Mencegah Stunting, Bunda PAUD SulSel Imbau Biasakan Makan Ikan

178
Gerakan makan ikan cegah stunting.
Liestiaty F Nurdin (tengah) bersama anak-anak PAUD (21/11/19).

Makassar (kla.id) Makan Ikan Cegah Stunting menjadi tema yang dipilih Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan (Pemprov SulSel) dalam Gerakan Edukasi yang serentak digelar di seluruh Indonesia sekitar pukul 08:00 Wita, Kamis pagi (21/11/19).

Untuk wilayah SulSel, Pemprov bekerja sama Tim Penggerak PKK SulSel, HIMPAUDI (Himpunan Tenaga Pendidik Anak Usia Dini) SulSel dan TPA Masagena yang dibina PKK SulSel. Kegiatan dipusatkan Gedung Baruga Karaeng Pattingalloang dan dihadiri langsung Ketua PKK SulSel, Hj Liestiaty F Nurdin.

Lies pada kesempatan itu mengajak seluruh pihak untuk berkontribusi menurunkan angka stunting di SulSel. Menurutnya SulSel tidak seharusnya berada di deretan provinsi yang angka stuntingnya tinggi karena banyak ikan di wilayah ini.

“Harusnya kita malu kalau SulSel tinggi angka stuntingnya. Kita punya banyak ikan di SulSel, begitu juga dengan telur, ayam, daging, sayur mayur serta buah, semuanya ada”, ujarnya.

Karenanya dia menghimbau agar membiasakan makan ikan. Apalagi kata Dosen Fakultas Perikanan UNHAS (Universitas Hasanuddin) Makassar itu, anak-anak juatru jangan dibiasakan hanya sekedar kenyang saja.

“Penting adanya keseimbangan gizi, termasuk bagi Ibu-ibu hamil. Makanya kalau makan, harus ada ikan, sayur ditambah buah, susu, karbohidrat agar tetap dan semakin sehat”, terang Lies.

Bunda PAUD SulSel yang juga Ketua PKK SulSel itu menegaskan kembali bahwa untuk menekan angka stunting di SulSel, Pemprov akan segera mengucurkan anggaran sebesar 100 juta Rupiah kepada masing-masing Kabupaten/Kota yang ada.

Selain itu akan hadir program edukasi kesehatan dan gizi pra-nikah. Program ini dikhususkan bagi calon Ibu muda yang akan menikah, untuk itu dia berharap Kanwil Kementerian Agama SulSel dapat berkolaborasi merealisasikannya.

“Untuk mengentaskan stunting di SulSel, Pemerintah Provinsi akan membantu daerah dengan anggaran senilai 100 juta Rupiah”, urainya.

Dia pun berharap lebin dengan kucuran dana itu, dapat memacu Pemerintah Daerah untuk lebih maksimal menekan angka stunting. SulSel tercatat sebagai daerah di lima besar dengan angka tertinggi stunting di Indonesia.

“Stunting bukanlah hal yang kita inginkan dialami anak-anak kita. Makanya kita tidak boleh berhenti memberikan edukasi”, tutup dia.

Isteri HM Nurdin Abdullah yang kini menjabat Gubernur SulSel itu, kemudian menekankan bahwa tak hanya daerah, tetapi OPD di lingkup Pemprov SulSel juga harus pro aktif berkontribusi terhadap gerakan mencegah stunting.

Dikesempatan itu, Lies bersama anak-anak PAUD berinteraksi cukup alot. Anak-anak sejak awal telah disiapkan untuk mengikuti kegiatan makan ikan bersama.

Disamping itu dihelat beragam lomba khusus untuk anak, seperti lomba mewarnai, dongeng dan lomba busana. Lies pun berbaur dengan anak-anak yang tentu saja disambut gembira. (AMBAE)