Pangkep Target Raih Penghargaan Kabupaten Layak Anak

420

Pangkep (kla.id)

Kunjungan Sekertaris Deputi Bidang Tumbuh Kembang anak, Sri Prihartini L Wijayanti, di Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan , Senin (13/11/2017). Merupakan bukti keseriusan Pemerintah Daerah dalam menargetkan Kabupaten Pangkep menjadi kabupaten layak anak.

Wakil Bupati Pangkep, Syahban Sammana mengakui bahwa kegiatan sosialisasi penyelenggaraan Kabupaten layak anak merupakan program  jangka panjang untuk memperhatikan kondisi anak-anak di Pangkep.Tentu ada banyak aspek penilaiannya, kita harus mengacu kepada Pemenuhan Hak Anak, Dia menambahkan, dirinya telah berkoordinasi dengan dinas terkait untuk membuat program-program inovasi yang mengarah pada kegiatan anak-anak di Pangkep.

Untuk mewujudkan Kabupaten Layak Anak  Sekertaris Deputi Bidang Tumbuh Kembang anak, Sri Prihartini L Wijayanti, mengatakan bahwa keterlibatan Organisasi Perangkat Daerah, Organisasi Masyarakat, LSM  dan Dunia usaha yang ada di Kabupaten Pangkep harus memperhatikan hak-hak anak dan mengajak kepada peserta sosialisasi agar menciptakan rasa aman dan nyaman di mulai dari lingkungan keluarga.

Dalam  Ruang Rapat lantai 3 kantor Bupati Pangkep,yang dihadiri oleh Kepala Organisasi Perangkat Daerah, Kepala Puskesmas, Kepala Sekolah, Dunia Usaha, LSM dan Forum Anak berkomitmen untuk mewujudkan Kabupaten Pangkep menjadi Kabupaten Layak Anak. Sri Prihartini L Wijayanti mengakui bahwa kunjungannya ke Kabupaten Pangkep merupakan kunjungan yang kedua kalinya setelah Deklarasi Kabupaten Layak Anak pada tahun 2016 lalu bersama Ibu Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak RI  Pangkajene,Yohana Yambise.

Ada lima kluster indikator KLA. Diantaranya  Pendidikan dan pemanfaatan waktu luang ,  kesehatan dasar dan kesejahteraan. Itu terkait juga ada layanan fasilitasi dan konsultasi,  di lini terdepan yakni sekolah yang ramah anak dan puskesmas ramah anak  punya andil besar dalam pewujudan KLA ini, Selain itu, serangkain peningkatan faslitas dengan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait juga dilakukan. Misalnya menambah ruang khusus dan konseling bagi anak, ruang laktasi (menyusui), ruang bermain yang berjarak aman dari ruang pasien, dan penerapan kawasan tanpa rokok. Ujar bu yanti sapaan akrabnya.