OCDAY di Bulukumba, Bupati dan Wakil Bupati Sarapan Bersama Siswa Siswi

20

Bulukumba (kla.id)

Pelaksanaan kegiatan Belajar Sehari di Luar Kelas atau Outdoor Classroom Day (OC Day) serentak dilaksanakan di Kabupaten Bulukumba, Kamis (7/11/2019).

Tercatat ada 88 sekolah mulai dari tingkatan SD, SMP dan SMA/MA melaksanakan OC Day ini dalam rangka menyambut Hari Anak Internasional pada tanggal 20 Nopember mendatang.
Beruntung bagi siswa MAN 2 Bulukumba, mereka bisa sarapan bersama dengan Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali. Orang nomor satu di Bulukumba ini duduk bersila dengan siswa di halaman sekolah menikmati sarapannya.

Hal yang sama terjadi di SMP Negeri 2 Bulukumba. Di pagi hari itu, para siswanya bisa sarapan bersama dengan Wakil Bupati Tomy Satria Yulianto.
Bahkan di sekolah yang berada di jalan poros Lanto Dg Pasewang ini, salah satu siswinya yang bernama Nur Kholisah menawarkan sebungkus nasi kuningnya kepada Wakil Bupati.

“Terima kasih adik Nur Kholisah. Adik tahun kalau kakak tidak sempat sarapan di rumah sebelumnya,” ungkap Tomy.

Sementara itu, Bupati Bulukumba, AM Sukri Sappewali saat menyampaikan sambutan lebih banyak memberikan motivasi kepada para siswa MAN 2 agar kelak bisa memiliki masa depan dan lebih sukses di masa mendatang.

“Kamu yang sekarang ini, seperti saya juga dulu waktu sekolah. Bedanya, saya dulu tidak ada HP jadi banyak permainan yang bisa kita lakukan setiap saat,” beber Bupati yang meminta kepada siswa untuk tidak ketergantungan kepada benda yang bernama handphone.

Ketua Tim Penggerak PKK Siti Isniyah yang hadir di MAN 2 Bulukumba mengapresiasi dan mendukung kegiatan Sehari Belajar di Luar Kelas tersebut. Menurutnya OC Day bisa meningkatkan semangat belajarnya karena tidak merasa bosan, termasuk dapat mendorong siswa untuk meningkatkan kreatifitasnya.

“Saya berharap kegiatan seperti ini dapat berlanjut dan terus dilaksanakan, minimal sebulan sekali, sehingga anak-anak bisa belajar dalam suasana riang gembira,” pinta istri Wakil Bupati Bulukumba ini.

Beberapa kegiatan dan permainan dilakukan oleh para siswa, seperti senam germas, simulasi evakuasi bencana, main egrang, tarompah, lompat tali, dan hulahoop. Para guru pun ikut berbaur bermain, bahkan mereka berlomba dengan siswa-siswanya