seorang anak mengalami sakit dalam waktu lama dan setelah dikonsultasikan ke dokter tidak ditemukan penyebab pastinya, maka tidak ada salahnya bila Anda meminta bantuan seorang psikolog, karena penyakit tersebut bisa saja bukan disebabkan virus, bakteri atau kerusakan pada tubuh melainkan disebabkan pikiran anak yang sedang stress.

Membantu anak yang mengalami stres.
Sebagai manusia yang belum berpengalaman dan kapasitas otak yang belum optimal, seorang anak tidak memiliki kemampuan untuk mencari solusi dari stres yang dideritanya sehingga perlu mendapat bantuan dari orang dewasa untuk dapat mengatasi kesulitannya sehingga stres yang dialaminya tidak berkepanjangan.
Bila ada indikasi anak Anda mengalami stres, hindari untuk merasa panik berlebihan karena bila Anda panik maka Anda dapat pula menderita stres sehingga tidak dapat membantu anak Anda. Yang dapat Anda lakukan untuk membantu anak Anda adalah:

Perbaiki pola asuh Anda.
Bila selama ini Anda cenderung otoriter atau sebaliknya serba boleh, sebaiknya Anda mengubah pola asuh Anda agar anak Anda tidak merasa terbebani dengan tuntutan yang berlebihan. Sebaliknya, berikan aturan yang jelas, mengapa aturan tersebut diberikan dan konsekuensi apabila peraturan dilanggar. Jangan lupa untuk memberikan pujian jika anak Anda bersikap positif, tetapi berikan teguran atau disiplin apabila anak melakukan pelanggaran serta penjelasan mengapa disiplin diberikan dan bukan karena orang tua membenci anaknya.

Jangan buat tuntutan yang berlebihan.
Orang tua menginginkan anaknya mencapai yang terbaik, tetapi jangan tetapkan target yang tidak dapat dicapai oleh anak. Jangan pula mengritik atau membanding-bandingkan seorang anak dengan orang lain. Terimalah seorang anak dengan segala kelebihan dan kekurangannya. Jika seorang anak gagal mencapai tuntutan yang Anda berikan, jangan menghukum atau mengejeknya, tetapi bantulah anak agar dapat menjadi lebih baik di kemudian hari. Kegagalan yang dialami anak sekarang bukan berarti dia tidak dapat menjadi lebih baik dan bukan berarti akhir segalanya.

Buat kedekatan dengan anak dan komunikasi yang terbuka.
Kedekatan orang tua dengan anak akan membantu seorang anak terbuka terhadap orang tua dan leluasa menjadikan orang tua sebagai tempat curhat. Anak dapat menceritakan kejadian yang tidak menyenangkan yang dialaminya saat di sekolah atau di luar rumah. Orang tua, sebagai manusia yang lebih berpengalaman dapat memberikan solusi yang baik untuk anak atau mengambil tindakan yang diperlukan agar kejadian tidak menyenangkan dapat dihindari. Ini sangat baik dibandingkan jika anak menceritakan permasalahannnya kepada teman sebaya atau orang lain yang tidak tepat yang dapat memberikan saran yang membuatnya semakin terpuruk.

Ciptakan keluarga yang harmonis.
Hubungan ayah ibu yang harmonis, kedekatan dengan kakak adik dan anggota keluarga lain membuat anak merasa nyaman dan betah di rumah, membantunya terhindar dari pergaulan buruk yang dapat menimbulkan berbagai masalah yang dapat membuat anak stres. Selain itu, dengan keluarga harmonis dapat menghindari terjadinya pertengkaran bahkan perceraian yang akan mengganggu kestabilan emosi anak.

Bentuk anak yang mandiri.
Seorang anak pada saatnya harus menjadi mandiri, karena tidak mungkin orang tua terus menerus mengawasinya. Maka, bantu anak dengan melatihnya untuk membuat keputusan yang diperlukan. Misalnya, saat seorang anak menanyakan apakah suatu tindakan boleh dilakukan atau tidak, ajak anak berdiskusi apa hal baik dan hal negatif yang akan terjadi jika anak melakukan hal tersebut. Hal ini dapat membantu anak jika suatu saat ia harus membuat keputusan tanpa bantuan orang tua. Anak yang mandiri juga akan lebih dpaat menyelesaikan masalahnya dan menangani saat dia merasa tidak nyaman sehingga mencegah anak mengalami stres.

Beri keleluasan yang wajar untuk anak.
Untuk hal-hal yang tidak terlalu prinsip, berikan keleluasan pada anak. Misalnya dalam menentukan kegiatan ekstrakurikuler atau kursus yang akan diikutinya. Biarkan anak menyalurkan hobinya sehingga anak tidak merasa terkekang dan menikmati aktivitasnya.

Berikan makanan sehat dan tidur cukup.
Karena asupan gizi dapat mempengaruhi stres anak, maka sajikan makanan yang bergizi untuk Anda, jangan membiasakannya dengan makanan cepat saji, soft drink, atau jajanan lain yang tidak bergizi. Juga biasakan anak agar makan dengan teratur dan tepat waktu. Sedangkan untuk membantu anak cukup tidur, bantu anak agar memiliki jadwal yang baik, tentukan kapan dia boleh bermain, kapan harus mengerjakan tugas dan jadwal lainnya sehingga anak memiliki waktu untuk tidur siang dan tidak sampai harus tidur larut malam untuk mengerjakan tugasnya.

Perhatian dan kasih sayang yang dari orang tua tertutama yang dibutuhkan anak dan membantu anak terhindar dari stres. Maka, terus dukung, latih dan asuh anak Anda agar dia dapat menikmati hari-harinya dengan ceria.

[Yd/DP3A Dpu]