Masuk Top 50, Inovasi Pelayanan Publik, Kadis DP3A Dalduk KB Optimis Lolos

125

Makassar (kla.id)
Penyelengaraan Inovasi Pelayanan Publik Provinsi Sulawesi Selatan yang dilaksanakan setiap tahun telah memasuki tahap paparan dan wawancara oleh perwakilan masing-masing OPD yang lolos 50 besar baik dari provinsi maupun dari kab/kota yang di gelar mulai tanggal 15-20 Maret 2021 di Hotel Sheraton berlangsung lancar.

Untuk mencapai tahap ini, telah 2 tahapan yang dilalui yaitu tahap 1 pengumpulan proposal dan kedua hasil dari pengimputan yang dilakukan, disertai video proses perjalanan kegiatan ini sampai memperlihatkan damapk yang ditimbulkan dari inovasi ini.

Diantara 50 yang lolos ditahap selanjutnya adalah Dinas P3A Dalduk KB Provinsi Sulsel, yang mengangkat Inovasi ‘Pengembangan Sinergitas Layanan Perlindungan Khusus Ayah bagi Anak Berhadapan Hukum (ABH) disingkat PENSIL BAGI AYAH, dimana sasarannya Adalah Anak Binaan LPKA Kelas II Maros.

DP3A Dalduk KB mendapatkan giliran pada hari Jumat (hari kelima) yang diwakili oleh Kepala Seksi Perlindungan Khusus Anak (PKA), A.Nurseha , yang didampingi oleh Kepala Dinas P3A Dalduk KB, DR.dr.Hj.Fitriah Zainuddin,M.Kes dan Kepaal Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak, Dra.Hj.Hastina Dahlan.

PENSIL BAGI AYAH ini Adalah Program kegiatan yang dimulai sejak tahun 2017 dimana pada saat itu dimulai dengan pemetaan dari 15 Kategori Anak yang Memerlukan Perlindungan Khusus dan a yang akan diintervensi sesuai masalah yang ada, dan dari hasil workshop yang dilakukan muncullah kesepakatan bersama untuk mengembangkan layanan bagi Anak Berhadapan Hukum (ABH) dan Anak Berkebutuhan khusus (ABK) dan dengan melalui proses panjang pada bulan mei 2018 , Sinergitas Layanan PKA bagi ABH dimulai. Dengan mengacu pada jadwal yang telaj dibuat.

Tahun ini adalah tahun ke-3 layanan ini di laksanakan khususnya di LPKA Maros oleh semua lembaga Pemerintah dan non Pemerintah yang telah berkomitmen melalui perjanjian kerjasama (PKS) , Alhamdulillah semua yang terlibat berkomitmen untuk memberikan layanan pemenuhan hak dan perlindungan khusus anak ujar dr.fitri.

Mengingat jumlah kasus ABH yang cukup tinggi maka DP3A Dalduk KB, mengembamgkan sinergitas layanan ini di LAPAS Pare-pare (2019) dan LAPAS Palopo (2020). Kami sangat bersyukur program ini bisa lolos ke tahap berikutnya, dan saya optimis in sya Allah , DP3A Dalduk KB dapat lolos ke tahap berikutnya ujar dr.fitriah optimis (AND)