Mengenal Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)

642

Tanjung Selor (kla.id) – Biskuit (Bincang Seputar Keluarga Kita) Tanjung Selor mengadakan seminar dengan tema “Mengenal Anak Berkebutuhan Khusus (ABK)” dengan narasumber Renny Oceanita Nasution, M.Psi,Psikolog, di Tanjung Selor (7/4/2018). Dalam paparannya di hadapan 30 orang peserta Renny mendefinisikan Anak Berkebutuhan Khusus adalah anak yang mengalami keterbatasan atau keluarbiasaan, baik fisik, mental, intelektual, sosial, maupun emosional yang berpengaruh secara signifikan dalam proses pertumbuhan atau perkembangannya dibandingkan dengan anak-anak lain yang seusia dengannya. ABK adalah amanah yang harus dijaga dan dididik dengan baik, orang tua dengan ABK sesungguhnya adalah orang tua pilihan dan jika bisa menyikapi dengan bijak maka hal tersebut bisa menjadi ladang pahala. Salah satu contoh ABK adalah Autisma, karakteristik anak dengan gangguan autisma adalah :

  1. Segi Interaksi Sosial

Anak autisma dalam melakukan sosialnya mengalami keganjilan dibandingkan anak pada umumnya, seperti : menolak bila ada yang hendak memeluk, tidak mengangkat kedua lengannya bila diajak untuk digendong, sebagian anak autisma acuh dan tidak bereaksi terhadap pendekatan orang tuanya. Sebagian lainnya merasa terlalu cemas bila berpisah dengan orang tuanya. Gagal dalam mengembangkan permainan bersama teman-teman sebayanya. Mereka lebih suka asyik sendiri, mulai tampak pada masa kanak-kanak. Tidak mampu memahami aturan-aturan yang berlaku dalam interaksi sosial. Sulit untuk memahami ekspresi wajah orang, ataupun untuk mengekspresikan perasaannya.

  1. Segi Komunikasi dan Pola Bermain

Anak autisma mengalami keterlambatan dalam berbahasa dan berbicara. Mereka tidak mampu memahami ucapan yang ditujukan padanya. Bila tertarik dengan sesuatu objek benda, biasanya mereka mengambil tangan orang yang didekatnya untuk dipakai mengambil objek yang dimaksud. Mereka juga mengalami kesukaran dalam memahami arti kata-kata serta penggunaan bahasa yang sesuai konteksnya. Mereka sering mengulang kata-kata yang baru saja mereka dengar atau yang pernah ia dengar sebelumnya tanpa maksud digunakan untuk berkomunikasi. Sering  berbicara pada diri sendiri dan mengulang-ulang potongan lagu atau iklan televisi dan mengucapkannya dalam suasana yang tidak sesuai. Anak autisma tidak tahu kapan gilirannya berbicara, bagaimana memilih topik pembicaraan, mereka sering mengulang pertanyaan walaupun mereka telah mengerti jawabannya atau memperpanjang topik pembicaraan yang mereka sukai tanpa memperdulikan lawan bicaranya. Mereka sukar mengatur volume dan intonasi suaranya, sulit dalam mengekspresikan perasaan/emosi melalui suara. Mereka sering tidak menggunakan perasaannya untuk merasakan perasaan orang lain.

  1. Segi Aktivitas dan Minat

Pada aspek aktivitas dan minat, anak autis dalam bermain, cenderung stereotipe, diulang-ulang dan tidak kreatif. Beberapa anak menggunakan alat mainannya tidak sesuai dengan yang seharusnya. Anak autisma menolak adanya perubahan lingkungan dan rutinitas baru.

Dalam hal minat juga terbatas. Mereka bisa berjam-jam memainkan satu benda tertentu sampai sulit untuk dialihkan. Keterikatannya kepada benda sangat kuat. Jika ada benda yang sangat disukai mereka akan membawanya kemana pergi. Mereka juga menyukai objek yang berputar seperti kipas angin dan mesin cuci.

  1. Segi Kognitif

Kemampuan kognitif anak autisma cukup bervariatif. Ditemukan anak autisma mengalami retardasi mental, dengan derajat retardasinya rata-rata sedang. Beberapa orang penyandang autisma menunjukkan kemampuan memecahkan masalah yang sangat luar biasa, seperti mempunyai daya  ingat yang sangat baik seperti mampu mengingat dan menghafal lagu atau iklan dengan sangat baik.

  1. Segi Perilaku Motorik

Kebanyakan anak autisma menunjukkan adanya stereotipe, seperti bertepuk-tepuk tangan, menggoyang-goyangkan tubuh, ada juga diantara mereka yang menunjukkan perilaku motorik berlebihan (hiperaktif) terutama terjadi pada anak usia pra sekolah atau belum pernah mendapatkan terapi. Namun sebaliknya, dapat pula terjadi penampilan perilaku yang kurang (hypoaktif). Beberapa anak autisma juga memperlihatkan gangguan pemusatan perhatian dan impulsivitas, juga ditemukan mereka yang mengalami koordinasi motorik yang terganggu seperti kesulitan mengikat tali sepatu, menyikat gigi, memotong makanan, dan mengancingkan baju.

  1. Segi Kebiasaan Tidur dan Makan

Beberapa dari anak autisma sering mengalami gangguan tidur. Mereka mengalami pola tidur yang terbalik, pada siang hari anak sering mengantuk, sebaliknya pada malam hari anak sulit tidur. Gangguan makan juga dialami oleh anak autisma, mereka hanya menyukai makanan tertentu saja berdasarkan bau dan teksturnya.

  1. Segi Emosi

Beberapa anak autisma menunjukkan perubahan mood yang tiba-tiba,  mungkin menangis atau tertawa tanpa alasan yang jelas. Mereka sering nampak tertawa sendiri, dan beberapa anak mungkin nampak mudah menjadi emosional. Rasa yang menyebabkan kadang-kadang muncul terhadap objek yang sebetulnya tidak menakutkan. Beberapa anak dari autisma menunjukkan perilaku yang membahayakan diri sendiri atau juga orang lain, seperti menggigit, membenturkan kepala, mencubit diri sendiri, tempertantrums, ledakan agresivitas tanpa pemicu, dan tidak mengerti bahaya.

(Neni)