Melestarikan Permainan Tradisional OSIS SMAN 1 Soppeng

235

Soppeng (kla.id)

Permainan tradisional kini semakin langka karena kurangnya sosialisasi dari orang tua ke anak ataupun dari guru ke murid mengenai permainan tradisional. Permainan tradisional diperkirakan akan lebih terancam dengan adanya permainan modern, seperti yang kita lihat saat ini. Tak jarang anak zaman sekarang hanya menyukai bermain game online.
Bertepatan hari jadi Kabupaten Soppeng yang ke-758, OSIS SMAN 1 Soppeng melaksanakan kegiatan permainan tradisional sebagai sarana melestarikan permainan tradisional dengan tema “Ana’ Dara Kallolo Mappatuo Ade’ Riwanua Latemmamala” (Pemuda pemudi yang menghidupkan kembali adat/tradisi di bumi Latemmamala). Adapun lomba yang akan dilaksanakan, diantaranya permainan : Massallo, Majjeka, Lari karung, Naga balon dan Makan kerupuk. Naga Balon yaitu permainan balon yang dimainkan secara berkelompok, Permainan ini melatih keterampilan dan kekompakan setiap tim. Kemudian, Majjeka dan massalo yaitu permainan yang melatih ketangkasan dan keseimbangan fisik yang dilakukan secara berkelompok, juga melatih kerja sama antar teman dalam kelompok.(Sabtu 23 Maret 2019)

Naharuddin, S. Pd M. Pd Kepala SMAN 1 Soppeng yang di hubungi awak media mengatakan bahwa manfaat dari permainan tradisional untuk anak-anak sangat baik, seperti mengembangkan konsep diri, kreativitas, komunikasi, aspek fisik dan motorik, aspek sosial, aspek emosi atau kepribadian, dan aspek kognitif. Dalam permainan tradisional, anak-anak juga diajarkan menjadi pribadi yang terbuka dan mampu bekerja sama dengan teman sejawatnya, dan pengajaran positif lainnya.

Musdalifah Alhumaerah selaku Wakil Ketua I OSIS SMAN 1 Soppeng mengatakan bahwa Permainan tradisional adalah permainan yang menyenangkan, dan biasanya peraturan permainan akan disepakati oleh semua anggota, sehingga dalam hal ini tentu perlu kreatifitas anak untuk melakukan permainan agar menjadi menarik. Melatih emosi anak, hampir setiap permainan tradisional dilakukan secara kelompok, sehingga dalam hal ini dapat membangun emosi anak timbul toleransi, empati terhadap orang lain, sikap sportif, saling menghargai, bekerja sama dll.
Untuk anak Indonesia, keluar dan bermainlah. Bumi, angin dan langit bersamamu.